Curug Bunton yang Indah Itu Ada di Tengah Hutan di Banjaranyar, Ciamis. Ada Batu Menggantung

“Soalnya jalan setapak di sepanjang saluran irigasi Bunton adalah pematang. Jadi kalau musim hujan beceknya luar biasa. Kalau musim kemarau mending"

Tribun Jabar/Andri M Dani
Curug Bunton Ciamis 

DI hulu Sungai Ciputrahaji, di Desa Banjaranyar, Desa Cikupa dan Desa Karyamukti, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, ada lima lokasi air terjun (curug) yang nyaris belum terjamah.

Salah satunya adalah Curug Bunton, di perbatasan ketiga desa tersebut. Curug Bunton berlokasi di kawasan hutan lindung yang jarang dikunjungi warga.

Akses masuk menuju Curug Bunton hanya bisa ditempuh dengan cara berjalan kaki dari kampung terdekat, di Dusun Pasir Gintung, Desa Karyamukti.

Berpose di bawah batu Curug Bunton, Banjaranyar, Ciamis
Berpose di bawah batu Curug Bunton, Banjaranyar, Ciamis (Tribun Jabar/Andri M Dani)

“Sebelum sampai di Curug Bunton, harus menyusuri sisi saluran irigasi Bunton,” ujar Rusli (32), warga Dusun Pasir Gintung, RT 33/RW 09, Desa Karyamukti, kepada Tribun Jabar, Minggu (5/9/2021).

Setelah sampai di tanggul atau bendungan saluran irigasi Buton, perjalanan hiking tersebut dilanjutkan dengan menerabas hutan lindung sekitar 300 meter. Setelah itu kita sampai di Curug Bunton.

Baca juga: Sensasi Berenang Dekat Sawah di Keindahan Curug Kiara Danu Kabupaten Majalengka

“Air dari Curug Bunton dimanfaatkan untuk mengairi sawah warga. Dibendung dialirkan masuk saluran irigasi Bunton,” kata Rusli.

Sawah-sawah di sepanjang saluran irigasi yang diari dari Curug Bunton, menurut Rusli, bukan sawah biasa. Sawah-sawah tersebut, kata Rusli, adalah sawah berjenjang alias sawah terasering yang indah dan nyaman dipandang.

Baca juga: Menghilangkan Penat dan Jenuh di Curug Mandala Panaruban, Subang, Udaranya Sejuk, Tempatnya Tenang

“Katanya mirip sawah-sawah terasing di Ubud, Bali. Tapi saya belum tahu, seperti apa sawah terasing di Ubud. Pokoknya indah,” ujar Rusli, yang berprofesi sebagai guru di Madrasah Ibtidaiyah Karyamukti tersebut.

Setelah disuguhi keindahan sawah terasering di Pasir Gintung, yang menakjubkan tersebut, kekaguman kita akan berlanjut setelah sampai di lokasi Curug Bunton.

Berpose di bawah batu gantung Curug Bunton, Kecamatan Banjaranyar, Ciamis
Berpose di bawah batu gantung Curug Bunton, Kecamatan Banjaranyar, Ciamis (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Curug Bunton adalah air yang jatuh dari tebing batu setinggi lebih dari 40 meter. Curug Bunton tersembunyi di hutan yang sunyi. Di keliling pohon-pohon besar yang rimbun dan belukar yang hijau.

“Curug Bunton masih jarang dikunjungi. Belum jadi objek wisata, paling juga ada kegiatan susur sungai, seperti yang dilakukan rekan-rekan dari SMK Pasawahan dan MI Pasawahan. Kebetulan saya ikut mendampigi,” katanya.

Baca juga: Kisah Sejarah di Curug Walanda Citatah, Potensi Objek Wisata di Kabupaten Bandung Barat

Menurut Rusli, Sabtu (4/9), dua belas siswa SMK Pasawahan dan guru MI Pasawahan Banyaranyar, melakukan kegiatan susur sungai di hulu Sungai Ciputrahaji tersebut. Tujuan akhir susur sungai tersebut adalah Curug Bunton.

“Indahnya luar biasa, cape-cape jalan kaki sejauh 3 km terobati begitu sampai di curug,” ujar Opet, aktivis pramuka yang juga koordinator rombongan kegiatan susur sungai Curug Bunton.

Curug Bunton di hulu Sungai Ciputrahaji, Kecamatan Banjaranyar, Ciamis
Curug Bunton di hulu Sungai Ciputrahaji, Kecamatan Banjaranyar, Ciamis (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Selain indah, ujar Opet, ada hal yang istimewa di Curug Bunton, yang tidak ditemukan di curug manapun.
“Di Curug Bunton ada batu gantung yang terjepit dua tebing batu,” ujar Opet.

Opet memperkirakan batu gantung yang terjepit di sela tebing batu tersebut besarnya setara truk engkel. Sedikit lebih besar dari induk gajah.

Baca juga: Berenang dan Berendam Sehat di Pemandian Air Panas Curug Cipanas Nagrak Lembang, Tiketnya Murah

Batu raksasa yang menggantung di sela tebing tersebut menambah sensasi keindahan Curug Bunton. Berswafoto dengan latar Curug Bunton sungguh menghasilkan gambar sangat indah.

Bagi yang terampil olahraga panjat tebing, ujar Rusli, batu gantung juga sangat menantang untuk dipanjat. “Batu gantung sebesar gajah tersebut memang menjadi bagian dari keindahan dan keunikan Curug Bunton,” ujarnya.

Baca juga: Jernihnya Air Curug Sawer, Sejuknya Pepohonan Pinus, Bikin Lelah Terobati

Menurut Rusli, untuk menjadikan Curug Bunton sebagai objek wisata masih perlu perjuangan. Minimal, kata dia, terlebih dahulu harus membuat jalan setapak yang ditembok di sepanjang saluran irigasi hingga ke Curug Bunton.

“Soalnya jalan setapak di sepanjang saluran irigasi Bunton adalah pematang. Jadi kalau musim hujan beceknya luar biasa. Kalau musim kemarau masih mending. Tapi bila ditembok, tentu memudahkan bagi siapa saja yang ingin ke Curug Bunton,” katanya

Menurut Rusli, warga dan pemuda setempat pernah mengajukan pembuatan jalan usaha tani (JUT) di sepanjang saluran irigasi Buton sebagai akses menuju Curug Bunton tersebut, tapi sampai saat ini belum terealisasi.

Baca juga: Wisatawan Padati Curug Cipeuteuy Majalengka, Menikmati Kesegaran dan Keasrian Alam

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved