Gaya Hidup Sehat Meningkat, Smart Watch Makin Diminati Konsumen untuk Olahraga dan Sehari-hari

"Smart watch ini memiliki fitur teknologi yang bisa mengukur jumlah kalori yang keluar selama olahraga"

Tribun Jabar/Putri Puspita
Smartwatch yang sedang tren di masa pandemi 

KESADARAN masyarakat untuk menekuni gaya hidup sehat semakin berkembang di masa Pandemi Covid-19. Tak heran, banyak orang yang mulai rajin berolahraga seperti sepeda, workout, jalan santai, lari, dan melakukan yoga di rumah.

Dari fenomena ini, tren menggunakan jam tangan digital pun diminati oleh masyarakat.

General Manager Gudang Jam, Kevin mengatakan jam tangan digital atau dikenal dengan smart watch memang sedang mendominasi antara dunia fesyen dan olahraga.

SmartWatch yang sedang tren di masa pandemi  dijual di Gudang Jam, Jalan Ir H Juanda, Bandung
SmartWatch yang sedang tren di masa pandemi dijual di Gudang Jam, Jalan Ir H Juanda, Bandung (Tribun Jabar/Putri Puspita)

"Smart watch ini memiliki fitur teknologi yang bisa mengukur jumlah kalori yang keluar selama olahraga. Smart watch ini juga bisa terkoneksi langsung dengan perangkat gadget," ujar Kevin saat ditemui di Gudang Jam, Jalan Ir H Juanda, Kota Bandung.

Memiliki bentuk yang minimalis, smart watch bisa menjadi pilihan untuk digunakan sehari-hari sebagai penunjang penampilan. Hal ini pun membuat penjualan smart watch sebagai pendapatan utama di masa pandemi.

Baca juga: Wisata Belanja di Pasar Kreatif Bandung Hingga November 2021, Tersedia Aneka Produk UMKM yang Keren

Ia mengakui, jam tangan bukanlah barang yang sangat dibutuhkan saat pandemi. Apalagi, saat ini banyak orang yang melihat jam melalui smartphonenya.

Namun, adanya tren olahraga dan hadirnya smart watch justru membuat usaha Gudang Jam mampu bertahan di usia 8 tahun ini.

Baca juga: Ramai-ramai Belanja Kain untuk Lebaran di Kawasan Tekstil Cigondewah, Bisa Beli Meteran atau Kiloan

"Pertumbuhannya sekitar 70 hingga 80 persen per 3 bulan untuk jam tangan digital. Salah satu merek jam tangan digital yang sedang digandrungi ialah Garmin yang punya detail rubber atau strap jam tangan yang khas," ucapnya.

untuk jam tangan untuk fesyen, pertumbuhannya memang tidak terlau kencang, yaitu 30-40 persen per 3 bulan. Kevin menjelaskan, kelebihan dari jam tangan digital Garmin adalah sudah mendukung gaya hidup aktif yang sedang dijalani pengguna. Kemudian ada fungsi body battery yang berkenaan dengan kekhawatiran akan situasi pandemi.

Baca juga: Belanja di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya atau Sabilulungan Cicalengka Bisa Via Online dengan Tokopedia

Faktanya, banyak masyarakat yang terkonfirmasi sebagai pasien orang tanpa gejala (OTG) dan mengidap happy hypoxia, kondisi terjadinya pengurangan jumlah oksigen di dalam tubuh tanpa gejala yang kerap terjadi tanpa disadari.

Bisa dikatakan, tidak sedikit masyarakat yang tidak sadar saat tubuhnya sudah lelah dan rentan terhadap serangan penyakit.

Baca juga: Koleksi Busana Hijab Khusus Wanita Urban dengan Tema Kartun Kolaborasi Monel dan Arkiv

Body battery merupakan indikator jumlah energi atau daya yang dimiliki pengguna dengan menggabungkan data aktivitas, tingkat stress, masa pemulihan, dan istirahat.

Body battery mempunyai kemampuan menginterpretasikan perubahan detak jantung untuk mengetahui hubungan antara saraf simpatetik, saraf yang bertanggung jawab mempercepat kerja organ tubuh manusia, dengan saraf parasimpatik yang bekerja sebaliknya.

Baca juga: Pilih Olahraga di Rumah Selama Pandemi, Peminat Baju Olahraga yang Keren Pun Meningkat

"Melacak body battery dapat membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan performa pengguna, hanya dengan menggunakan smart watch pada pergelangan tangan," ucapnya.

Sebagai pelopor outlet jam tangan, Gudang Jam tentu tidak mau ketinggalan zaman dalam menghadirkan produk-produk yang kekinian, stylish, dan fungsional.

Pengunjung yang berbelanja jam di Gudang Jam, Jalan Ir H Juanda, Bandung
Pengunjung yang berbelanja jam di Gudang Jam, Jalan Ir H Juanda, Bandung (Tribun Jabar/Putri Puspita)

Mulai dari jam tangan fesyen, pengunjung bisa mendapati berbagai bentuk jam tangan, bentuknya minimalis sampai agak besar, warna dan modelnya juga beraneka ragam, bisa disesuaikan dengan selera.

Untuk tren jam tangan di tahun 2022, Kevin memprediksi bahwa jam tangan digital tetap mendominasi permintaan konsumen. Apalagi pandemi Covid-19 yang masih belum menemukan titik terang kapan akan berakhirnya. (Tribun Jabar/Putri Puspita)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved