Pencinta Arloji dari Mancanegara Menggemari Produk-produk Pala Nusantara, Jam Kayu Lebih Estetik

"Pala Gawai ini justru lebih simple, bisa dicantolin di goodie bag, kalung yang fungsinya justru sebagai aksesoris"

instagram@palanusantara
Pala Gawai, inovasi Pala Nusantara saat pandemi 

Herawanto, Kepala Perwakilan BI Jabar, mengatakan di masa pandemi, UMKM justru dipaksa bisa beradaptasi. Sebab, pada masa pemulihan ekonomi serta masa pasca pandemi ke depan, digitalisasi menjadi kunci utama pembentukan daya saing, tidak hanya untuk survive namun juga berkembang memenangkan pertarungan bisnis.

"Jabar menjadi tempat kreativitas, luar biasa ketika bicara soal inovasi menjadi modal kita bersama. Bahwa modal yang kreatif ini harus tercermin di berbagai produk dan jasa," ujar Herawanto saat wawancara virtual, Senin (8/11/2021).

Produk jam kayu Pala Nusantara, Bandung
Produk jam kayu Pala Nusantara, Bandung (Tribun Jabar/Putri Puspita)

Sebelum pandemi, banyak UMKM yang menganggap enteng bergabung dengan e-commerce. Padahal, Herwanto bilang, e-commerce bisa membuat produk UMKM go global dan membuat nilai rupiah stabil.

"Potensi UMKM di Indonesia sangat besar sekali, dalam kebijakan BI Jabar harus didorong kemudian jadi UMKM global, kalau ada potensi ya kita akan dorong penuh," ucapnya.

Baca juga: Koleksi Fesyen yang Mix and Match Koleksi Para Desainer Bandung untuk Hari Raya Idulfitri

Dorongan ini dibutuhkan mengingat pelaku UMKM di Jabar yang terdampak pandemi mencapai 58.000 perusahaan. Ketua Dekranasda Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil berujar, 14.000 di antaranya merupakan pelaku UMKM sektor ekonomi kreatif.

Seperti Pala Nusantara, ribuan UMKM ini mampu menghadapi pandemi dengan berinovasi digital. Jam kayu digital asal Bandung ini bisa melewati badai pandemi Covid-19 dan mendunia. (Tribun Jabar/Putri Puspita)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved