Menikmati Kesegaran Segelas Cascara Fresca di Kedai Kopi Apik yang Jadi Tempat Nongkrong Favorit

"Baru dirilis sekitar dua Minggu kemarin kang. Idenya muncul secara intuitif saja, ketika ada bahan ini kalau saya campur jadi begini ya sudah"

Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Menu Cascara Fresca yang menyegarkan di Kedai Kopi Apik, Majalengka 

KOPI Apik adalah kedai kopi pertama di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Kedai itu didirikan oleh tiga pemuda bernama Gilang Pramudhita, Agung M Faisal, dan Khairil Fahmi.

Kedai kopi ini terletak di Jalan Satari, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka sejak September, 2014. Kedai kopi tertua di Majalengka ini masih tetap menjadi primadona ngopi di kalangan anak muda.

Bagaimana tidak, hingga saat ini Kopi Apik masih menjadi salah satu pilihan nomor satu anak muda Majalengka untuk dijadikan tempat nongkrong.

Suasana Kedai Kopi Apik di Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka
Suasana Kedai Kopi Apik di Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Kedai kopi yang menawarkan berbagai macam varian menu itu, menyuguhkan suasana tempat nongkrong yang asik dan minimalis.

Salah satu pemilik Kopi Apik, Gilang Pramudhita (35), mengatakan, selain melihat peluang bisnis, dia bersama duatemannya mendirikan sebuah kedai kopi yang berawal dari kecintaannya terhadap kopi dan hobi nongkrong.

Baca juga: Kopi Geulis Asal Tanjungsari Akan Diperkenalkan ke 10 Negara, di Amerika Serikat Paling Laris

"Melihat dari sulitnya tempat nongkrong di Majalengka. Terus karena saya gemar kopi juga dari dulu kan ya kenapa tidak mendirikan kedai kopi sendiri," ujar Gilang kepada Tribun belum lama ini.

Dengan memanfaatkan rumah orang tuanya seluas 11x20 meter, berdirilah sebuah kedai kopi yang kini semakin berkembang.

Baca juga: Barista Sekaligus Pemilik Kedai Kopi Ulin Ini Berikan Lima Tips Cara Nikmat Menikmati Kopi

"Ini rumah orang tua, awalnya mah hanya memanfaatkan teras depan saja. Sekarang mah alhamdulillah tempat ngopinya diperluas lagi bisa di dalam juga terus yang tadinya garasi mobil juga sekarang jadi tempat ngopi," ucap alumnus SMAN 1 Majalengka ini.

Adapun, menu yang ditawarkan di kedainya juga tak hanya menawarkan varian menu kopi, minuman non kopi serta kudapan dan makanan berat juga disuguhkan di sana.

Baca juga: Serunya Malam Mingguan Sambil Menonton Film Layar Lebar di Green House Kopi Cirebon

"Ada menu nonkopi juga, ada makan ringan buat cemilan, terus menu berat juga ada kayak nasi goreng, mi goreng, mi tek-tek juga ada. Kalau ukuran ramai dari awal sampai sekarang itu Vietnam drift sama V-60, kalau sekarang mah ramainya es kopi susu," katanya.

Bisnis kedai kopi yang telah Gilang geluti selama 5 tahun itu, kini berhasil membuka 2 cabang. Namun kedua cabangnya itu memiliki nama yang berbeda dari kedai kopi pertama yang Gilang dirikan.

Baca juga: Ini Cara Membuat Latte Art di Kopi Magma Jalan Braga, Karya Seni dalam Secangkir Kopi

"Sudah bikin dua cabang. Kami menyebutnya kongsi dagang, cabang pertama di depan SMAN 1 Majalengka namanya Rempah Embassy dan yang di Rajagaluh Kidul namanya T'samie Noodle Bar," katanya.

Untuk waktu operasional kedai Kopi Apik mulai buka dari pukul 07.00 hingga 22.00 WIB.

Kedai Kopi Apik ini tentunya menawarkan racikan kopi yang khas. Salah satu menu andalan kopi di Kedai Kopi Apik, yaitu cascara fresca.

Baca juga: Nongkrong di Kopi Ulin, Sajikan Ngopi Ala Kafe di Pinggir Jalan Kawasan Kota Tua Indramayu

"Cascara fresca ini olahan minuman dari kulit kopi yang dikeringkan kemudian kita mix jadi sebuah minuman yang menarik. Kulit kopi ini diseduh kemudian ditambah lemon, dicampur dengan soda jadilah cascara fresca," ujar Owner Kedai Kopi Apik, Gilang.

Minuman yang dibandrol Rp 15 ribu itu, memiliki rasa yang menyegarkan. Sehingga, minuman ini sangat cocok untuk mengembalikan mood positif setelah merasakan lelahnya beraktivitas.

"Cascara fresca kalau bahasa Spanyol itu artinya menyegarkan. Minuman ini rasanya memang menyegarkan," ucapnya 

Salah satu menu yang ditawarkan kedai Kopi Apik Majalengka
Salah satu menu yang ditawarkan kedai Kopi Apik Majalengka (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Kata Gilang, ide racikan kopi ini lahir secara insting dirinya sebagai "pecandu" kopi. Dengan eksperimen dirinya, Gilang berhasil menjodohkan perpaduan kopi dengan lemon sehingga menghasilkan minuman yang menyegarkan.

"Baru dirilis sekitar dua Minggu kemarin kang. Idenya muncul secara intuitif saja, ketika ada bahan ini kalau saya campur jadi begini ya sudah akhirnya jadi satu produk minuman," katanya.

Baca juga: Menikmati Teh Atau Kopi Sambil Bersantai di Restoran Tamansari Hotel Santika Cirebon

Minuman dengan takaran 160 Mililiter itu disajikan tanpa gula didalamnya. Namun, gula pada minuman ini ditabur dipinggir mulut gelas, sehingga mendapatkan sensasi manis di akhir.

"Artinya bukan dicampur di dalam minumnya tapi jadi pendamping atau pelengkap aja di gelasnya seperti itu. Bisa juga dikatakan sebagai garnis atau pemanis," katanya.  (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved