Sate kambing Muda di Tanjungsari ini Benar-benar Empuk Lezat, Daging Kambingnya Disembelih Dadakan

Rasa sate ini perpaduan dari daging yang sangat empuk dengan bumbu yang meresap ke dalam daging.

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Sate kambing muda Leces Gaul di Jalan Simpang-Parakan Muncang, Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang 

DI kawasan Jalan Simpang-Parakan Muncang, Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang terdapat sebuah warung sate bernama Sate Leces Gaul.

Warung sate ini setiap hari ramai karena kerap diburu para pecinta sate.

Tenpat makan ini tidak mewah karena bangunnya didominasi bambu dan kayu.

Namun, rasa sate yang disuguhkan sangat nikmat dan dagingnya empuk karena bahan bakunya menggunakan daging kambing muda yang disembelih secara dadakan.

Sate Leces Gaul di Jalan Simpang-Parakan Muncang, Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang
Sate Leces Gaul di Jalan Simpang-Parakan Muncang, Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Kambing yang disembelih dadakan ini sangat jelas terbukti karena beberapa badan kambing yang dagingnya sudah dipotong-potong untuk dijadikan sate itu digantungkan di depan warung sate tersebut.

Sementara sejumlah karyawan tampak sibuk bekerja, seperti ada yang menusuk sate, membakar, dan ada juga yang menyiapkan hidangan bagi konsumen yang kebanyakan memesan sate kambing muda.

Rasa sate ini perpaduan dari daging yang sangat empuk dengan bumbu yang meresap ke dalam daging. Apalagi ditambah bumbu kacang yang bisa membuat rasa sate ini semakin nikmat.

"Di sini, menu andalannya sate kambing dadakan. Disebut dadakan itu memang benar, karena kambing yang dipotong pagi, dijual pagi. Kalau dipotong sore, dijual juga sore," ujar Pemilik Warung Sate Leces Gaul, H Eet Sunarya saat ditemui di warungnya, Selasa (20/10/2020).

Ia mengatakan, dalam kondisi normal atau sebelum pandemi Covid-19, warung sate tersebut bisa menghabiskan 10 hingga 12 ekor kambing setiap hari yang dipotong dadakan saat itu juga.

"Kalau sekarang, saat ada isu Corona di Kabupaten Sumedang, jumlahnya agak turun. Paling, hanya menghabiskan tujuh hingga delapan ekor kambing sehari," katanya.

Eet memastikan, sate leces buatannya ini berbeda dengan sate yang lain. Sebab, selain daging dadakan hingga membuat rasanya empuk, sate ini juga menggunakan bahan daging kambing muda.

"Saya belinya kambing dari Pasar Hewan Tanjungsari. Kalau habis, beli lagi dari penjual yang lain, kemudian langsung dipotong," ucap Eet.

H Eet Sunarya pemilik Sate Leces Gaul Tanjungsari, Sumedang
H Eet Sunarya pemilik Sate Leces Gaul Tanjungsari, Sumedang (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Saat pengolahan, Eet mengolahnya sendiri karena memiliki resep rahasia.

"Kalau yang lain kan, sate mentah hanya dioles-oles kecap lalu dibakar. Kalau disini, dibakar dulu setengah matang, kemudian dimasukan bumbu rahasia, jadi bumbu itu meresap ke dalam dagingnya," katanya.

Ia mengatakan, harga sate kambing muda dadakan ini hanya dibanderol Rp 20 ribu satu porsi. Sementara untuk jam operasional dibuka mulai pukul 08.00 hingga 24.00 WIB.

"Selain menu dadakan sate kambing muda, disini juga ada sate sapi, sate ayam, tongseng, dan sop," ucap Eet. (tribunjabar/hilman kamaludin)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved