Berwisata dan Belajar di Kampung Tajur Nan Asri, Keceriaan dengan Suasana Khas Desa di Purwakarta

mereka bisa hidup bersama, bermalam, dan ikut aktivitas keseharian pada salah satu keluarga di Kampung Tajur.   

KAMPUNG TAJUR, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta merupakan kampung yang asri d itengah hiruk pikuk perkembangan zaman.

Penduduknyamasih mempertahankan kontruksi rumah dengan model zaman dulu, itu sebabnya desa ini juga menjadi tujuan para pelancong.

Tak hanya lanskap dan tata pemukimannya yang indah, kehidupan masyarakatnya juga cukup unik, mereka masih mempertahankan adat dan budaya warisan leluhur, dari mulai bercocok tanam dengan alat tradisonal, bergotong royong membangun fasilitas umum seperti aula pendopo desa dan pembuatan rumah ibadah.

Deretan rumah khas Kampung Tajur, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta
Deretan rumah khas Kampung Tajur, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta (Tribun Jabar/Irvan Maulana)

Mereka juga kerap menggunakan alat-alat tradisonal dalam mengolah padi menjadi beras hingga menjadi nasi, anak-anak disana juga masih bermain dengan permainan tempo dulu, seperti galah, tarucingan, dan egrang.

Keunikan itu yang menjadikan kampung tersebut kerap jadi tujuan para pelancong di Purwakarta. Selain itu kampung Tajur juga menjadi salah satu pilihan untuk berwisata edukasi mengenai pengetahuan dan adat ostiadat tradisional.

Baca juga: Wagub Jabar Merasa Sejuk dan Nyaman di Bumi Semesta Makmur Farm Purwakarta, Tempat untuk Berwisata,

Sebelum pandemi, wisatawan yang datang ke Kampung Tajur antusias bahkan kebanyakan dari mereka berasal dari luar Kabupaten Purwakarta bahkan luar Jawa Barat. Jumlah wisatawan bisa mencapai ribuan orang pertahunnya.

Jumlah rata-rata pengunjung Kampung Tajur  pada 2012 hingga 2017 tercatat kurang lebih  7.000 orang bahkan pernah mencapai angka tertinggi sebanyak 12.000 orang dalam setahun.

Baca juga: Ingin Tahu Perjalanan dan Perjuangan Terbentuknya Purwakarta, Datang ke Wisata Diorama

Pada 2017 perwakilan mahasiswa dari 24 negara datang ke Kampung Tajur untuk keperluan studi. Wisatawan manca negara yang datang juga terbilang variatif, mulai pelajar, mahasiswa, hingga pejabat pemerintahan. Seperti dari Malaysia, Korea Selatan, bahkan Amerika Serikat.

Untuk memfasilitasi wisatawan yang ingin mempelajari kebudayaan di Kampung Tajur, mereka bisa hidup bersama, bermalam, dan ikut aktivitas keseharian pada salah satu keluarga di Kampung Tajur.   

Baca juga: Soto Sadang Lama, Kulliner Legendaris Purwakarta yang Tak Lekang oleh Waktu, Belum Ada Cabangnya

Suasana kampung yang asri serta geilitik tawa saat bercengkrama dengan anak-anak di Kampung Tajur merupakan pengalaman wisata yang sangat berharga, khususnya bagi  yang ingin berwisata sembari belajar budaya.

Di sana wisatawan bisa ikut ke kebun, sawah, menumbuk padi, bahkan menanak nasi dengan tunggu. Setelah puas mempelajari hal tersebut wisatawan bisa bermain dengan anak-anak Kampung Tajur.

Soto sadang Purwakarta
Soto sadang Purwakarta (Tribun Jabar/Nandri Prilatama)

Jika berwisata selama sehari, harga tiket masuk  Rp 17 ribu hingga Rp 20 ribu, namun jika anda berniat bermalam sekaligus mengikuti aktivitas keseharian masyarakat Kampung Tajur harga tiket dibanderol Rp 250 ribu untuk dua hari satu malam.

Tapi saat ini masih dalam situasi pandemi, Kabupaten Purwakarta juga masih melaksanakan PPKM level 3  dan destinasi wisata di Purwakarta belum dibuka termasuk Kampung Tajur. (Tribun Jabar/Irvan Maulana)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved