Pantai Solok Timun Pangandaran Berpotensi Jadi Objek Wisata Baru, Aman untuk berenang dan Ada Gua

"Di area bibir Pantai Solok Timun bisa menampung wisatawan sekitar 800 orang. Tempatnya bagus, gak kalah sama di Pantai Batu Karas"

dok Wawan
Sejumlah warga memperlihatkan Kondisi Pantai Solok Timun, Karapyak. Desa Bagolo Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran 

BERPOTENSI menjadi tempat wisata pantai, sejumlah warga di Kabupaten Pangandaran memperlihatkan objek wisata baru.

Objek wisata baru ini tepatnya berada di blok Pantai Solok Timun sekitar Karapyak Valley dengan jarak 100 meter dari akses jalan Karapyak, Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.

Tempat wisata baru ini, hampir sama dengan Pantai Batu Karas karena bibir pantainya yang indah memiliki cekungan yang khas.

Suasana Pantai Karapyak di Pangandaran
Suasana Pantai Karapyak di Pangandaran (Tribun Jabar/Padna)

Selain pemandangan pantai, di pantai tersebut pengunjung bisa berenang, melihat dua gua dan berswafoto dengan pemandangan Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa tengah.

Seorang warga setempat, Wawan (48), mengatakan, di kawasan sekitar Pantai Karapyak ini bukan hanya menikmati keindahan pantai dengan hamparan karangnya tapi, ada spot pantai untuk berenang yang bisa dinikmati oleh para wisatawan.

Baca juga: Susi Air Jamboree Aviation (SAJA) Kegiatan Wisata Dirgantara yang Pertama Digelar di Pangandaran

"Bentuk pantainya cekung, seperti di Pantai Batu Karas," ujarnya saat ditemui Tribun di Pantai Karapyak, Jumat (24/6/2022) siang.

Dahulu, kata Wawan, pantai ini memiliki nama Pantai Solok Timun yang lokasinya berada di sebelah timur kawasan Wisata Pantai Karapyak.

Baca juga: Bupati Pangandaran Akan Kembangkan Wisata Kampung Sunda, Kerja Sama dengan Paguyuban Pasundan

"Di area bibir Pantai Solok Timun bisa menampung wisatawan sekitar 800 orang. Tempatnya bagus, gak kalah sama di Pantai Batu Karas," kata Wawan.

Di pantai Solok Timun selain bisa berenang juga bisa melihat dua gua yang berada di bibir pantai.

"Gua pertama dalamnya itu sekitar 15 meter dan gua kedua kedalamannya 30 meter dan cukup tinggi," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Pangandaran Segera Membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah Demi Keindahan Pantai

Kemudian, ada curugnya (air terjun) juga yang tingginya mencapai sekitar 10 hingga 15 meter. Namun, air terjunnya akan terlihat ketika musim penghujan.

"Pokoknya, di Pantai Solok Timun ini tempatnya indah dan masih alami. Hanya, di bibir pantai harus dibersihkan dahulu karena ada sampah limbah kayu yang terbawa air laut. Kebetulan kan, dekat dengan sungai Citanduy," kata Wawan.

Baca juga: Okupansi Hotel di Pangandaran Sampai Akhir Pekan Diprediksi Penuh

Selain sampah,  sementara ini belum ada akses jalan menuju pantai, pihaknya harus memikirkan jalan untuk mencapai lokasi pantai.

"Jaraknya memang dekat, dari jalan ke pantai ada sekitar 100 meter. Untuk jalannya itu, bagusnya kita buat anak tangga yang memutar," ucap Wawan.

Seorang petugas Balawista berpatroli mengawasi pengunjung di Pantai Karapyak, Pangandaran, Sabtu (7/5/2022) pagi
Seorang petugas Balawista berpatroli mengawasi pengunjung di Pantai Karapyak, Pangandaran, Sabtu (7/5/2022) pagi (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Wawan berharap, dengan adanya spot wisata baru ini Pemerintah Kabupaten Pangandaran mendukung penuh dalam penataannya.

"Pantai ini, tempatnya bagus bisa untuk berenang. Supaya lebih safety, pemerintah tinggal menyimpan tim life guard atau Balawista, membuat pemecah ombak dan juga akses jalannya," ucapnya. (Tribun Jabar/Padna)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved