Bermain Ayunan di Antara Pohon Pinus Hutan Cipacet Sumedang Nan Asri, Bikin Betah Berlama-lama

"Kami ini bagaimana, mau buka, kan masih belum diperbolehkan karena pandemi Covid-19 ini. Tiga tahun ini dibuka, mungkin efektifnya baru setahun"

Tribun Jabar/Kiki Andriana
Wisata Alam Cipacet di Desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang 

JIKA pandemi Covid-19 usai dan tempat wisata diperbolehkan kembali dibuka, bolehlah Anda mencoba berkunjung ke suatu tempat yang di mana pinus-pinus tumbuh menjulang.

Di Desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, ada sebuah lembah di hutan timur Gunung Manglayang yang tidak jauh dari pemukiman penduduk, difungsikan sebagai area wisata alam.

Pengunjung bisa menikmati teduh pepohonan, bahkan sejak 1 kilometer sebelum sampai di lokasi wisata alam itu.

Tempat ini bernama Wisata Alam Cipacet. Lahan yang dibuat rapi agar nyaman dikunjungi ini adalah milik Perusahaan Umum (Perum) Perhutani.

Payung-payung cantik di Wisata Alam Cipacet, Desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang
Payung-payung cantik di Wisata Alam Cipacet, Desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang (Tribun Jabar/Kiki Andriana)

Dari alun-alun Tanjungsari, cukup berkendara selama 20 menit menuju ke Kampung Pasirkaliki di Desa Genteng, Kecamatan Sukasari. Memang perlu membawa kendaraan pribadi jika hendak berkunjung ke tempat ini.

Dari kampung terakhir Pasirkaliki, jarak tempuh melintasi jalan yang dipadatkan dengan batu-batu sekepalan tangan akan menjadi suguhan pertama bagi wisatawan.

Namun, meski jalannya berbatu, jalan itu cukup nyaman dilintasi sepeda motor apalagi mobil. Tidak ada batu yang mengelupas dari tanah, pun tidak ada batu tajam yang bisa merusak roda kendaran.

Di kiri dan kanan jalan, menjulang pohon-pohon pinus yang berusia rata-rata 20 tahun. Wangi khas getah pinus yang disadap oleh petani setempat, menyeruak ke hidung.

Di sela-sela pohon pinus, menghampar tanaman kopi. Jika kebetulan musim matang buah kopi pada kisaran bulan April, suasana melintasi jalan berbatu ini akan memberi kesan tersendiri. Buah kopi yang merah mencolok di keteduhan pohon akan sangat memanjakan mata.

"Tempat ini tahun ketiga dibuka. Kerja sama warga di sini dengan Perhutani," kata Dedeng Suhaendi (63), petugas jaga Wana Wisata Cipacet, saat ditemui TribunJabar.id, Minggu (5/9/2021).

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved