Pemkab Pangandaran Segera Membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah Demi Keindahan Pantai

"nanti air limbah yang keluar dari perhotelan sudah bagus. Sambil tentu, secara permanennya nanti kami desain"

Tribun Jabar/Padna
Suasana Kampung Turis Pamugaran Lounge di Pantai Barat Pangandaran 

PERMASALAHAN limbah, Pemerintah Kabupaten Pangandaran akan segera membuat instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di kawasan destinasi wisata.

Selain itu, Pemerintah  juga menekan pemilik hotel dan restoran, agar segera membuat IPAL. Karena, saat ini, limbah yang keluar dari perhotelan dan restoran ke pantai Pangandaran berdampak negatif bagi keindahan wisata pantai di Pangandaran.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan, sekarang ini hotel yang mempunyai IPAL hanya ada empat hotel. "Untuk itu, kami sosialisasi, agar hotel yang lain juga membuat IPAL. Kita, akan terus memberikan surat pada pihak hotel untuk segera membuat IPAL. Dan, IPAL yang kurang bagus agar segera diperbaiki," ujarnya kepada sejumlah wartawan di salah satu hotel di Pantai Barat Pangandaran, Selasa (24/5/2022) siang.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata
Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata (Tribun Jabar/Padna)

Menurutnya, untuk membuat ataupun memperbaiki IPAL, Ia memberikan waktu kepada pihak hotel sekitar 4 sampai 6 bulan. "Ya, kalau 4 sampai 6 bulan belum ada, kami akan berikan sanksi. Sanksinya sesuai aturan, jika perlu  selokan limbah yang keluar dari hotel tersebut di semen, di blok ditutup pakai beton," katanya.

Namun, sembari berjalan, Ia akan melihat selama 4 bulan sekarang ini, apakah mereka (pihak hotel) koperatif atau tidak? "Ya, mudah-mudahan koperatif, apalagi dengan terus disosialisasikan," ucap Jeje.

Untuk membuat IPAL induk Pemerintah Daerah juga menganggarkan dana sekitar Rp 5 miliar untuk 10 titik.

"Jadi, nanti air limbah yang keluar dari perhotelan sudah bagus. Sambil tentu, secara permanennya nanti kami desain," ujarnya.

Kepala Dinas lingkungan hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran, Trisno mengatakan, untuk sementara ini pihaknya hanya treatment. Limbah yang dari 10 saluran di pantai  Pangandaran, itu treatment.

"Jadi, nanti ada instalasi, kotorannya diendapkan kemudian dialirkan ke view filter. Di situ, ada tanaman-tanaman tertentu yang bisa menatralisir limbah."

"Jadi, nanti kita boleh membuang air ke laut. Tetapi, pada saat ambang batas utuh," ujarnya.

Seorang petugas Balawista berpatroli mengawasi pengunjung di Pantai Karapyak, Pangandaran, Sabtu (7/5/2022) pagi
Seorang petugas Balawista berpatroli mengawasi pengunjung di Pantai Karapyak, Pangandaran, Sabtu (7/5/2022) pagi (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Trisno mengharapkan, setelah di treatment itu, nanti air bisa dibuang ke laut. "Nanti, limbah yang terendapkan kami tarik, disedot. Karena, bagus juga buat nyemprot taman, karena itu bagus ada pupuknya juga," katanya.

Makanya, kata Trisno, pihak hotel harus bergaining dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

"Karena, meskipun kita membuat IPAL bagus, kalau hotelnya buang limbah sembarangan, itu percuma, tetap tidak berjalan," ucap Trisno. (Tribun Jabar/Padna)

 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved