Menanjak di Cimarias Demi Menikmati Kesegaran Angin di Tepi Danau Cekdam di Kebun Jeruk Soeharto

Selepas tanjakan Cimarias, teruslah mengayuh hingga sampai ke pertigaan antara Danau Cekdam dan jalur menuju ke Heubeul Isuk

Tribun Jabar/Kiki Andriana
Rizky Julian bersepeda dan berkemah di pinggiran Danau Cekdam di Cimarias, Pamulihan, Sumedang 

JIKA suka bersepeda ke pegunungan, cobalah menjajal trek Cimarias, Kecamatan Pamulihan, Sumedang, tentu menjadi sebuah kewajiban.

Tanjakan berbeton sepanjang sekitar 500 meter dengan kemiringan nyaris 70 derajat itu menjadi santapan pertama pesepeda yang melintas ke jalur itu dengan tujuan danau cekdam Kebun Jeruk Soeharto.

Pesepeda yang berada di jalan raya Parakanmuncang-Simpang, bisa masuk ke Jalan Desa Cilembu, daerah penghasil penganan ubi yang tersohor itu.

Pinggiran Danau Cekdam di Cimarias, Pamulihan, Kabupaten Sumedang
Pinggiran Danau Cekdam di Cimarias, Pamulihan, Kabupaten Sumedang (Tribun Jabar/Kiki Andriana)

Dari Cilembu, setelah melewati balai desa, ambil jalur ke kiri menuju ke kampung kecil sebelum Desa Cimarias. Jalannya beraspal bagus dibalut udara pegunungan Kareumbi yang sejuk.

Di perkampungan itu, jalan agak menyempit. Hanya cukup untuk satu mobil melintas. Jalanan ini sepi, namun rumah-rumah telah lumayan padat berjejer di sepanjang jalan tersebut.

Baca juga: Kasus Yana Syupriatna Tenarkan Cadas Pangeran, PHRI Desak Pemkab Sumedang Tangkap Momentum Wisata

Selesai kampung, pesepeda akan menemui kembali jalan cukup lebar. Di jalan ini, ada tugu selamat datang di Cimarias. Bolehlah mengambil nafas sehela. Tanjakan yang melambai-lambai memanggil di depan kadang kala membuat tak sabar.

Mengoper rantai ke sproket belakang di ukuran paling besar dan gir depan di paling kecil agar rantai presisi sangat diperlukan. Jika nafas dan sepeda sudah seirama, tanjakan siap dilahap.

Baca juga: Menikmati Kesejukan Alam dan Jernihnya Air Kolam Renang di Balong Geulis, Cibugel, Sumedang

Tanjakan Cimarias selalu membuat pesepeda terkesan. Bukan hanya soal ketinggian dan panjangnya, namun kebiasaan warga di daerah itu yang pasti terlihat santai, berjalan kaki melintas tanjakan tersebut.

Selepas tanjakan Cimarias, teruslah mengayuh hingga sampai ke pertigaan antara Danau Cekdam dan jalur menuju ke Heubeul Isuk, sebuah daerah di bawah jurang berkabut Cadas Pangeran.

Baca juga: Bermain Ayunan di Antara Pohon Pinus Hutan Cipacet Sumedang Nan Asri, Bikin Betah Berlama-lama

Ambillah jalan menuju ke Danau Cekdam. Sedikit menanjak dengan jalur berbatu. Namun, meski jalannya ekstrim, jalan ini tetap bisa dilalui dan sering dilalui oleh para petani.

Danau Cekdam berada di lereng pegununungan Kareumbi. Danau ini adalah danau buatan yang sengaja digali untuk resapan pengairan kebun jeruk milik keluarga mantan Presiden RI, Soeharto.

Baca juga: Kebun Bunga dan Ternak Lebah di Tepi Bendungan Sadawarna, Sumedang,Geliat Wisata Edukasi Jabar

Setidaknya, kisah itulah yang berkembang dan terpatri di hati masyarakat Sumedang, meski kebun jeruk itu kini sudah diganti tanamannya dengan pohon-pohon lengkeng.

Danau sendiri ada dua, dan keduanya terletak berdampingan. Namun, yang selalu menggenang airnya adalah yang berukuran paling besar di sebelah barat danau lainnya. Ukuran danau terbesar sekitar 90x70 meter.

Baca juga: Menikmati Nasi Merah di Tengah Kesegaran Alam Hamparan Sawah di Saung Kawangi Tanjungsari Sumedang.

Air di danau ini tak pernah surut parah, meski kemarau. Paling tidak, surutnya air membuat batu-batu penahan dinding danau terlihat. Jika airnya pasang, batu-batu itu tenggelam.

Danau di ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut itu sering dimanfaatkan untuk memancing oleh sejumlah warga.

Baca juga: Kawasan Wisata Air Tanjung Duriat Sumedang, Tempat Tenang dan Nyaman, Tiket Masuk Terjangkau

Semakin kemari, semakin banyak pula yang datang berkunjung dengan sepeda, dengan motor trail, atau dengan berjalan kaki. Beberapa orang malah menjadikan pinggiran danau itu sebagai tempat berkemah.

Rizky Julian (27), pesepeda yang datang ke Danau Cekdam mengaku sudah sering bersepeda ke tempat itu.

"Kemping juga saya pernah. Ya konon ini dahulu kala kebun jeruk milik Pak Harto (Soeharto), benar atau tidak, saya dapat kisah ini dari orang-orang tua," katanya di Sumedang.

Kawasan hutan Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi (TBGMK) di wilayah Desa Nagreg Kendan yang tertutup kabut
Kawasan hutan Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi (TBGMK) di wilayah Desa Nagreg Kendan yang tertutup kabut (Dokumentasi Tribun Jabar)

Di danau, suasana sangat sejuk. Angin berembus pelah melewati pohon-pohon pinus yang belum selesai tumbuh. Angin menggerakkan air di permukaan danau, meriak. (Tribun Jabar/Kiki Andriana)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved