Rumah Produksi Aksa Bumi Langit Hadirkan Film Alang-Alang, Ikut Festival Film Internasional

Kerasnya hidup di pelelangan membuat Huda semakin ingin mewujudkan keinginanya, medapatkan ikan berwujud emas di laut

Tribun Jabar/Putri Puspita
penulis sekaligus sutradara, Khusnul Khitam film Alang-Alang saat Bincang bersama Cast & Crew Film Alang-Alang' di Eduplex Coworking Space, Jalan Dago, mINGGU (7/11/2021) malam 

AKSA Bumi Langit, rumah produksi yang berasal dari Kota Bandung mempersembahkan sebuah film berjudul Alang-Alang yang rencananya akan di ikutsertakan dalam festival internasional dan rilis di bioskop Indonesia pada kuartal II 2022.

Film Alang-Alang bercerita dengan tema perjuangan dan harapan anak yang tumbuh di daerah pelelangan ikan dengan layar lokasi Kota Pekalongan.

Ide filmĀ  Alang-alang diambil dari sang penulis sekaligus sutradara, Khusnul Khitam yang membuat dokumenter terkait Alang-Alang.

Potongan adegan Putri Ayudya dalam film Alang-Alang
Potongan adegan Putri Ayudya dalam film Alang-Alang (dokumentasi aksa bumi langit)

Istilah ini diambil untuk anak-anak pencuri ikan di tempat pelelangan ikan di Kota Pekalongan pada 2005.

Sejak 2010, pria yang lebih akrab disapa Tatam itu mulai menulis cerita untuk film fiksi Alang-Alang dan akhirnya bertemu dengan Chandra Sembiring, selaku produser film Alang-Alang.

Tatam mengatakan, pertemuan denga rumah produksi Aksa Bumi Langit memiliki visi dan misi sama untuk mengangkat isu tentang resiliensi keluarga dapat terwujud.

"Kami berharap film Alang-Alang dapat mengajak seluruh masyarakat, terutama orang dewasa, untuk lebih menyadari dan terpanggil untuk berperan dalam mendukung seluruh anak-anak di sekitar kita agar punya harapan baik di masa depan," kata Tatam di acara "Bincang bersama Cast & Crew Film Alang-Alang" di Eduplex Coworking Space, Jalan Dago, Minggu malam (7/11/2021).

Sebagai orang asli Pekalongan, Tatam menceritakan, ia melihat banyak anak-anak pelelangan ikan yang menjadi alang-alang. Padahal seharusnya, anak-anak tersebut bersekolah atau bermain.

"Dari kejadian tersebut, saya tuangkan imajinasi dalam fiksi karena kalau dijadikan film dokumenter akan terbatas," ucap Tatam.

Diperankan oleh Putri Ayudya dan Rafli Anwar sebagai pemain lokal, film ini mengangkat isu sosial, yakni kehidupan anak-anak yang sebagaimana mestinya.

Meskipun Rafli baru pertama kali main film layar lebar, namun sebelumnya, ia aktif di pertunjukan seni tradisional.

"Saya senang bisa mengenal dunia perfilman. Dalam membentuk chemistry dengan Kak Putri juga nggak susah, karena dengan pemain lain juga saya mengikatkan tali persahabatan, jadi menganggap mereka ini sebagai kakak, ibu, atau ayah sendiri," ujar Rafli.

Rafli juga merasa senang bisa beradu akting dengan Putri Ayudya karena sudah lebih dulu berkiprah sebagai pemain film profesional.

Sebelum menjalani syuting selama 15 hari, seluruh pemain lebih dulu diberikan latihan, seperti latihan fisik dan dialog.

Hal serupa juga diungkapkan Putri Ayudya yang telah berkarir di industri film selama lima tahun. Putri mengatakan film Alang-Alang menjadi produksi yang paling berkesan bagi dirinya.

"Untuk bangun chemistry, kami nggak pakai teknik apa-apa. Rafli sangat open, dan dia paling mudah menyatukan kita. Kami banyak ngobrol dan dia sudah seperti adik sendiri," ucap Putri.

Film 'Alang-Alang' menceritakan tentang Huda (Rafli Anwar) pencuri ikan di pelelangan, memutuskan meninggalkan rumah sejak ibunya meninggal dan perlakuan kasar bapaknya yang pemabuk.

Potongan film Alang-alang
Potongan film Alang-alang (dokumentasi aksa bumi langit)

Huda, seorang anak kecil yang terpaksa mencuri ikan di tempat pelelangan ikan untuk bertahan hidup.

Kerasnya hidup di pelelangan membuat Huda semakin ingin mewujudkan keinginanya, medapatkan ikan berwujud emas di laut.

Pada akhirnya, seorang anak seperti Huda kehabisan pilihan dan berjuang mencari ikan berwujud emas dalam rasa putus asa. (Tribun Jabar/Putri Puspita)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved