Nongkrong di Kopi Ulin, Sajikan Ngopi Ala Kafe di Pinggir Jalan Kawasan Kota Tua Indramayu

"Konsep kopi ini sebenarnya berawal dari keresahan diri sendiri dulu, ingin ngopi tapi bukan di tempat-tempat mewah gitu"

Tribun Cirebon/Handhika Rahman
Kopi Ulin di Jalan Bima Basuki Kota Indramayu 

MENIKMATI kopi di kafe-kafe mungkin sudah biasa, namun bagaimana rasanya jika ngopi ala kafe di pinggir jalan? Sensasi menarik inilah yang coba ditawarkan kedai Kopi Ulin di Kabupaten Indramayu.

Kopi Ulin berlokasi di Jalan Bima Basuki Kota Indramayu, sangat cocok bagi yang ingin nongkrong ala kafe tapi di pinggir jalan.

Hanya dengan menggunakan gerobak kayu dan tikar seperti Angkringan, kafe yang satu ini menjadi tempat favorit anak muda nongkrong setiap malam.

Kopi Ulin  di Jalan Bima Basuki, Kota Indramayu
Kopi Ulin di Jalan Bima Basuki, Kota Indramayu (Tribun Cirebon/Handhika Rahman)

Pemilik Kedai Kopi Ulin, Ahmad Ribhan atau yang akrab disapa Aan (28) mengatakan, konsep ngopi di pinggir jalan ini berawal dari keresahan dirinya yang ingin ngopi tapi tidak di tempat mewah.

"Konsep kopi ini sebenarnya berawal dari keresahan diri sendiri dulu, ingin ngopi tapi bukan di tempat-tempat mewah gitu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (28/9/2021).

Aan menyampaikan, sejak lulus tahun 2017 ia membulatkan niat membuka Kedai Kopi Ulin. Hal tersebut berawal saat ia melihat peluang, di Kabupaten Indramayu belum ada konsep ngopi seperti itu.

Baca juga: Suasana Indah Ngopi di Atas Awan Tempatnya Ada di Kawasan Wisata Puncak Sempur Kabupaten Karawang

Lokasinya pun ia pilih di kawasan Kota Tua Indramayu agar lebih nyaman untuk nongkrong.

Aan menyampaikan, ada banyak varian kopi yang ditawarkan, sama seperti kafe-kafe pada umumnya. Hanya saja, harga kopi di Kedai Kopi Ulin sangat murah, mulai dari Rp 10 ribu sampai Rp 14 ribu.

Sangat cocok bagi yang ingin nongkrong menikmati kopi ala kafe, namun dengan uang yang terbatas.

Baca juga: Kongko Nyaman Sambil Ngopi Asyik di Meraki Coffee Kota Cirebon

Dari usahanya tersebut, disampaikan Aan, ia bisa memperoleh omzet antara Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per bulan. Ia juga bisa mempekerjakan karyawan untuk membantu usahanya tersebut.

"Waktu pandemi kemarin memang, omzet kami menurun drastis tapi alhamdulillah, sekarang sudah normal kembali," ucapnya. (Tribun Cirebon/Handhika Rahman)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved