Inilah Elang Jawa, Hewan Dilindungi yang Menjadi Sosok Burung Garuda Lambang Negara RI

Elang jawa merupakan jenis burung pemakan daging atau karnivora yang memiliki bentuk sayap membulat dan menekuk sedikit ke atas

Tribun Cirebon/Handhika Rahman
Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) 

ELANG Jawa (Nisaetus bartelsi) menjadi satwa langka yang saat ini dilindungi oleh undang-undang perlindungan hewan. Burung endemik pulau Jawa ini sangat indentik dengan simbol negara Republik Indonesia, yakni burung Garuda.

"Hari ini kami mengevakuasi satwa liar yang dilindungi undang-undang, yakni jenis burung elang jawa yang identik dengan lambang garuda pancasila," ujar Petugas Polisi Hutan (Polhut) KSDA XXII Cirebon BBKSDA Jabar, Ade Kurniadi Karim saat evakuasi elang jawa yang ditemukan warga di Kabupaten Indramayu, Kamis (11/11/2021).

Ade Kurniadi Karim menjelaskan, ciri yang membuat satwa endemik pulau Jawa ini identik dengan lambang negara Indonesia tersebut karena elang jawa memiliki jambul di kepalanya.

Burung elang jawa saat hendak dievakuasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat di tempat praktik salah satu dokter hewan di Jalan Soekarno-Hatta Indramayu, Kamis (11/11/2021)
Burung elang jawa saat hendak dievakuasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat di tempat praktik salah satu dokter hewan di Jalan Soekarno-Hatta Indramayu, Kamis (11/11/2021) (Tribun Cirebon/Handhika Rahman)

Jambul itu mirip dengan simbol lambang negara yang dilambangkan dengan gambar burung Garuda yang tengah membentangkan sayapnya dan menoleh ke kanan.

Dikutip dari laman indonesia.go.id, Garuda merupakan hewan mitologi yang menjadi kendaraan Dewa Wisnu.

Baca juga: Rawa Gelam Satu-satunya di Pulau Jawa Ada di Taman Kehati Indramayu, Ada 18 jenis Burung

Awalnya, binatang dalam mitos tersebut mempunyai sepasang sayap, berkepala burung, tapi dengan tubuh seperti manusia. Burung pada Garuda Pancasila pun awalnya tak mempunyai jambul.

Kemudian Presiden RI pertama, Soekarno, mempunyai usul untuk menambahkan jambul dalam simbol satwa tersebut agar tidak mempunyai kemiripan dengan elang bondol yang merupakan lambang negara Amerika Serikat. 

Baca juga: Burung Hantu Sekilas Tampak Seram Namun Ternyata Lucu, Penangkarannya Ada di Indramayu

Pada 19 Februari 1950, untuk pertama kalinya lambang negara Indonesia tersebut diperkenalkan kepada publik. Tidak sedikit yang menyebut jambul di kepala burung Garuda mirip dengan elang jawa.

Elang jawa merupakan jenis burung pemakan daging atau karnivora yang memiliki bentuk sayap membulat dan menekuk sedikit ke atas saat melakukan soaring (membumbung tinggi).  Ukuran kepalanya tidak terlalu kecil dan ekor elang jawa memiliki ukuran yang panjang.

Elang jawa (Nisaetus bartelsi)
Elang jawa (Nisaetus bartelsi) (Tribun Cirebon/Handhika Rahman)

Jambul yang terdapat pada bagian kepalanya menjadi ciri khas utama dari satwa unik yang satu ini. Adapun kebiasaan elang jawa ialah terbang dengan melakukan soaring atau gliding (meluncur) saat berburu. 

Mangsa utamanya adalah kadal, tikus, tupai, kelinci, ayam hutan, dan lain sebagainya.

Baca juga: Ditpolairud Imbau Wisatwan Jangan Berenang di Pantai Selatan Jabar, Arus Laut Samudra Hindia Ganas

Meski demikian, burung elang jawa sekarang sudah masuk dalam kategori satwa langka di Indonesia sejak tahun 1992.  Hal ini lah yang membuatnya dilindungi oleh undang-undang.

Ade Kurniadi Karim juga meminta kepada masyarakat yang menemukan atau memelihara burung elang jawa agar bisa melapor ke BBKSDA Jabar untuk diserahterimakan kepada negara.

Elang jawa (Nisaetus bartelsi)
Elang jawa (Nisaetus bartelsi) (Tribun Cirebon/Handhika Rahman)

Hal ini sesuai dengan UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

"Dengan pidana 5 tahun penjara atau pidana denda Rp 100 juta. Oleh karena itu bagi masyarakat yang menemukan maupun memelihara satwa dilindungi alangkah baiknya melaporkan ke kami untuk kemudian diserahterimakan kepada negara," ujarnya. (Tribun Cirebon/Handhika Rahman)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved