Kebun Bunga dan Ternak Lebah di Tepi Bendungan Sadawarna, Sumedang,Geliat Wisata Edukasi Jabar

"Kami lakukan pembinaan masyarakat sekitar bendungan, supaya masyarakat bisa mengawasi, mengelola, dan menjaga bendungan"

Tribun Jabar/Syarif Abdussalam
Taman bunga di sekitar kawasan proyek Bendungan Sadawarna, Desa Tanjung, Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang 

MEMBICARAKAN  bendungan ternyata tidak selalu tentang penyediaan air untuk pertanian dan pembangkit listrik. Contohnya di Bendungan Sadawarna di Kabupaten Subang dan Sumedang, agrowisata dan agroekonomi telah tumbuh duluan di sekitar lokasi bendungan yang masih dalam proses pembangunan.

Di sekitar lokasi bendungan, terdapat kawasan green belt atau sabuk hijau untuk penataan lingkungan di sekitar infrastuktur dan menciptakan ruang terbuka hijau.

Penataan ini dilakukan supaya ekosistem bendungan menjadi indah, asri, dan berkarakter, sehingga akan meningkatkan estetika, bahkan tidak menutup kemungkinan dijadikan kawasan wisata dan pemberdayaan ekonomi.

Taman bunga sebagai tempat lebah menghisap sari bunga di sekitar proyek Bendungan Sadawarna, Desa Tanjung, Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang
Taman bunga sebagai tempat lebah menghisap sari bunga di sekitar proyek Bendungan Sadawarna, Desa Tanjung, Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang (Tribun Jabar/Syarif Abdussalam)


Setidaknya terdapat lima desa di sekitar Bendungan Sadawarna, yakni Desa Tanjung, Surian, dan Suriamedal, di Kabupaten Sumedang. Kemudian Desa Cibalandong dan Sadawarna di Kabupaten Subang.

Masyarakat sekitar Bendungan Sadawarna di Desa Tanjung, Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang, contohnya, telah menanami kawasan green belt dengan pohon-pohon produktif dan estetik. Bahkan, kelompok masyarakat ini sudah mengembangkan peternakan lebah tanpa sengat atau klanceng dan memanen madunya.

Baca juga: Kampung Persib di Kecamatan Cintamulya Sumedang Bakal Jadi Desa Wisata Kebanggaan Warga

Di desa ini, hamparan bunga matahari, prokot, aster, marygold, air mata pengantin, dan bunga-bunga estetik lainnya ditanam. Tertata berkotak-kotak layaknya kebun sayur. Bunga berwarna-warni dan penataannya yang apik membuat lokasi ini instagramable.

Bunga-bunga ini pada dasarnya ditanam bukan untuk dijual seperti tanaman hias, namun menjadi bahan makanan lebah-lebah madu tanpa sengat. Dengan penataannya yang estetik, tempat ini pun rencananya akan dibuka menjadi kawasan wisata edukasi.

Taman bunga di tepi proyek Bendungan Sadawarna, Desa Tanjung, Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang
Taman bunga di tepi proyek Bendungan Sadawarna, Desa Tanjung, Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang (Tribun Jabar/Syarif Abdussalam)

Ketua Komunitas Peduli Lingkungan (Kopel) Ade Suryaman mengatakan memang tujuan utamanya menanam berbagai jenis bunga itu adalah untuk bahan makanan lebah tanpa sengatnya. Bunga-bunga yang ditanam pun adalah yang dapat meningkatkan kadar propolis dan bee pollennya.

"Tapi memang jadinya bagus ya buat foto-foto juga kebun bunganya. Padahal tujuannya buat makan lebah saja. Seperti bunga matahari dan prokot, itu bagus untuk propolis," kata Ade saat ditemui di kebunnya, Selasa (31/8).

Baca juga: Kawasan Wisata Air Tanjung Duriat Sumedang, Tempat Tenang dan Nyaman, Tiket Masuk Terjangkau

Ade mengatakan memang sudah banyak pengunjung yang datang untuk belajar beternak lebah tanpa sengat ini. Mereka pun selalu saja berfoto di taman bunganya.

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved