Tempat Wisata di Jabar akan Jadi Sentra Vaksinasi, Akan Ada Program Jalan-jalan Sambil Vaksin

"Sektor pariwisata ini salah satu yang paling terpuruk. Padahal banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor ini"

Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi
Pemilik kartu vaksinasi atau yang telah divaksinasi Covid-19 mendapat harga khusus di Hotel Santika Cirebon 

PENGELOLA tempat wisata dan rekreasi di Jawa Barat memastikan siap membuka kembali usahanya. Hal ini didasari dengan semakin banyaknya pelaku industri tersebut yang sudah divaksin.

Ketua Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Jawa Barat, Heni Smith, mengatakan pihaknya terus melakukan vaksinasi baik terhadap karyawan maupun masyarakat di sekitar lokasi wisata. Dari 650 lebih lokasi wisata yang berada di bawah naungannya, hampir semua karyawannya sudah divaksin.

"Kami terus mengupayakan vaksinasi gratis, khususnya di lokasi wisata yang berskala besar. Tidak hanya untuk karyawan kami, tapi penting juga untuk masyarakat sekitar," katanya saat menggelar “Jalanin” (Jalan-jalan sambil Vaksin), di Saung Angklung Udjo, Bandung, Rabu (8/9).

CEO The Lodge Group, Heni Smith saat melihat pameran radio antik di Herbal House, Jalan Sumur Bandung No 6, Bandung
CEO The Lodge Group, Heni Smith saat melihat pameran radio antik di Herbal House, Jalan Sumur Bandung No 6, Bandung (TribunJabar/Putri Puspita)

Jalanin merupakan program kerja DPD PUTRI Jabar untuk mendorong pelaksanaan vaksinasi di tempat wisata. Kegiatan inipun terlaksana berkat kolaborasi asosiasi di bidang pariwisata seperti PUTRI, AKAR-PHRI, ASITA, dan didukung oleh Dinkes serta Disbudpar Kota Bandung yang kali ini menggunakan vaksin Astrazeneca. 

Heni menjelaskan, percepatan vaksinasi khususnya di sektor pariwisata sangat diperlukan agar industri ini kembali bangkit. Selama pandemi ini, industri yang ditekuninya ini sangat terdampak bahkan sudah banyak yang gulung tikar. 

Baca juga: Komunitas Drone Siap Promosikan Pariwisata Majalengka Lewat Udara Setelah PPKM Berakhir

"Sektor pariwisata ini salah satu yang paling terpuruk. Padahal banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor ini," katanya.

Sekretaris PHRI Jawa Barat, Herie Hermanie Suwarma, menilai target vaksinasi di dalam negeri belum tercapai sehingga masih banyak yang belum tersentuh. Padahal, hal ini menjadi salah satu syarat utama agar aktivitas masyarakat kembali normal di tengah pandemi yang belum berakhir.

PHRI Purwakarta memasang poster serta mengibarkan bendera putih sebagai bentuk kekecewaan di Hotel Grand Situ Buleud Jalan Siliwangi, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta Kota, Selasa (10/8/2021).
PHRI Purwakarta memasang poster serta mengibarkan bendera putih sebagai bentuk kekecewaan di Hotel Grand Situ Buleud Jalan Siliwangi, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta Kota, Selasa (10/8/2021). (Tribun Jabar/Dwiky Maulana Vellayati)

"Kami ingin membantu pemerintah dalam mempercepat vaksinasi," ujarnya. Dia menambahkan, vaksinasi di lokasi wisata inipun sejalan dengan program pemerintah pusat terkait percontohan wisata berbasis vaksin.

Terlebih, lanjut dia, banyak lokasi wisata di Jawa Barat yang ditunjuk pemerintah pusat untuk percontohan program tersebut. "Di Jawa Barat ada 20 lokasi wisata yang menjadi percontohan wisata berbasis vaksin," ujarnya.

Baca juga: Sandiaga Uno Siapkan Hibah Rp 2,4 triliun bagi Pelaku Usaha Pariwisata Terdampak Covid-19

Selain itu, dia berharap setiap lokasi wisata bisa menjadi sentra vaksinasi sehingga tidak ada alasan untuk menutup tempat tersebut.  "Jadi selain berwisata, pengunjung yang datang juga bisa divaksin," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved