Bagi yang Ingin Menonton Rampak Genteng di Jatiwangi Wajib Perlihatkan Sertifikat Vaksin

"Akibat dari sentra genting itu banyak banget di Jatiwangi kalau bikin musala (surau), madrasah, pos-pos itu lebih mudah dan lebih murah

Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Para siswa di Kecamatan Jatiwangi berlatih persiapan pagelaran event Rampak Genteng Majalengka, Sabtu (6/11/2021) 

PAGELARAN  rampak Genteng yang sudah digelar sejak 2012 di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka bakal segera digelar kembali. Rencananya, event tersebut akan dilaksanakan pada 11 November 2021.

Menyikapi hal itu, panitia pelaksana event Rampak Genteng Jatiwangi Majalengka mewajibkan kepada para penonton untuk membawa sertifikat vaksin. Hal itu sesuai ketentuan dalam mencegah penyebaran Covid-19.

"Kami haruskan penonton mendaftar daring dan juga diharuskan membawa bukti sudah divaksin. Selama di lokasi, penonton diwajibkan tetap mengenakan masker. Kami ingin memastikan bahwa event ini dilaksanakan dengan penerapan Prokes," ujar Panitia Event, Ahmad Thian Vultan kepada media, Senin (8/11/2021).

Dokumentasi Event Rampak Genting di Jatiwangi, Majalengka pada 2018
Dokumentasi Event Rampak Genting di Jatiwangi, Majalengka pada 2018 (Dokumentasi Tribun Jabar)

Thian menyampaikan, dari kesepakatan dengan berbagai pihak, event pada tahun ini hanya akan melibatkan peserta maksimal 1.000 orang dan penonton 500 orang.

Untuk membatasi lonjakan penonton, panitia telah menyiapkan tiket pemesanan secara online pada event 3 tahunan yang akan digelar di Eks Pabrik Gula (PG) Jatiwangi itu.

"Untuk penonton, pihak panitia menyediakan registrasi secara daring lewat akun medsos Rampak Genteng di Instagram. Di bagian bio, ada link untuk pendaftaran," ucapnya.

Baca juga: Penyandang Disabilitas Majalengka Menyulap Bambu Jadi Kerajinan, Dijual Online dan di Objek Wisata

Melihat antusiasnya peserta dan penonton pada tahun sebelumnya, panitia juga menyiarkan secara daring pada saat kegiatan berlangsung.

Selain itu, ujar Thian, pihak panitia juga sudah mengunggah video tutorial bagi masyarakat yang akan ambil bagian secara streaming.

"Lewat media daring, kami sudah siapkan semuanya, termasuk cara memukulnya. Jadi, teman-teman yang tidak bisa hadir juga, tetap bisa ambil bagian dalam hajat ini. Tahun ini kami ambil tema doa tanah," jelas dia.

Baca juga: Ini Tujuh Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Alun-alun Majalengka yang Baru Diresmikan

Kecamatan Jatiwangi merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Majalengka. Wilayah ini adalah salah satu produsen genting terbaik di Jawa Barat hingga sempat merambah pasar internasional kala itu. 

Guna menjaga sisi historikal sejarah, Ketua Komite Ekonomi Kreatif yang juga sebagai founder Jatiwangi Art Factory (JAF), Ginggih Syar Hasyim bersama timnya menggagas event festival tahun tanah yang mana, digelar setiap 3 tahun sekali.

"Memang kalau setiap tiga tahun itu, kami bikin rangkaian tahun tanah, diantara rangkaian tahun itu ialah Rampak Genteng, sebenarnya itu sebagai rasa tanda hormat dan syukur kita terhadap tempat tinggal," ujar Ginggih belum lama ini.

Baca juga: Nepalnya Indonesia Ternyata Juga Ada di Kampung Cibuluh, Desa Tejamulya, Kabupaten Majalengka

Melihat ke belakang, kata Ginggih, rasa syukur dan tanda hormat tersebut berasal dari Kecamatan Jatiwangi sebagai sentra produksi genteng  dimulai pada 1905 silam. Dengan dua tokohnya, ialah H Umar bin Ma'rup dan Barmawi saat diskusi waktu itu.

"Akibat dari sentra genting itu banyak banget di Jatiwangi kalau bikin musala (surau), madrasah, pos-pos itu lebih mudah dan lebih murah, karena biasanya juga gentingnya disumbang jadi tak hanya dari sisi ekonomi, pengaruh sentra genting hampir mencakup seluruh sendi kehidupan, sosial dan budaya, makanya timbul lah rangkaian acara dari mulai Maret hingga Desember di tahun ini sebagai tanda penghormatan dan rasa syukur," katanya.

Baca juga: Pizza Hits Ini Dikirim ke Pemesan Tanpa Ongkos Kirim, Pemiliknya Gemar Memfoto Keindahan Majalengka

Dia menambahkan, dari rangkaian tahun tanah mampu memberikan pengaruh positif di Kabupaten Majalengka.

"Ini bisa memancing interaksi satu sama lain, kami sama-sama belajar, interaksi pengalaman, pikiran bahkan ekonomi kita bisa bertukar pengetahuan, teknologi, karena menarik banyak orang yang datang ke Jatiwangi," jelas dia.

Sejumlah komunitas seni dan tokoh masyarakat bersama-sama membakar Genteng pada Bakar Jamaah, Sabtu (11/9/2021).
Sejumlah komunitas seni dan tokoh masyarakat bersama-sama membakar Genteng pada Bakar Jamaah, Sabtu (11/9/2021). (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Adapun, rangkaian festival tahun tanah mencakup beberapa agenda, salah satunya rampak genteng itu sendiri. Dengan banyaknya ragam kegiatan, lebih jauh Ketua Ekraf menyampaikan bahwa Kecamatan Jatiwangi kian dikenal hingga mancanegara.

"Ketika event ini mulai dikenal termasuk rampag genteng, banyak orang berdatangan, dan dalam suatu waktu pernah mengosongkan setidaknya 20 rumah untuk tempat nginap," katanya. (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved