Kondisi Objek Wisata China Town Bandung Memprihatinkan, Terbengkalai Sejak Pandemi Covid-19

Dari awal tutup, enggak pernah ada yang datang lagi, temasuk dari pengelola juga tak ada yang ngalongok (menjenguk) tempat usahanya dulu

Tribun Jabar/Cipta Permana
Kondisi China Town di Jalan Kelenteng Nomor 41, Kecamatan Andir, Kota Bandung, yang memprihatinkan. 

BADAI pandemi Covid-19 di Kota Bandung, telah "membunuh" sejumlah sektor wisata, salah satunya China Town Bandung di Jalan Kelenteng Nomor 41, Kecamatan Andir, Kota Bandung.

Bangunan cagar budaya yang diresmikan 2017 oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, pada masa kejayaannya mampu menarik animo wisatawan untuk berkunjung ke Kota Bandung hampir setiap pekan.

Selain nuansa khas negeri Tirai bambu yang menghiasi setiap penjuru bangunan, ada juga kuliner khas Tiongkok, serta kemeriahan dari atraksi ketangkasan, seperti liong dan barongsai yang disuguhkan setiap akhir pekan.

Objek wisata China Town di Jalan Kelenteng Kota Bandung yang kini tutup dan terlantar sejak pandemi melanda pada 2020
Objek wisata China Town di Jalan Kelenteng Kota Bandung yang kini tutup dan terlantar sejak pandemi melanda pada 2020 (Tribun Jabar/Cipta Permana)

Namun kini kemeriahan di bangunan yang didominasi cat merah tersebut sudah tidak tampak sejak tahun lalu. Bahkan kondisi objek wisata ini selain tidak lagi bertuan juga memprihatikan.

Mulai dari halaman depan, kesan kumuh tampak jelas terlihat dari tumpukan sampah, rumput liar yang tumbuh di lantai, serta tumbuhan liar yang saling merambat di bagian sudut kanan dan kiri dari bangunan tersebut.

Baca juga: Sepuluh Objek Wisata di KBB Masuk Daftar Prioritas Uji Coba untuk Dibuka bagi Wisatawan

Aksi vandalisme pun cukup mencolok pada bagian pintu penjualan tiket. Bahkan, masih di lokasi yang sama, kini dijadikan tempat parkir dari salah satu kendaraan roda empat yang rusak dan tidak bertuan.

Kesan suram dan seram semakin terasa, saat melihat lebih dekat bagian dalam melalui sela-sela pintu gerbang yang dikunci dari dalam.

Baca juga: Tingkatkan Wisatawan Urban Lewat Wisata Mural dan Sketching di Kota Bandung

Bau pesing yang menusuk hidung, cat yang mengelupas, hingga jaring laba-laba yang menggantung, seolah menutup pintu gerbang tersebut.

Yayan (47), salah seorang juru parkir di lokasi tersebut menjelaskan, sejak berhenti beroperasi tahun 2020 lalu, tidak pernah ada pihak yang memasuki area bagian dalam objek wisata China Town Bandung.

"Dari awal tutup, enggak pernah ada yang datang lagi, temasuk dari pengelola juga tak ada yang ngalongok (menjenguk) tempat usahanya dulu, Mungkin mikirnya mau apalagi datang kesini juga, soalnya semua sudah dibawa, listrik juga akhirnya diputus PLN, mungkin karena tidak terbayar," ujarnya saat ditemui di sekitar lokasi China Town Bandung, Jumat (1/10/2021).

Kondisi China Town Bandung di Jalan Kelenteng yang terlantar sejak tahun 2020
Kondisi China Town Bandung di Jalan Kelenteng yang terlantar sejak tahun 2020 (Tribun Jabar/Cipta Permana)

Yayan mengaku, jika malam hari tiba, terlebih bila disertai turun hujan, nuansa seram layaknya rumah hantu semakin terasa dari bangunan China Town Bandung tersebut.

"Kalau malem mah sieun (takut) kang, poek (gelap), jeung tiiseun (dingin), malahan kalau ada orang yang lewat juga lewat aja buru-buru, engga pernah liat ke arah itu (bangunan), soalnya gimana gitu rasanya," ucapnya.

Baca juga: Jalan Lengkong Kecil Menjadi Surga Kuliner Baru di Kota Bandung

Menurut informasi yang diperoleh TribunJabar.id, bangunan China Town awal didirikan pada tahun 1938, bangunan yang dirancang oleh arsitek Belanda, Max Van Slooten itu semula difungsikan sebagai bioskop.

Gerbang China Town Bandung yang dikunci. Objek Wisata di Jalan  Kelenteng Kota Bandung ini kondisinya tidak terawat sejak tutup pada 2020.
Gerbang China Town Bandung yang dikunci. Objek Wisata di Jalan Kelenteng Kota Bandung ini kondisinya tidak terawat sejak tutup pada 2020. (Tribun Jabar/Cipta Permana)

Tetapi tak lama, bangunan tersebut beralih fungsi menjadi rumah duka yang dikelola oleh Perhimpunan Sosial Masyarakat Bandung (Permaba).

Selain itu, pada bagian belakang bangunan tersebut, dulu pernah dijadikan asrama bagi para suster, tetapi saat rumah duka dipindahkan ke Jalan. Kebonjati, tempat tersebut sempat menjadi gedung serba guna sampai akhirnya menjadi China Town Bandung. (Tribun Jabar/Cipta Permana)

 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved