Penumpang Ada yang Membatalkan Penerbangan dan Mengeluh Harga Mahal Akibat Kewajiban Tes PCR

"SE ini baru berlaku 24 Oktober jadi belum terlihat adanya penurunan. Nanti akan terlihat lima hingga tujuh hari ke depan"

Tribun Jabar/Cipta Permana
Pemeriksaan dokumen persyaratan calon penumpang penerbangan oleh petugas KKP di pintu masuk keberangkatan Bandara Husein Sastranegara Bandung, Senin (25/10/2021) 

MELALUI Surat Edaran Nomor 88 tahun 2021, penumpang pesawat dari dan menuju Pulau Jawa-Bali wajib menunjukkan hasil negatif Covid-19 tes PCR maksimal 2x24 sebelum keberangkatan.

Penerbitan SE Nomor 88/21 tersebut mengacu pada SE Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 21/2021 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53/2021, dan Inmendagri Nomor 54/2021, yang berlaku efektif mulai 24 Oktober 2021.

Executive General Manager Bandara Husein Sastranegara, R Iwan Mahdar menyebutkan adanya aturan ini belum terlihat dampak yang signifikan bagi penumpang pesawat di Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Executive General Manager Bandara Husein Sastranegara, R. Iwan Mahdar jelaskan terkait penerapan aturan wajib PCR bagi calon penumpang penerbangan di Bandara Husein Sastranegara Bandung
Executive General Manager Bandara Husein Sastranegara, R. Iwan Mahdar jelaskan terkait penerapan aturan wajib PCR bagi calon penumpang penerbangan di Bandara Husein Sastranegara Bandung (Tribun Jabar/Cipta Permana)

"SE ini baru berlaku 24 Oktober jadi belum terlihat adanya penurunan. Nanti akan terlihat lima hingga tujuh hari ke depan karena cukup banyak penumpang yang sudah beli tiket," ujar Iwan saat dihubungi, Senin (25/10/2021).

Adanya aturan ini juga membuat adanya pengunjung yang membatalkan penerbangan.

"Ada juga yang membatalkan, ada beberapa penumpang yang menggunakan antigen tidak bisa berangkat," ucapnya.

Baca juga: Layaknya Penumpang, Pramugari Juga Sering Kentut dan Alami Perut Kembung di Pesawat

Sementara itu untuk operasional penerbangan pun hingga saat ini memang masih belum normal karena masih dalam proses PPKM.

Kewajiban tes PCR ini membuat penumpang pesawat mengeluh. Sabila misalnya telah memutuskan untuk pergi berlibur ke Bali pada Jumat (22/10/2021) pekan lalu.

"Aku baru dapat infonya dari teman katanya sekarang harus PCR. Untung banget ada yang kasih tahu," ujar Sabila saat dihubungi, Kamis (21/10/2021).

Baca juga: 3 Tindakan Kasar Petugas Bagasi Bandara yang Sebabkan Kerusakan Koper Penumpang

Ia mengatakan adanya aturan ini cukup memberatkan karena artinya ia harus mengeluarkan uang lebih untuk berlibur.

Apalagi harga test PCR cukup mahal dan menguras kantong. "Ya berarti untuk PCR saja aku harus mengeluarkan biara sampai Rp 1 juta karena nanti pulang juga wajib PCR," ucapnya.

Ia pun mengungkapan harga PCR yang harus ia lakukan pun justru lebih mahal dari harga bujet tiket pesawat menuju Bali.

Baca juga: 7 Hal yang Pertama Kali Diperhatikan Pramugari Saat Penumpang Masuk ke Pesawat

Iwan Mahdar menambahkan, Bandara Husein Sastranegara Bandung tengah mengupayakan mampu mengeluarkan hasil tes antigen PCR dalam kurun waktu maskimal tiga jam, untuk mempercepat layanan. Dimana saat ini hasil tersebut baru bisa dikeluarkan maksimal 1x24 jam.

Foto ilustrasi penumpang naik ke pesawat terbang
Foto ilustrasi penumpang naik ke pesawat terbang (Tribunnews)

" Mudah-mudahan tidak lama lagi, kami bisa menerapkan itu, untuk mempercepat layanan bagi calon penumpang yang melakukan pemeriksaan di Farma Lab yang ada di selasar Bandara Husein Sastranegara," ucapnya.

Ia pun memastikan bahwa, seluruh calon penumpang pesawat di Bandara Husein Sastranegara tidak akan dapat menggunakan hasil tes PCR palsu sebagai dokumen syarat perjalanan karena setiap hasil PCR terintegrasi dalam sistem NAR yang terkoneksi dengan aplikasi PeduliLindungi. (Tribun Jabar/Putri Puspita/Cipta Permana)

 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved