Hadirkan Suiasana Seperti di Ubud, Pengunjung Kampung Sabin Cirebon Meningkat 50 Persen

areal Kampung Sabin juga terlihat dihiasi umbul-umbul putih dan payung kuning sehingga menambah kental suasana Pulau Dewata

Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi
Suasana Kampung Sabin di Jalan Nyi Ageng Serang, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jumat (6/5/2022). 

RATUSAN pengunjung tampak memadati Kampung Sabin, Jalan Nyi Ageng Serang, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jumat (6/5/2022).

Kampung Sabin merupakan objek wisata berkonsep resto wisata yang berada di areal persawahan dan mengusung tema suasana Ubud, Bali.

Untuk mencapainya, pengunjung harus melewati jalan setapak dari kayu dan kanan kirinya merupakan hamparan hijau padi yang baru ditanam.

Suasana Kampung Sabin di Jalan Nyi Ageng Serang, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jumat (6/5/2022).
Suasana Kampung Sabin di Jalan Nyi Ageng Serang, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jumat (6/5/2022). (Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi)

Selain itu, areal Kampung Sabin juga terlihat dihiasi umbul-umbul putih dan payung kuning sehingga menambah kental suasana Pulau Dewata.

Operational Manager Kampung Sabin, Tomi Prasojo, mengatakan, kenaikan jumlah pengunjung di masa libur Lebaran mencapai 50 persen dibanding saat akhir pekan.

Baca juga: Persiapan Arus Balik, PT KAI Daop 3 Cirebon Tambah Dua Perjalanan Kereta Api

"Alhamdulillah, sejak hari pertama Idulfitri jumlah pengunjung melonjak 50 persen," ujar Tomi Prasojo saat ditemui di Kampung Sabin, Jumat (6/5/2022).

Ia memprediksi jumlah pengunjung Kampung Sabin terus meningkat hingga masa libur Lebaran selesai pada akhir pekan ini.

Baca juga: Alun-alun Sangkala Buana Kota Cirebon Bukti Janji Kang Emil kepada Sultan Sepuh XIV

Selama masa libur Lebaran, Kampung Sabin menyuguhkan live music. Setiap harinya, Kampung Sabin beroperasi dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Menurut dia, Kampung Sabin tidak hanya menyajikan tempat wiasata, melainkan berbagai menu makanan dan minuman spesial dari mulai western food, seafood, hingga kuliner khas Nusantara.

Baca juga: Lezatnya Aneka Menu Baru di Kopi Montong Cirebon, Cocok untuk Santap Siang

"Nasi campur Bali merupakan salah satu menu best seller di Kampung Sabin yang banyak disukai para pengunjung," kata Tomi Prasojo.

Tomi menyampaikan, pengunjung Kampung Sabin dikenakan tiket Rp 30 ribu dan mendapatkan voucher makanan maupun minuman serta voucer durian masing-masing senilai Rp 10 ribu.

Baca juga: Pengunjung Goa Sunyaragi Sebagian Besar dari Kawasan Ciayumajakuning, Diprediksi Terus Meningkat

Pasalnya, terdapat Pasar Durian di Kampung Sabin yang menyediakan berbagai durian dengan harga terjangkaun dan rasanya dipastikan manis.

Selain itu, tersedia promo gratis tiket masuk untuk empat orang hanya dengan memesan makanan dan minuman minimal senilai Rp 350 ribu.

Baca juga: Objek Wisata Antigalau Talaga Langit di Mundu, Cirebon Dilengkapi Padepokan untuk Belajar Ilmu Agama

"Free tiket masuk juga diberikan kepada delapan pengunjung yang melakukan pemesanan minimal Rp 700 ribu, dan dapat menempati meja VIP yang hanya berjumlah 10 buah saja," ujar Tomi Prasojo.

Suasana Ubud juga tampak langsung terasa sejak pertama kali menginjakan kaki memasuki Kampung Sabin yang berada di kawasan Kota Baru Keandra tersebut.

Baca juga: Nepalnya Indonesia Ternyata Juga Ada di Kampung Cibuluh, Desa Tejamulya, Kabupaten Majalengka

Bahkan, gapura khas pura Bali tampak menyambut di pintu masuk Kampung Sabin yang lokasinya berada di areal persawahan tersebut.

Penempatan meja dan kursi pengunjung juga terlihat diatur sedemikian rupa sehingga lokasinya agak berjauhan dan berada di saung-saung yang dihiasi tenda bernuansa putih.

Suasana Kampung Sabin di Jalan Nyi Ageng Serang, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jumat (6/5/2022).
Suasana Kampung Sabin di Jalan Nyi Ageng Serang, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jumat (6/5/2022). (Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi)

Setiap tempat duduk pengunjung juga konsepnya tampak berbeda. Namun, kenyamanan yang dirasakannya tetap sama.

Baca juga: Masuk 300 Desa Terbaik di Indonesia, Desa Bantaragung Kembali Ikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia

Pilihan tempat duduk yang disediakan dari mulai meja dan kursi biasa, sofa bed, bean bag, kursi gantung yang berbentuk seperti ayunan, dan lainnya. (Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi)

 

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved