Jagung Bakar Doel, Kuliner Malam di Jalan Dago Harganya Kaki Lima Rasanya Bintang Lima

Setiap saya ingin jagung bakar,saya selalu ke sini, meskipun harus menempuh perjalanan jauh dari Kopo. Karena mungkin sudah jatuh cinta sama rasanya

Tribun Jabar/Cipta Permana
Jagung yang siap dibakar di Jagung Bakar Doel (Jadoel) di Jalan Ir. H. Djuanda (Dago) Bandung, depan Courtyard by Mariott Hotel Bandung 

KOTA Bandung dikenal sebagai surga kuliner oleh para wisatawan, salah satu kuliner malam yang menggugah selera, yaitu Jadoel singkatan dari Jagung Bakar Doel, yang berlokasi di Jalan Ir H Djuanda (Dago) tepatnya di depan Courtyard by Mariott Hotel Bandung. 

Selain menjual jagung bakar dengan beragam varian rasa yang menjadi menu andalan dari Jadoel. Namun di lapak tersebut juga, menjual aneka menu khas tanah Parahyangan lainnya, seperti pisang bakar, colenak, dan beragam minuman lainnya yang disajikan dingin atau panas, yang sangat cocok menemani dinginnya malam Kota Bandung.

Harga yang ditetapkan pun sangat ramah di kantong, cukup merogoh kocek Rp.12 ribu, pembeli sudah dapat menikmati seporsi menu spesial dari masing-masing jagung bakar, pisang bakar, maupun colenak. 

Tatang (59) penjual Jadoel, menunjukan seporsi colenak di lapak dagangnya, Jalan Ir H Djuanda (Dago) Bandung
Tatang (59) penjual Jadoel, menunjukan seporsi colenak di lapak dagangnya, Jalan Ir H Djuanda (Dago) Bandung (Tribun Jabar/Cipta Permana)

Salah seorang pembeli yang ditemui, Dicky (34) warga Kopo mengaku, pihaknya sudah menjadi pelanggan setia Jadoel sejak dirinya belum menikah, hingga saat ini Ia telah memiliki dua orang anak. 

Alasannya, selain harga yang murah, namun juga kualitas rasa yang dimiliki dari aneka makanan tersebut sangat khas, terlebih seluruh makanan dibakar menggunakan arang kayu, sehingga menambah cita rasa unik yang muncul begitu masuk ke mulut.

Baca juga: Iga Bakar Mercon, Daging Gurih Empuk Berpadu Sambal, Bisa Pilih Ukuran Porsinya

"Setiap saya ingin jagung bakar, saya selalu ke sini, meskipun harus menempuh perjalanan jauh dari Kopo. Karena mungkin  sudah jatuh cinta sama rasanya yang khas dan unik, jadi saya enggak cari kemana-kemana lagi, pasti ke sini, apalagi anak istri juga suka," ujarnya saat ditemui bersama putri sulungnya, saat membeli menu Jagung Bakar dan Pisang Bakar, Selasa (28/9/2021).

Hal senada diungkapkan pembeli lainnya, Rio (25), warga Cibiru, menurutnya, pilihannya ke Jadoel, selain karena cita rasa dan harga yang ditawarkan, tapi juga karena cukup dekat dengan tempatnya bekerja, yang berdekatan dengan Balaikota Bandung.

Baca juga: Semalam Menikmati Kuliner Lesehan Bersama Si Janda Ngamuk, Menu Cekernya Juara

"Tadinya mau pulang soalnya kerjaan sudah beres sebelum Magrib, cuma agak malas di jalan pasti macet-macetan, jadi mampir aja dulu kesini, kebetulan dekat kantor juga. Apalagi memang udah langganan dari dua tahun lalu, jadi kalau pulang cepet pasti kesini dulu," ujarnya.

Tatang (59), penjual Jadoel, mengaku, dirinya sudah berjualan lebih dari 20 tahun, dan tidak pernah menambah menu atau mengubah rasa, termasuk proses pengolahannya sejak awal memulai usahanya. 

Seporsi Pisang Bakar d Jagung Bakar milik salah seorang pembeli di lapak Jadoel,
Seporsi Pisang Bakar d Jagung Bakar milik salah seorang pembeli di lapak Jadoel, (Tribun Jabar/Cipta Permana)

Menurutnya, setiap akhir pekan, mayoritas pelanggannya berasal dari luar Kota Bandung, bahkan, seiring meningkatnya pembeli di waktu tersebut, Ia harus dibantu sang istri untuk melayani para pembeli. 

"Kalau hari Sabtu atau Minggu saya dibantu sama istri,  sendirian enggak sanggup kang, soalnya yang beli itu bisa enam sampai tujuh porsi per orang. Kalau weekend di sini itu penuh banget, sampai pada berdiri makannya, atau duduk lesehan di trotoar, karena engga kebagian tempat duduk," ujarnya.

Baca juga: Lima Menu Favorit Ini Wajib Dicoba Ketika Bertandang ke De.u Coffee Backyard

Tingginya animo dari para pelanggan, tidak serta merta membuatnya untuk ingin pindah mencari tempat yang lebih luas. Sebab, menurutnya sesuai dengan nama usahanya, yaitu Jadoel, maka Ia ingin menciptakan suasana tempo dulu, untuk mengembalikan nostalgia dari para pelanggannya.

Jagung yang siap dibakar di Jagung Bakar Doel (Jadoel) di Jalan Ir H Djuanda (Dago) Bandung
Jagung yang siap dibakar di Jagung Bakar Doel (Jadoel) di Jalan Ir H Djuanda (Dago) Bandung (Tribun Jabar/Cipta Permana)

"Dari dulu kalau kalau yang namanya jagung bakar sama colenak itu dibakar pakai arang, bukan dengan kompor, termasuk cara makannya juga harus seperti tempo dulu. Kalau enggak berdiri, jongkok, atau lesehan dimana aja sambil ngobrol sama teman atau keluarganya masing-masing, yang penting mah nyaman," katanya. (Tribun Jabar/Cipta Permana).

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved