Ini Enam Objek Wisata di Jawa barat yang Sudah Menjalani Uji Coba Pembukaan untuk Wisatawan

"Syarat utama itu vaksin, pastikan menggunakan aplikasi Pedul iLindungi, pastikan pemesanan melalui aplikasi semua"

TribunJabar
Kawah Putih, Ciwidey, Kabupaten Bandung 

DINAS Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat merilis daftar enam destinasi wisata yang menjalani uji coba penerapan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi COVID-19.

Enam tempat wisata ini dapat menjadi percontohan aktivasi tempat wisata yang memenuhi standar Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability (CHSE). 

Kepala Disparbud Jabar Dedi Taufik mengatakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebelumnya telah mengumumkan 20 tempat wisata yang ikut uji coba pembukaan untuk wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Dedi Taufik
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Dedi Taufik (Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman)

Adapun 20 tempat wisata tersebut tersebar di lima provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Di Jawa Barat, tempat wisata yang sudah dibuka ini lain, Jbound (Kota Bogor), Taman Safari (Kabupaten Bogor), The Lodge (Kabupaten Bandung Barat), Saung Angklung Udjo (Kota Bandung), Glamping Lakeside, dan Kawah Putih (Kabupaten Bandung).

Baca juga: Jika Vaksinasi Pelaku Wisata di Kabupaten Pangandaran Tidak Mencapai 90 Persen, Objek Wisata Ditutup

Selain objek wisata, katanya, ada 306 hotel dan restoran di Jabar yang juga sudah memenuhi standar CHSE. Ia berpesan kepada wisatawan yang ingin berlibur ke Jabar, syarat utama yang harus dipenuhi yakni sudah melaksanakan vaksin dan menerpakan protokol kesehatan.

"Syarat utama itu vaksin, pastikan menggunakan aplikasi Pedul iLindungi, pastikan pemesanan melalui aplikasi semua. Selain siapkan antigen di tempat wisata. Karena pasti di destinasi juga ada screening. Agar aman, cari juga tempat yang sudah CHSE," kata Dedi melalui ponsel, Sabtu (18/9).

Lokasi memberi makan macan di Taman Sari Cisarua Bogor
Lokasi memberi makan macan di Taman Sari Cisarua Bogor (tamansafaribogor.com)

Dedi pun tak menampik jika penurunan kasus Covid-19 cukup dilematis bagi sektor wisata. Di satu sisi, ia khawatir terjadi revenge tourism yang berpotensi meningkatkan kasus Covid-19, namun di sisi lain roda ekonomi harus tetap berjalan.

"Memang dilematis. Tapi yang jelas pengunjung harus taat prokes, tetap waspada. Pengelola objek wisata pun harus taat aturan," kata Dedi.

Baca juga: Hanya Glamping Lake Side dan Kawah Putih di Ciwidey yang Diuji Coba Dibuka untuk Wisatawan

Dedi pun mengusulkan kepada pemerintah pusat agar aplikasi Peduli Lindungi bisa memuat kapasitas wisatawan di objek wisata dengan pendekatan kawasan. Supaya wisatawan bisa memantau objek wisata mana saja yang penuh dan tidak.

Area kemping ala hutan di The Lodge Maribaya
Area kemping ala hutan di The Lodge Maribaya (TribunJabar/Putri Puspita)

"Kemarin saya usulkan, jadi pendekatannya kawasan. Jadi misalkan sekarang kawasan Kabupaten Bandung Barat ada The Lodge harus in line dengan Orchid Forest atau misalkan dengan Farm House. Kita usulkan untuk menjadi percontohan Peduli Lindungi," katanya. (Tribun Jabar/Syarif Abdussalam)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved