Selain Menjadi Tempat Wisata Pendakian, Gunung Parang Purwakarta Menyimpan Kisah-kisah Legenda

"Kalau pada zaman Belanda, gunung ini diyakini tempat menyimpan harta benda hasil merampok masyarakat oleh penjajah Belanda"

Tribun Jabar/Irvan Maulana
Gunung Parang Purwakarta 

GUNUNG Parang, merupakan gunung yang berlokasi di Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa barat. Gunung ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata mancanegara, dengan pendakian gunung menggunakan tangga besi dan hotel gantung yang ikonik di puncak gunung.

Berikut ulasan kisah misteri dibalik indahnya Gunung Parang. Gunung yang didominasi batu dengan ketinggian 983 meter diatas permukaan laut (mdpl) ini konon memiliki sejarah yang melegenda pada zaman kerajaan Padjajaran.

Juru Kunci Gunung Parang, Wahyudin, mengatakan, gunung ini awalnya bernama Gunung Barang Panser Tunggal, dinamai demikian, karena menurut cerita masyarakat, gunung tersebut tempat pembuatan senjata pusaka Prabu Siliwangi. 

Gunung Parang Purwakarta
Gunung Parang Purwakarta (Tribun Jabar/Irvan Maulana)

"Gunung Parang ini adalah tempat pembuatan benda-benda atau senjata pusaka di zaman kerajaan Padjadjaran, tempat pembuatan atau petapaannya ada di atas," ujar Abah Wahyudin kepada Tribun temui di kaki Gunung Parang, Selasa (28/9/2021).

Abah Wahyu menjelaskan arti kata Gunung Barang Panser Tunggal, yakni, barang berarti benda atau senjata, panser artinya berada di tengah-tengah Jawa Barat dan tunggal artinya satu atau bersatu diantara empu. 

"Di gunung ini ada lima makam empu, yakni, Mak Eyang Barang, Mak Haji Bengker Buana Sakti, Mak Eyang Cakra Buana, Ibu Dewi Sekarwangi dan Dewi Cahya Sakti," kata Bah Wahyu.

Baca juga: Berwisata dan Belajar di Kampung Tajur Nan Asri, Keceriaan dengan Suasana Khas Desa di Purwakarta

Selain dari lima empu tersebut, ada tokoh yang pokok dan memiliki sejarah, yakni Raden Surya Kencana yang tak lain adalah cucu dari Prabu Siliwangi.

Di atas gunung juga terdapat benda-benda yang disebut menjadi barang bukti adanya petilasan para empu termasuk Raden Surya Kencana, "Adanya tumpukan batu menyerupai bantal itu yang disebut petilasan," kata dia.

"Makam Mak Eyang Barang, Dewi Sekarwangi dan Ibu Dewi Cahya Sakti sama patilasan Raden Surya kencana berada di atas yang sekarang pos 4 pendakian. Kemudian makam Mak Haji Bengker Buana Sakti ada di tengah jalur yang sekarang menjadi pos 2 pendakian," ujar Bah Wahyu.

Baca juga: Wagub Jabar Merasa Sejuk dan Nyaman di Bumi Semesta Makmur Farm Purwakarta, Tempat untuk Berwisata,

Makam-makam tersebut, kerap menjadi tujuan para peziarah bagi masyarakat di Jawa Barat. Seiring perkembangan zaman, Gunung parang kini dibangun jadi tempat wisata sejak tahun 2013 silam.

"Bukan hanya jadi tempat ziarah, tapi jadi tempat wisata, tapi sebagian peziarah yang rutin juga ada," imbuhnya.

Selain kisah tersebut, di gunung parang juga terdapat Gua Belanda yang juga menyimpan sejarah kelam pada zaman penjajahan.

Baca juga: Ingin Tahu Perjalanan dan Perjuangan Terbentuknya Purwakarta, Datang ke Wisata Diorama

"Kalau pada zaman Belanda, gunung ini diyakini tempat menyimpan harta benda hasil merampok masyarakat oleh penjajah Belanda," katanya.

Berdasarkan cerita masyarakat dahulu, Bah Wahyu mengungkap ada cerita beragam soal gua tersebut.

"Selain itu, ada yang bilang gunung ini sempat dibuat jalur kereta api, ada yang bilang juga tempat bersembunyi, bahkan katanya di gunung ini sempat jadi incaran penambang intan dan emas," ucapnya. (Tribun Jabar/Irvan Maulana)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved