Memacu Adrenalin dan Menikmati Kopi Dalam Jelajah Kopi 2021 di Kabupaten Bandung

"Jelajah Kopi ini juga bukan hanya di Bandung Selatan, kami harapkan seluruh area Kabupaten Bandung. Karena kami ini kaya dengan kopinya"

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Peserta jelajah kopi menuju tempat penanaman Kopi di Desa Alam Endah Rancabali dengan melintasi medan offroad 

PEMERINTAH Kabupaten Bandung menggelar Jelajah Kopi 2021, Rabu (29/9/2021). Kegiatan ini melintasi daerah Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali (Pacira), Kabupaten Bandung menuju tempat penanaman Kopi di Desa Alam Endah, Rancabali.

Peserta diantarkan menusu Desa Alam Endah dengan menggunakan mobil Land Rover karena harus melintasi medan off road. Di perjalanan peserta disuguhi pemandangan, pekebunan dan pegunungan yang indah. 

Setibanya dilokasi, langsung disambut panitia yang interaktif, sehingga membuat suasana lebih ceria. Peserta diajak untuk menanam kopi langsung, dan diberi edukasi terkait penanaman kopi.

Peserta Jelajah Kopi 2021 menanam tanaman kopi di Arboretum Park Alam Endah, Rancabali, Kabupaten Bandung
Peserta Jelajah Kopi 2021 menanam tanaman kopi di Arboretum Park Alam Endah, Rancabali, Kabupaten Bandung (Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin)

Setelah penanaman kopi semua yang hadir, bisa langsung menikmati kopi yang ditanam di perkebunan tersebut. Sebab panitia sudah menyiapkan kopi hasil panen di perkebunan itu.

Adrenalin para peserta terpacu, saat akan menuju Arboretum Park Alam Endah dengan Land Rover. Pasalnya, trek yang dilewati merupakan memang jalan yang diperuntukan offroad. Melintasi jalan yang berkelok, bergelombang, tanah, dan lumpur.

Baca juga: Nongkrong di Kopi Ulin, Sajikan Ngopi Ala Kafe di Pinggir Jalan Kawasan Kota Tua Indramayu

Teriakan-teriakan para peserta saat mobil melintasi jalan bergelombang dan berlumpur pun kerap terdengar. Setibanya di Arboretum, para peserta disambut dengan hiburan, tradisional seperti angklung dan lainnya. 

Tentu saat penyelenggaraan menerapkan protokol kesehatan, sebab semua peserta sebelum acara di tes antigen terlebih dahulu. Kalau hasinya negatif baru diperbolehkan mengikutinya, penggunaan masker diwajibkan, dan panitia selalu mengingatkan untuk tak berkerumun.

Wakil Bupati Bandung, Sahrul Gunawan, mengungkapkan rasa syukurnya karena Jelajah Kopi 2021 telah terlaksana.

Baca juga: Kopi V60 Sering Disajikan barista di Kafe-kafe, Ini Cara Membuat V60 yang Benar

"Sebetulnya dari sejak awal dilantik sudah bilang ke Pak Bupati, ingin supaya trial Jelajah Kopi. Sudah dijadwalkan, tapi ternyata tak memungkinkan karena PPKM dan sekarang terlaksana," kata Sahrul di Arboretum Park.

Sahrul mengatakan, mudah-mudahan Jelajah Kopi 2021 ini, bisa menggeliatkan dan memacu  pariwisata.

Rencananya Jelajah Kopi tak hanya dilakukan di daetah Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali, tapi di seluruh wilayah Kabupaten Bandung yang memiliki potensi kopi.

Wakil Bupati Bandung, Sahrul Gunawan
Wakil Bupati Bandung, Sahrul Gunawan (Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin)

Menurut Kepala Bidang Promosi dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, Vena Andriawan, Jelajah kopi ini merupakan langkah dinas pariwisata dan budaya untuk membuat produk kopi itu bukan hanya dijual biji kopinya.

"Tetapi kita menjual kopi dari processing -nya,  mulai menanam, mengolah biji kopi sampai bisa dinikmati," ujar Vena di Arboretum Park Alam Endah

Baca juga: Kopi Gununghalu yang Pernah Dapat Penghargaan di Paris, Prancis Belum Dipasarkan Secara Maksimal

"Wisatawan itu diposisikan, bagaimana mereka itu bisa tahu pembuatan secangkir kopi, semua prosesnya dari hulu ke hilir. Oh ternyata supaya kopi bisa enak, begini tuh, harus nanamnya seperti ini, diroastingnya, hingga cupping nya dan sebagainya," kata Vena.

Selain itu juga, kata Vena, sebagai solusi lain bagi petani kopi untuk bisa survive tanpa harus menunggu panen. 

"Kan panen itu bisa terukur bulannya, antara Juni atau Juli. Untuk menunggu waktu itu kan lama, di tengah menunggu, ini akan menjadi solusi agar petani bisa mendapatkan ekstra money," ucap dia.

Vena memaparkan, misalnya,  satu kali trip dibebankan untuk wisatawan Rp 250 ribu per orang. 

Baca juga: Menghikmati Angin Lembah di Koffie Tandjoeng Sumedang Sambil Menyeruput Kopi Spesial Olahan Kaum Ibu

"Mereka bisa dapat fasilitas dari mulai naik Land Rover, masuk ke kebun, nanam kopi. Ini misal, ya. Soalnya kami belum bisa menghitung berapa biaya yang pas untuk di-publish, untuk per satu orang ini sedang disiapkan," kata Vena.

Sebab kata Vena, di tengah pandemi ini harus memperhatikan faktor kesehatan, seperti dilakukan tadi sebelum berangkat, semua diswab antigen terlebih dulu, dan itu akan memberikan ekstra cost. 

"Jelajah Kopi ini juga bukan hanya di Bandung Selatan, kami harapkan seluruh area Kabupaten Bandung. Karena   kami ini kaya dengan kopinya, di utara, selatan, Kamojang juga ada," tuturnya.

Peserta Jelajah Kopi menggunakan Land Rover menuju penanaman Kopi yang berada di Desa Alam Endah, Rancabali, Kabupaten Bandung
Peserta Jelajah Kopi menggunakan Land Rover menuju penanaman Kopi yang berada di Desa Alam Endah, Rancabali, Kabupaten Bandung (Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin)
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved