Uniknya Seblak dan Lumpia Basah Teta, Pembeli Harus Mencicipi Dulu, Disantap di Kuali Kecil

"Di sini costumer, harus cicip rasa biar puas sesuai rasa, beda-beda selera ada kurang garam atau kurang pedes harus dicicipi dulu"

kompas.com
Seblak dan lumpia basah Teta di Jalan Cibadak yang dihidangkan di kuali kecil 

BELUM ke Bandung jika belum mencicipi seblak dan lumpia basah. Nah, kalau ke kawasan kuliner malam di Jalan Cibadak Kota Bandung, silakan coba Seblak dan Lumpia Basah Teta.

Jajanan khas Bandung ini lokasinya di depan toko Jalan Cibadak 117. Uniknya untuk mencoba seblak atau lumpia basah Teta ini kita menyantapnya di kuali kecil. Tentu saja kehangatan seblak atau lumpianya pun terjaga.

Tidak hanya itu sebelum disajikan, pembeli harus mencicipi dulu rasanya agar pas selera, jdai saat memakannya tak perlu menambah bumbu ini itu ke penjual.

seblak Teta
seblak Teta (Facebook)

"Di sini costumer, harus cicip rasa biar puas sesuai rasa, beda-beda selera ada kurang garam atau kurang pedes harus dicicipi dulu," ujar Novi, penjual seblak dan lumpia basah Teta yang sudah berjualan selama 7 tahun.

Menurut Novi Seblak Teta banyak orang tertarik karena tempat makannya di kuali, bahkan pembeli dari Jakarta maksa ingin bawa kualinya.

Baca juga: Berkat GoFood Seblak Cobek Teh Ida di Gang Sempit dan Rameninpo di Pasar Kosambi Laris Manis

Keunikan seblak Teta lainnya adalah memakai keju mozarella dicampur sembilan toping di antaranya, kerupuk, bakso, siomay, sosis, telur, makaroni dan kuetiaw.

Harga di Seblak dan Lumpia Basah Teta mulai Rp 10 ribu sampai Rp 35 ribu sesuai campuran di hidangan seblaknya.

Baca juga: Aneka Varian Seblak di Warung Mamah Bohay, Harganya Hanya Rp 10.000, Buka Hingga Malam

Seblak dan Lumpia Basah Teta mulai beroperasi pukul 18.00 hingga 23.00. Tentu saja menikmati seblak atau lumpia basah di musim hujan yang dingin ini sungguh oas dan mantap.

Novi pun berharap agar kuliner malam Cibadak kembali menjadi tujuan wisata di Kota Bandung melalui penataan parkir.

Baca juga: Ini Cara Bikin Lumpia Basah, Hidangan Favorit Kala Musim Hujan Seperti ini

"Banyak orang tak jadi mampir karena parkir susah, seharusnya seperti di Medan dan Surabaya tempat makan dan parkir terpisah," ujar Novi.

Menurut Novi, jika ada tempat parkir khusus tidak bersatu gerobak jualan tak akan semrawut. "Pembeli cukup jalan kaki dari parkiran, jadi Jalan Cibadak bebas kendaraan khusus untuk makan, jadi nyaman makannya," ujar Novi. (Tribun Jabar/Tiah SM)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved