Kalau ke Indramayu Wajib Coba Jajanan Legendaris Kue Putri Noong, Rasanya Enak Penggemarnya Banyak

"Saya sudah tiga tahun jualan kue putri noong. Alhamdulillah setiap hari selalu habis"

Tribun Cirebon/Handhika Rahman
Kue Putri Noong yang dijual Nani Naimah di Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Minggu (12/6/2022). 

JAJANAN tradisional seperti tak ada habisnya. Di Kabupaten Indramayu, bahkan banyak sekali jajanan tradisional enak yang yang banyak digemari sampai dengan zaman sekarang.

Jajanan tempo dulu ini juga mudah ditemui di berbagai lokasi, terutama di pasar atau sekolah-sekolah, banyak sekali pedagang yang menjajakan berbagai jajanan tradisional.

Salah satunya yang legendaris adalah kue putri noong. Walau merupakan jajanan khas daerah Sunda, namun kudapan yang satu ini juga punya banyak penggemar di Kabupaten Indramayu.

Kue Putri Noong yang dijual Nani Naimah di Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Minggu (12/6/2022)
Kue Putri Noong yang dijual Nani Naimah di Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Minggu (12/6/2022) (Tribun Cirebon/Handhika Rahman)

Putri noong sendiri apabila diartikan dalam bahasa Indonesia berarti putri ngintip. Hal ini karena potongan pisang pada kue tersebut terlihat seperti mata yang sedang mengintip.

Menurut Nani Naimah (33), tidak sulit menjual jajanan kue putri noong di tengah persaingan dengan jajanan modern zaman sekarang.

Baca juga: Nasi Bogana Khas Indramayu Ini Disajikan Khusus Bagi Pemudik di Pantura Oleh Ibu-ibu Warakawuri

Nani Naimah mengaku, setiap harinya, ia bisa membuat 50 bungkus kue putri noong dan semuanya laris habis terjual. Satu bungkus kue putri noong ini ia hargai Rp 5 ribu, isinya ada 10 potong.

"Saya sudah tiga tahun jualan kue putri noong. Alhamdulillah setiap hari selalu habis," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui tengah berjualan kue putri noong di Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Minggu (12/6/2022).

Baca juga: Ada Sambal Bakar Khas Kalimantan di Indramayu, Pedasnya Nendang, Tamu Bisa Lihat Cara Masaknya

Nani Naimah yang diketahui merupakan seorang guru SD tersebut sudah eksis berjualan jajanan tradisional sejak 3 tahun terakhir. Ia mengaku biasa berjualan mulai dari pukul 13.00 sepulang sekolah hingga sore hari.

Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun, kata Nani Naimah banyak yang menyukai jajanan tradisional yang ia jajakan tersebut. Bagi penggemar kuliner, jajanan yang satu ini wajib sekali untuk dicoba.

Baca juga: Kue Apem Empuk ditambah Manis dari Gula Merah Dinikmati Warga Indramayu Saat Tradisi Rebo Wekasan

Salah seorang pembeli, Slamet Hidayat (35) mengatakan, jajanan tradisional mempunyai tempat tersendiri di hatinya. Ia mengaku, sejak kecil sudah menggemari jajanan tradisional untuk dinikmati di rumah.

Menurutnya, rasa dari kue putri noong yang legit dan manis tidak kalah dibanding jajanan modern zaman kekinian.

"Beli 3 bungkus, buat anak istri di rumah juga," ujarnya. (Tribun Cirebon/Handhika Rahman)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved