Kambing Guling Bumbu Kuning Jadi Sajian Istimewa di Pullman dan Ibis Grand Central Bandung

"Agar tidak berbau prengus tentunya diperlukan kualitas dari daging kambing serta bumbu yang segar".

istimewa
kambing guling di Sadrasa Restaurant Pullman Bandung Grand Central Hotel 

UNTUK acara besar dan istimewa rasanya kurang pas jika menghidangkan kambing dengan cara yang biasa. Oleh karena itu, dibuatlah olahan kambing yang spesial, yakni kambing panggang. Tapi kambingnya tidak diiris kecil-kecil seperti membuat sate melainkan dipanggang secara utuh atau biasa disebut kambing guling.

Kambing Guling adalah daging kambing yang dipanggang utuh, namun biasanya kepala dan ujung kakinya tidak diikutsertakan.

Sembari dibakar, daging kambing akan diberi bumbu dengan cara dioleskan, kemudian digulingkan agar dagingnya matang secara merata.

Sajian kambing guling di  Pullman & ibis Styles Hotel Bandung Grand Central.
Sajian kambing guling di Pullman & ibis Styles Hotel Bandung Grand Central. (Tribun Jabar/Shania Septiana)

Resep kambing guling ini pertama kali dikenalkan oleh masyarakat Arab yang kemudian menjadi sangat tersohor di dunia.

Proses penyajiannya sangat unik, diletakkan persis di tempat prasmanan terlihat mencolok dan tentunya membuat siapapun ingin menyantapnya.

Baca juga: Hotel Megah yang Selangkah dari Gedung Sate, Semua Kamar Punya Akses Pemandangan ke Kota Bandung

Menyambut Ramadan, Pullman & ibis Styles Bandung Grand Central Hotel, Jalan Diponegoro, Bandung, menghadirkan sajian khas Timur Tengah yaitu kambing guling.

Kambing guling ini disajikan secara utuh, dimana pengunjung bebas memilih seberapa banyak daging kambing yang mereka inginkan. Namun tetap disajikan oleh pihak hotel. Meskipun disajikan secara utuh, kambing guling tersebut tidak berbau prengus sama sekali.

Kambing guling di Pullman & ibis Styles Bandung Grand Central Hotel, Jalan Diponegoro.
Kambing guling di Pullman & ibis Styles Bandung Grand Central Hotel, Jalan Diponegoro. (Tribun Jabar/Shania Septiana)

Daging kambing yang langsung dipotong-potong di depan pengunjung ini bercita rasa rempah yang kuat dan begitu digigit daging lumer di mulut.

"Agar tidak berbau prengus tentunya diperlukan kualitas dari daging kambing serta bumbu yang segar," ujar Himawan Kristianto, Executive Chef Pullman & ibis Styles Bandung Grand Central, Jumat (30/4).

Baca juga: Sate kambing Muda di Tanjungsari ini Benar-benar Empuk Lezat, Daging Kambingnya Disembelih Dadakan

Chef yang akrab disapa Kris itu mengatakan, rahasia bumbunya bisa meresap sempurna dan dagingnya lembut itu dengan marinasi yang lama.

"Kami marinasi satu hari satu malam. Tanpa terkecuali, setiap hari seperti itu. Supaya bumbunya meresap dagingnya lembut, kita simpan disuhu chiller, kemudian dipanggang selama kurang lebih satu sampai satu setengah jam ketika ingin dihidangkan," katanya.

Baca juga: Menikmati Perjalanan Kuliner Lokal Hingga Internasional di Sadrasa Bandung

Menggunakan bumbu kuning sebagai bumbu dasar, daging kambing utuh tersebut akan mengeluarkan cita rasa yang lezat.

"Dagingya pakai bumbu kuning sebagai bumbu dasar, ditambah ketumbar, merica, kemiri sedikit, garam dan jahe," ujarnya.

Executive Chief Pullman & ibis Styles Bandung Grand Central, Himawan Kristianto sedang memotong daging kambing
Executive Chief Pullman & ibis Styles Bandung Grand Central, Himawan Kristianto sedang memotong daging kambing (Tribun Jabar/Shania Septiana)

Kris mengatakan, meskipun menyajikan makanan khas Timur Tengah, tetapi tetap dipadukan dengan cita rasa bumbu lokal.

"Karena bumbu kuning itu yang jadi basic, kalau kambing guling asli Timur Tengah itu banyak bumbu dasarnya. Bumbu kuning jadi ciri khas kita dan yang jadi pembeda," ucapnya.

Baca juga: Lezatnya Sate Klatak Pak Dul, Daging Kambingnya Lembut. Bumbunya Meresap, Tidak Bau Prengus

Kris menceritakan alasannya mengapa menghadirkan kambing guling di menu Iftar Ramadhan Festival tahun ini.

"Karena kita terinspirasi dari acara wedding, kalau di wedding ada kambing guling, menu itu pasti yang jadi incaran utama, maka kita hadirkan di menu buka puasa kita," jelasnya.

Baca juga: Rekomendasi 9 Sate Kambing Enak di Bandung, Wajib Dicicipi Saat Liburan ke Bandung

Keunggulan kambing guling dipanggang secara utuh adalah untuk menahan kadar juicy, berbeda lagi jika dipotong-potong kecil, daging kambing akan gampang kering.

Kris juga memberi saran, menu pendamping apa yang tepat untuk menyantap kambing guling adalah memakai sambal kecap atau sambal colo-colo, dengan perasan jeruk limo, cabai merah, bawang merah dan tomat atau bisa juga pakai lontong, (tribunjabar/shania septiana)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved