Wihara Dewi Welas Asih di Kota Cirebon Ini Bukan Sekadar Tempat Ibadah Tapi Juga Destinasi Wisata

berdasarkan manuskrip dari Keraton Kasepuhan disebutkan bahwa wihara tersebut telah berdiri pada 1559

Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi
Bangunan utama Wihara Dewi Welas Asih yang berada di Jalan Kantor, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon 

WIHARA Dewi Welas Asih yang berada di Jalan Kantor, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, merupakan salah satu situs budaya di Cirebon.

Namun, siapa sangka ternyata nama Wihara Dewi Welas Asih baru digunakan dalam beberapa puluh tahun terakhir.

Pembina umat Budha Wihara Dewi Welas Asih, Romo Djunawi, mengatakan, sebelumnya wihara itu bernama Tio Kak Si.  nama tersebut digunakan sejak wihara tersebut berdiri hingga masa pemerintahan Orde Baru.

"Di masa orde baru namanya diubah menjadi Wihara Dewi Welas Asih, dan digunakan hingga sekarang," ujar Romo Djunawi saat ditemui di Wihara Dewi Welas Asih, Selasa (11/10/2021).

Altar dewa di Wihara Dewi Welas Asih yang berada di Jalan Kantor, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon
Altar dewa di Wihara Dewi Welas Asih yang berada di Jalan Kantor, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon (Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi)

Ia mengatakan, di masa Orde Baru hal-hal yang berbau Tionghoa sempat dilarang sehingga wihara itupun harus berganti nama.

Tak hanya itu, nama orang dan tempat juga harus berubah karena imbas dari larangan yang dikeluarkan rezim orde baru.

"Nama Dewi Welas Asih diambil dari rupang Dewi Kwan Im yang ada di wihara ini," kata Romo Djunawi.

Baca juga: Menikmati Hidangan Cina dan Jepang dengan Sentuhan Lidah Indonesia di Kobe Teppanyaki Cibadak

Romo Djunawi menyampaikan, rupang (lambang ke-Budha-an) tersebut merupakan peninggalan sejak masa awal kedatangan warga Tiongkok ke Tanah Jawa. Bahkan, hingga kini rupang itupun tampak masih terawat dan kokoh di salah satu altar wihara tersebut.

Ia mengakui tidak ada catatan sejarah resmi yang menyebutkan kapan Wihara Dewi Welas Asih dibangun.

Namun, menurut dia, berdasarkan manuskrip dari Keraton Kasepuhan disebutkan bahwa wihara tersebut telah berdiri pada 1559.

Baca juga: Lilin-lilin Imlek dengan Berbagai Ukuran Disiapkan di Vihara Dharma Ramsi

"Kami berpatokan pada manuskrip itu, karena tidak ada catatan dari Tiongkok dan Belanda yang menyebutkan kapan dimulainYa pembangunan wihara," ujar Romo Djunawi.

Bangunan Wihara Dewi Welas Asih yang didominasi warna merah itu terlihat kokoh dan megah. Pintu masuk berukuran kira-kira 4 × 5 meter  dihiasi motif naga khas Tionghoa. Selain itu, terdapat sejumlah altar dewa di ruang utama wihara.

Saat ini, wihara tersebut tidak hanya menjadi rumah ibadah bagi umat Budha dan Konghucu. Namun telah menjelma sebagai salah satu destinasi wisata sejarah yang kerap didatangi wisatawan. (Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved