Longser Masih Diminati Kaum Milenial, Festivalnya Digelar Dua Tahun Sekali, Didukung Kemendikbud

"Ini acaranya dari 4 sampai 6 Oktober 2021. Jadi, rangkaiannya pentas sama pengumuman pemenang, kalau lombanya sudah dilakukan secara online"

Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman
Salah satu grup longser asal Baleendah, Kabupaten Bandung tengah berpentas, di Gedung De Majestic, Jalan Braga, Kota Bandung, Kamis (4/11/2021) 

Teater rakyat khas awa Barat atau biasa disebut longser, masih diminati kaum milenilas. Tercatat, ada sembilan grup longser dari berbagai daerah di Jawa Barat, ikut dalam festival longser ke VIII yang diadakan oleh Toneel Bandung, di gedung De Majestic, Jalan Braga, Kota Bandung, Kamis (4/11/2021).

Puji Koswara, ketua pelaksana Festival Longser VIII mengatakan, kegiatan ini sudah dilakukan secara rutin setiap dua tahun sekali, untuk menjaga kebudayaan longser tetap bertahan.

Pada kegiatan tahun ini, pihaknya pun mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Bidang Kebudayaan.

Salah satu grup longser asal Baleendah, Kabupaten Bandung tengah berpentas, di Gedung De Majestic, Jalan Braga, Kota Bandung, Kamis (4/11/2021)
Salah satu grup longser asal Baleendah, Kabupaten Bandung tengah berpentas, di Gedung De Majestic, Jalan Braga, Kota Bandung, Kamis (4/11/2021) (Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman)

"Ini acaranya dari 4 sampai 6 Oktober 2021. Jadi, rangkaiannya pentas sama pengumuman pemenang, kalau lombanya sudah dilakukan secara online, diupload ke Youtube, jadi penilaiannya dari video di Youtube. Di sini hanya seremoni pentas," ujar Puji, saat ditemui di sela kegiatan.

Menurut dia, tema yang diangkat dalam festival kali ini adalah "Pemanfaatan teknologi dalam mempertahankan budaya."

Sembilan grup yang mengikuti festival ini, kata dia, semua berasal dari Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Program dari Tunnel Bandung ini fokusnya pada regenerasi anak muda, makanya kami tidak membuat festival yang skalanya umum, selalu dari wilayah pelajar untuk merawat regenerasi," katanya.

Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat terus digelar oleh lembaga atau komunitas lain agar budaya Longser tidak punah dimakan zaman.

"Harapannya festival selanjutnya lebih banyak sekolah yang terlibat agar budaya longser ini terus bertahan," ucapnya.

Longser merupakan teater rakyat khas Sunda. Pertunjukan ini digelar tanpa setting panggung dan mengandalkan improvisasi pemain serta interaksi dengan penonton. (Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved