Pariwisata Kembali Bangkit, Ketua ASPPI Jabar Fokus Pengembangan Para Pelaku Pariwisata

"ASPPI fokus pada pembangunan SDM pelaku pariwisata yang tersertifikasi, edukasi, dan memiliki pengalaman dengan berbagai keahlian yang dimiliki"

Tribun Jabar/Putri Puspita
Pelantikan ketua ASPPI yang baru, Chevy Ferdian di Saung Udjo, Jalan Padasuka, Kota Bandung 

INDUSTRI pariwisata mulai kembali bangkit dan aktif untuk turut memajukan pemulihan ekonomi setelah hampir memasuki 2 tahun harus bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Ramainya tempat wisata di berbagai daerah mulai dari kawasan utara dan selatan di Jawa Barat menjadi salah satu destinasi lokal yang kembali menggeliat dan ramai dikunjungi hingga saat ini.

Untuk kembali membangun pariwisata yang aman dan nyaman, Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Jawa Barat, Chevy Ferdian pun fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Proses pelantikan ketua ASPPI yang baru, Chevy Ferdian di Saung Udjo, Kota Bandung, Rabu (10/11/2021)
Proses pelantikan ketua ASPPI yang baru, Chevy Ferdian di Saung Udjo, Kota Bandung, Rabu (10/11/2021) (Tribun Jabar/Putri Puspita)

"ASPPI fokus pada pembangunan SDM pelaku pariwisata yang tersertifikasi, edukasi, dan memiliki pengalaman dengan berbagai keahlian yang dimiliki," ujar Chevy saat ditemui seusai pelantikan dirinya sebagai ketua di SaungĀ  Angklung Udjo, Jalan Padasuka, Rabu (10/11/2021).

Mendapat amanat sebagai Ketua ASPPI di masa pandemi diakui Chevy menjadi tantangan yang luar biasa bagi dirinya. "Ketika saya terpilih pada Februari 2020 kondisi teman-teman 80 persen sudah tidak di dunia pariwisata. Tapi sekarang, kondisi berangsur membaik," ujar Chevy.

Baca juga: Kunjungi Alam Wisata Cimahi, Menteri Pariwisata Sandiaga Uno Mainkan Si Cepot di Depan Plt Wali Kota

Saat ini para pelaku pariwisata, kata Chevy, sudah 85 persen mulai kembali bergerak. Meskipun saat ini kebijakan yang berubah-ubah masih menjadi keresahan para pelaku pariwisata.

Oleh karena itu ASPPI memiliki tagline "Gerakan Bersama Untuk Bangkitkan Pariwisata Jabar Melalui Pelaku Pariwisata yang Profesional, Akseleratif, dan Adaptif".

Baca juga: Pekerja Migran di Luar Negeri Akan Dilibatkan untuk Promosi Pariwisata Kabupaten Pangandaran

"Pelaku pariwisata harus akseleratif berperan di masa pandemi dan adaptif untuk update terus informasi yang ada saat ini menyesuaikan dengan kondisi," ucapnya.

Ditemui di acara yang sama Kadisbudpar Jawa Barat, Dedi Taufik mengatakan para pelaku industri pariwisata harus komit dengan adanya pendekatan CHSE dan adanya aplikasi PeduliLindungi.

"Untuk yang ingin ke Jabar don't panic, do vaksin, go picnic! ASPPI juga sudah menyiapkan mulai dari pelaku usaha yang disiplin protokol kesehatan," ucap Taufik.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Dedi Taufik
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Dedi Taufik (Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman)

Sementara itu adanya aturan yang berubah dikatakan Taufik memang berdampak pada pengunjung yang ingin berlibur ke Jabar.

"Ya berdampak tapi yang penting prokes ketat, kita sudah ada PeduliLindungi, CHSE, kalau pelaku pariwisata punya bisa jadi poin punya standar prokesnya ketat," ucapnya.

Baca juga: Jabar dan Malaysia Sepakat Kerja Sama Promosi Pariwisata Khususnya Umrah dan Pertukaran Pelajar

Memiliki berbagai jenis keindahan alam, Jawa Barat menjadi incaran bagi wisatawan untuk berlibur. Disbudpar Jabar pun menargetkan ada 15 juta wisatawan yang datang ke Jabar hingga akhir tahun ini. (Tribun Jabar/Putri Puspita)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved