Tamu Yang Boking Kamar Hotel di Pangandaran Sudah 60 Persen Kebanyakan dari Jabar dan Jateng

"Saya yakin, untuk tahun ini akan lebih banyak pengunjung. Makanya, kita antisipasinya harus ekstra"

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Salah satu hotek di Pangandaran, Krisna Beach Hotel 

KETUA Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana menyampaikan, dengan adanya  OTA (Online Travel Agents), sampai sekarang bokingan kamar hotel sudah sekitar 60 persen.

"Sudah 60 persen ini, tamu untuk di H+2 sampai H+6. Jadi, mereka sudah booking jauh-jauh hari, kemarin waktu ekspos juga sudah disampaikan posisi di Pangandaran sudah ada di angka 60 persen," ujarnya saat ditemui Tribunjabar.id di ruangan kantornya, Rabu (27/4/2022) pagi.

Namun, kalau di hari H nya, dengan tamu yang langsung datang ke Pangandaran kemungkinan bisa mencapai 100 persen.

Fasilitas kamar di Hotel Menara Laut Pangandaran
Fasilitas kamar di Hotel Menara Laut Pangandaran (Tribun Jabar/Padna)

"Tapi, saya titipkan kepada semua pengelola hotel dan restoran untuk tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19 dengan baik," kata Agus.

Menurutnya, tamu yang sudah booking hotel itu kebanyakan dari warga Jawa barat dan Jawa Tengah. Seperti, dari Bandung, Tasikmalaya, Purwokerto, Cilacap dan daerah sekitar lainnya.

Baca juga: Persiapan Libur Lebaran, Balawista Pangandaran Siapkan Peralatan Penyelamatan dan Tambah Personel

"Karena, mungkin jangkauan dari Jakarta ke Pangandaran ini cukup jauh. Tapi, mudah mudahan ke depan akses ke Pangandaran ini bisa lebih cepat," ucap Ia.

Namun, jika dibandingkan dengan libur lebaran di tahun sebelumnya, tamu yang datang ke Pangandaran akan lebih banyak.

Baca juga: Para Pemandu Wisata di Pangandaran Dilatih Teknik Penyelamatan Wisatawan

"Saya yakin, untuk tahun ini akan lebih banyak pengunjung. Makanya, kita antisipasinya harus ekstra," katanya.

Pengunjung memadati pantai Barat Pangandaran pada Minggu (20/3/2022)
Pengunjung memadati pantai Barat Pangandaran pada Minggu (20/3/2022) (Tribun Jabar/Padna)

Alasan lebih banyaknya pengunjung, kata Ia, karena tidak adanya penyekatan di jalan dan juga sudah diperbolehkan mudik.

"Dua tahun tidak boleh mudik, saya kira tahun sekarang ini mungkin mereka akan memadati tempat wisata juga sekaligus mudik," ujar Agus. (Tribun Jabar/Padna)

 

 

 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved