Mang Endut Puluhan Tahun Memproduksi Minyak Kletik di Ciamis, Produknya Laris Manis

“Ada cita rasa sendiri bila menggoreng (baik itu ikan, ayam, maupun daging) dengan menggunakan minyak kletik. Katanya,mengandung kolesterol baik”

Tribun Jabar/Andri M Dani
Mang Endut menunjukkan minyak kletik yang ia buat di outletnya, Saung Galendo Mang Endut di Ciamis, Senin (1/11/2021). 

ZAMAN boleh saja berubah. Tapi tidak bagi H Endut Rohaedi (69). Mang Endut, begitu ia biasa disapa, tetap setia membuat kletik. Minyak goreng serbaguna dari buah kelapa.

Jauh sebelum minyak sawit (CPO) marak, masyarakat di Tanah Air, terutama di pulau Jawa, menggunakan minyak kletik untuk menggoreng.

Di daerah-daerah yang menjadi sentra perkebunan kelapa seperti di Ciamis, tradisi "ngletik" bahkan ada di tiap rumah. Warga mengolah sendiri santan kelapa menjadi minyak goreng, dan tentu saja memanfaatkan sari pati santannya menjadi galendo, penganan khas Ciamis yang terkenal.

Produkski galendo dan minyak kletik milik Mang Endut di Jalan Raya Ciamis-Banjar Km 3 Cijantung, Ciamis
Produkski galendo dan minyak kletik milik Mang Endut di Jalan Raya Ciamis-Banjar Km 3 Cijantung, Ciamis (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Itu pula yang hingga kini setia dilakoni Mang Endut di pabrik kecilnya di Lingkungan Cilame, Ciamis. Setiap hari, tak kurang dari 750 butir kelapa ia olah menjadi galendo dan minyak kletik.

Hasilnya lumayan. Setiap hari Mang Endut bisa mendapat setidaknya 55 kilogram galendo sebagai produk utama, dan 65 kilogram minyak kletik.

Baca juga: Mang Endut Berharap Objek Wisata Dibuka Walaupun PPKM Diperpanjang Jika Tidak Usaha Galendo Tutup

Dibanding harga minyak CPO, harga minyak kletik ini, menurut Mang Endut, relatif stabil.  “Harganya Rp 150 ribu per jeriken isi lima liter, atau Rp 30 ribu per liter. Itu harga lama, tidak naik-naik,” ujar Mang Endut saat ditemui Tribun di outlet-nya di Ciamis, Senin (1/11/2021).

Minyak kelapa khas Ciamis tersebut dijual Mang Endut di outletnya, Saung Galendo Mang Endut. Namun, selain di outlet tersebut, minyak kletik juga masih bisa dengan mudah ditemukan di kios-kios penjual galendo di Pasar Manis Ciamis, terutama yang ada di Blok C. Para perajin galendo juga menjual minyak kletik mereka di sana.

Baca juga: Sabar Menunggu Antrean untuk Membeli Es Kelapa Muda Si Madu di Jalan Tamansari

Mang Endut mengatakan, meski penggunaan minyak kletik tak semasif dulu saat minyak CPO belum marak, minyak kletik tak pernah kehabisan pasar.

Meski harganya jauh lebih mahal dari harga minyak goreng curah maupun minyak goreng kemasan yang umum dijual di pasar, kata Mang Endut, banyak warga yang masih fanatik menggunakan minyak kletik.

Pabrik galendo Mang Endut di  Jalan Kapten Harsono Sudiro, Cilame, Kabupaten Ciamis yang berhenti beroperasi
Pabrik galendo Mang Endut di Jalan Kapten Harsono Sudiro, Cilame, Kabupaten Ciamis yang sempat berhenti beroperasi saat PPKM level 3  (Tribun Jabar/Andri M Dani)

“Ada cita rasa sendiri bila menggoreng (baik itu ikan, ayam, maupun daging) dengan menggunakan minyak kletik. Katanya, mengandung kolesterol baik,” katanya.

Menurut Mang Endut, minyak kelapa atau minyak kletik sebagai minyak goreng jauh lebih berkhasiat dengan kandungan asam laurat (lauric acid)-nya.

Baca juga: Curug Bunton yang Indah Itu Ada di Tengah Hutan di Banjaranyar, Ciamis. Ada Batu Menggantung

Minyak kletik juga dikenal sangat baik untuk dipakai mengurut. Kerap dimanfaatkan ibu-ibu yang bersalin dan umum digunakan sebagai minyak rambut, terutama dari kalangan usia tua di pelosok kampung.

Itu sebabnya, selain kemasan lima liter, Mang Endut juga menjual minyak kletik dalam kemasan satu liter, dan kemasan 250 mililiter (ml). Kemasan 250 ml, ujar Mang Endut, biasanya untuk minyak urut atau minyak rambut.

Baca juga: Menikmati Wisata di Sayang Kaak Ciamis di Bawah Pantauan Satgas Covid-19

“Untuk pasar Jakarta, lebih laku kemasan yang 250 ml. Biasanya digunakan sebagai minyak urut. Umum dijual di minimarket. Harganya Rp 10.000 per botol,” ujar Mang Endut.  (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved