Penikmat Makanan Bisa Berkunjung ke Kawasan Kuliner Jalan Sultan Agung Bandung, Ada 20 Pedagang

"Alhamdulillah penataan di Sultan Agung buah kolaborasi Pemkot lewat Satgasus PKL bersama Lions Club Bandung Ceria"

Tribun Jabar/Nandri Prilatama
Ketua Satgasus PKL Kota Bandung, Yana Mulyana meninjau kawasan kuliner Jalan Sultan Agung yang sudah ditata, Selasa (16/11/2021). 

KAWASAN kuliner Sultan Agung selesai penataan dan berharap dapat membangkitkan ekonomi pascapandemi. Ketua Satgasus Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan upaya pemulihan ekonomi pascapandemi, pemkot terus berusaha merangsang kreativitas dan inovasi para pelaku UMKM.

Dia juga mengharapkan para pedagang dan pembeli merasa aman dan nyaman, sehingga pertumbuhan ekonomi semakin tumbuh, bahkan bisa sampai naik kelas dengan memiliki toko atau tempat lebih besar.

"Alhamdulillah penataan di Sultan Agung buah kolaborasi Pemkot lewat Satgasus PKL bersama Lions Club Bandung Ceria. Kami juga hadirkan tujuh set meja dan kursi untuk mendukung kenyamanan pembeli," katanya, Selasa (16/11/2021).

Seblak sultan yang dijual di Jalan Sultan Agung
Seblak sultan yang dijual di Jalan Sultan Agung (Dokumentasi Tribun Jabar)

Yana juga meminta pedagang tetap memperhatikan regulasi pemkot. Penataan ini juga sebagai upaya memfasilitasi masyarakat dengan tetap berpegang pada aturan dan ketentuan. Sebab, para PKL menempati trotoar yang merupakan hak pejalan kaki.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Bandung, Atet Dedi Handiman mengatakan regulasi PKL sudah tertulis di dalam Perda nomor 4 tahun 2011 tentang penataan dan pembinaan PKL.

Baca juga: Belum Sah ke Bandung Tanpa Menikmati Kuliner Malam Nan Lezat di Jalan Cibadak

"Kawasan kuliner Sultan Agung masuk kategori zona kuning. Sebanyak 20 pedagang bisa tetap berjualan dengan tetap ikuti aturan berlaku, semisal hak pejalan kaki diutamakan, kebersihan, dan waktu berjualan mulai pukul 08.00 - 21.00. Tapi, sore juga sudah ada yang selesai," ujarnya.

Selain kartu anggota, Atet menyebut juga pedagang di sana mendapatkan program dari BPJS ketenagakerjaan dalam upaya memberikan keamanan dan kenyamanan pedagang, termasuk mengakomodir pembuatan nomor induk berusaha (NIB).

Baca juga: Jalan Lengkong Kecil Menjadi Surga Kuliner Baru di Kota Bandung

"Kami berikan gratis dan tak bayar premi selama 3 bulan. Lalu, mereka bisa bayar secara mandiri. Kerja sama dengan BPJS ketenagakerjaan sudah sasar 1.000 pedagang. Kami ingin memberikan kepedulian kepada PKL untuk berjualan sesuai regulasi. Kalau memang zona merah ya jangan. Tapi, kalau mau diatur ya kami upayakan," ucapnya.

Presiden Lions Club Bandung Ceria, Rukita Surjaudaja, mengatakan, bantuan yang diberikan mereka sejalan dengan salahsatu program terkait lingkungan. Di samping mempercantik lapak jualan, katanya, bisa menata taman di sekitar area kuliner.

"Kami harap bisa menjadikan Sultan Agung sebagai pusat kuliner yang nyaman dan tertib," ujarnya. (Tribun Jabar/M Nandri Prilatama)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved