Anak Usia 12 tahun Boleh Masuk Objek Wisata di Kab Bandung Barat Tapi Harus Didampingi Orang Tua

Ada log in aplikasi (PeduliLindungi) juga, untuk kendalanya sebetulnya enggak ada, tapi kadang dari pengguna yang sinyalnya kurang baik

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Sejumlah orangtua saat membawa anak usia dibawah 12 tahun di objek wisata The Great Asia Africa Lembang. 

PENGELOLA objek wisata di Lembang, Kabupaten Bandung Barat  kembali mengizinkan anak di bawah 12 tahun untuk masuk ke area objek wisata setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

Kendati demikian, pengelola objek wisata tetap memberlakukan beberapa syarat yang harus diterapkan oleh wisatawan saat anak-anaknya masuk ke area objek wisata untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Public Relation The Great Asia Africa dan Farm House, Intania Setiati mengatakan, anak-anak di bawah usia 12 tahun itu diizinkan masuk ke area objek wisata, namun mereka wajib didampingi orangtuanya yang sudah divaksinasi. 

The Great Asia Africa
The Great Asia Africa (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

"Untuk anak sudah boleh masuk karena ada diskresi juga kan. tapi tetap harus didampingi orangtuanya dan orangtuanya harus sudah divaksinasi," ujarnya di Lembang, Minggu (24/10/2021).

Atas hal tersebut, pihaknya juga mewajibkan orangtuanya yang membawa anak-anak dibawah usia 12 tahun itu untuk melakukan log ini aplikasi PeduliLindungi sesuai anjuran dari pemerintah.

Baca juga: Ini Dia Keunikan Spot Foto 7 Negara yang Ada di Wisata The Great Asia Africa

"Ada log in aplikasi (PeduliLindungi) juga, untuk kendalanya sebetulnya enggak ada, tapi kadang dari pengguna yang sinyalnya kurang baik," kata Intan.

Sementara untuk mencegah membludaknya para pengunjung, pihaknya juga tetap melakukan pembatasan kunjungan maksimal 50 persen dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Farm House Lembang Sediakan Lahan Parkir Luas untuk Antisipasi Parkir Liar yang Tarifnya Mencekik

Intania mengatakan, semua wisatawan juga wajib mengikuti aturan yang berlaku supaya tidak terjadi gelombang ketiga kasus Covid-19 seperti prediksi dari pemerintah. 

Suasana replika Kota Kyoto yang ada di The Great Asia Africa
Suasana replika Kota Kyoto yang ada di The Great Asia Africa (Tribunjabar.id/putripuspita)

"Untuk antisipasi gelombang ketiga ya itu tadi, semua aturan soal prokes, pembatasan pengunjung, itu kita lakukan supaya mereka patuh," ucapnya.

Menurutnya, semua pencegahan seperti itu memang perlu dilakukan, karena jika terjadi lagi lonjakan kasus Covid-19, nantinya akan merugikan semua pengelola objek wisata. (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved