Ini Cara Membuat Hidangan Tradisonal Angeun Tutut yang Lezat dan Bikin Nagih

"Kalau angeun tutut sih lumayan banyak pembelinya, sehari rata-rata bisa habis 20 liter tutut,"

Tribun Jabar/Irvan Maulana
angeun tutut di Leuweung Seni 

ANGEUN tutut (sup keong sawah), makanan khas Sunda mulai jarang ditemukan. Tutut atau keong sawah biasanya sering dituding jadi hama padi yang baru ditanam di sawah, namun para petani tradisional biasa mengolah hama tanaman padi tersbut menjadi sajian kuliner yang nikmat.

Ani (40), salah satu perajin UMKM kuliner tradisonal di Leuweung Seni, Kelurahan Ciseureuh, Kabupaten Purwakarta,  ketika ditemui di kedainya, menjelaskan angeun tutut cukup banyak diminati para pengunjung tempat kuliner tradisional, Leuweung Seni.

"Kalau angeun tutut sih lumayan banyak pembelinya, sehari rata-rata bisa habis 20 liter tutut," ujar Ani ketika ditemui Tribun di Leuweung Seni.

Tutut Mang Oded
Tutut  (dok Tribun Jabar )

Salah satu yang menjadi penyebab larisnya kuliner tersebut, karena angeun tutut sudah jarang ditemukan di tempat lain, terlebih kuliner tradisonal tersebut cukul lezat untuk disantap.

Baca juga: Nikmati Lezatnya Kuliner Tradisional Sunda dan Suasana Hutan di Leuweung Seni Purwakarta

Lalu apa saja bahan untuk membuat angeun tutut, ini dia daftarnya.

1 liter tutut yang sudah direndam

5 buah cabai merah

10 buah cabai rawih

3 siung bawang putih

4 siung bawang merah

1 buah tomat

1 ruas kunyit

1 ruas jahe

3 lembar daun salam

1 ikat serai

1/2 sendok teh gula pasir

1 sendok teh garam

1/2 sendok teh penyedap rasa

150 mililiter air

3 sendok makan minyak goreng.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved