Dua Pekan Jelang Ramadan Pantai Barat Pangandaran Dipadati Wisatawan, Pedagang Kopi Asongan Laris

"Mungkin, orang itu takut melihat air laut di tengah terus pingsan dan dibawa ke tim medis. Tapi katanya, sudah sadar lagi sekarang mah"

Tribun Jabar/Padna
Pengunjung memadati Pantai Barat Pangandaran pada Minggu (20/3/2022) 

OBJEK wisata Pangandaran dipadati wisatawan pada Minggu (20/3/2022), banyak kejadian anak yang terpisah dari orangtuanya.

Informasi yang diterima Tribunjabar.id, hingga pukul 11.00, petugas Balawista Pangandaran sudah mencatat lima anak terpisah dari orangtuanya karena ramainya pengunjung.

"Beda sama hari Sabtu (19/3/2022) kemarin dan Minggu - Minggu sebelumnya. Sekarang ramai, mungkin karena banyak yang munggahan," ujar Omen, Balawista Pangandaran saat ditemui Tribunjabar.id di kantornya, Minggu (20/3/2022) siang.

Perahu pesiar di Pantai Barat Pangandaran
Perahu pesiar di Pantai Barat Pangandaran (TribunJabar/Padna)

Menurut Omen, Empat dari lima anak yang terpisah, itu orang Bandung. Salah satunya Kaisar (4), dan Riki firmana (6), mereka asal Bandung. Tapi, semuanya sudah bisa ditemukan lagi," katanya.

Untuk kejadian lalu lintas kecekalaan laut hingga siang ini tidak ada laporan. Hanya, ada satu orang yang pingsan saat ada di perahu menuju pantai pasir putih.

Baca juga: Pondok Seni Pangandaran Bakal Menjadi Resort Sekaligus Tempat Seni dan Budaya Jawa Barat

"Mungkin, orang itu takut melihat air laut di tengah terus pingsan dan dibawa ke tim medis. Tapi katanya, sudah sadar lagi sekarang mah," ucap Oman.

Ramainya Pantai Barat Pangandaran tak disia-siakan para pedagang asongan. Seperti Madlasimin (60), penjual kopi warga di Dusun Bojong Kalekes, Desa Babakan, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Jawa barat.

Baca juga: Pengendara Harus Waspadai Tikungan Tajam di Jalur Wisata Jalan Raya Kalipucang-Pangandaran

Madlasimin setiap hari berjualan kopi di pantai barat Pangandaran. Bukan hanya Madlasimin, karena keterbatasan ekonomi istrinya pun bernama Saminem ikut berjualan kopi.

Pantai Barat Pangandaran tampak sepi pada akhir pekan, Sabtu (26/2/2022)
Pantai Barat Pangandaran tampak sepi pada akhir pekan, Sabtu (26/2/2022) (Tribun Jabar/Padna)

"Berangkat dari rumah jam 5 pagi, dan pulang tak menentu kadang sampai larut malam. Saya dan istri jualan kopinya terpisah, istri jualan di pos lima dan saya di dekat cagar alam. Kita keliling, jualannya," ujar Madlasimin saat ditemui Tribunjabar.id di sela sela jualannya, Minggu (20/3/2022) pagi.

Kalau penghasilan setiap hari, itu tidak menentu, kadang pulang bawa uang dan kadang kalau kondisi sangat sepi sama sekali tidak membawa uang.

Baca juga: Keuntungan Para Pengusaha Rental Kendaraan Wisata Jenis ATV di Pangandaran Melesat

"Tapi kadang kalau saya gak dapat uang, istri saya dapat. Kadang gak dapat semuanya. Kecuali hari libur seperti sekarang, ramai pengunjung. Pagi ini (20/3/2022) alhamdulilah udah dapet sekitar Rp 30 ribu tapi belum dipotong modal," katanya.

Di rumah, kata Madlasimin, Ia dan istrinya hanya tinggal berdua. "Kami punya satu anak, tinggal bersama istrinya di Yogyakarta. Jadi, di rumah kami hanya berdua," ucap Ia.

Madlasimin, tukangkopi di Pantai Barat, Pangandaran
Madlasimin, tukangkopi di Pantai Barat, Pangandaran (Tribun Jabar/Padna)

Memasuki usianya yang senja,  Madlasimin dan istrinya dituntut untuk selalu sehat.

Baca juga: Hmmm Nikmatnya Sore-sore Menyantap Pecel Jawa dan Tempe Mendoan Hangat di Padaherang, Pangandaran

"Karena, kalau kami sakit gimana dengan kebutuhan sehari hari saya dan dari mana biaya pengobatan saya? sedangkan penghasilan, tidak menentu. Ya, semoga kami selalu sehat dan bisa mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari," kata Madlasimin. (Tribun Jabar/Padna)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved