Bupati Jeje Wiradinata Berharap Pekan Depan Sejumlah Objek Wisata di Pangandaran Bisa Dibuka

"Selanjutnya kami juga mempersiapkan, lima kawasan destinasi yang kami kelola itu sudah dilakukan uji atau audit sertifikasi tentang CHSE"

Tribun Jabar/Padna
Aktivitas beberapa buruh perahu wisata yang beralih profesi menjadi nelayan penangkap ikan di Pantai Barat Pangandaran, Sabtu (17/7/2021) 

KASUS Covid-19 di Pangandaran menurun, Pemerintah Kabupaten Pangandaran pun menargetkan kegiatan pariwisata dapat dibuka Minggu depan.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengatakan, apabila semua telah divaksin dan prokesnya sudah berjalan maka bukan tidak mungkin Pangandaran masuk PPKM Level 2 atau Level 1.

"Kan beberapa indikator di kita sudah bagus seperti tingkat kematian, terkonfirmasi positif dan juga BOR," ujar Jeje kepada beberapa wartawan di Setda Pangandaran, Kamis (26/8/2021) siang.

Bupati Jeje Wiradinata di tepi Sungai Putrapinggan saat acara  sosialisasi penanganan sampah ke masyarakat, Minggu (13/6/2021)
Bupati Jeje Wiradinata di tepi Sungai Putrapinggan saat acara sosialisasi penanganan sampah ke masyarakat, Minggu (13/6/2021) (Tribun Jabar/Padna)

Tapi, lanjut Ia, salah satu indikator yang masih kurang bagus itu adalah testing dan tracking.

"Makanya, kami akan perbaiki indikator ini, sehingga minggu depan bisa masuk ke level 2. Dan semoga saja, tanggal 30 nanti, kita masuk level 2 dan wisata dapat dibuka," ucapnya.

Baca juga: Perekonomian di Objek Wisata Pantai Pangandaran Semakin Terpuruk, Pebisnis Berharap PPKM Berakhir

Jeje meminta, masyarakat juga segera mengikuti vaksinasi supaya level PPKM bisa menurun. "Karena, vaksinasi ini juga pengaruhnya sangat besar," katanya.

Kemudian, beberapa permasalahan tentang para pelaku usaha wisata yang enggan divaksin Ia akan turun tangan langsung.

Baca juga: Kerugian Hotel dan Restoran di Pangandaran Sekitar Rp 7 Miliar, PHRI Akan Komunikasi dengan Bupati

"Saya akan memberikan peringatan karena vaksinasi ini untuk kepentingan semua," ucapnya.

Sebelumnya Kadisparbud Kabupaten Pangandaran, Untung Saeful menyampaikan, bahwa ingin secepatnya Objek Wisata segera dibuka yang tentu dengan pengetatan protokol kesehatan.

Suasana Pantai Batukaras di Kabupaten Pangandaran sebelum ada pandemi Covid-19
Suasana Pantai Batukaras di Kabupaten Pangandaran sebelum ada pandemi Covid-19 (Tribunnews)

"Selanjutnya kami juga mempersiapkan, lima kawasan destinasi yang kami kelola itu sudah dilakukan uji atau audit sertifikasi tentang CHSE," katanya.

CHSE merupakan, proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, destinasi pariwisata, dan produk pariwisata lainnya untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

Baca juga: Objek Wisata Sepi, Buruh Perahu Pesiar Jadi Nelayan Mencari Ikan di Pantai Barat Pangandaran

"Audit CHSE, alhamdulilah sudah selesai dilaksanakan sampai hari Jumat (20/8/2021) kemarin," ucapnya.

Objek wisata Citumang di blok Sukamanah, Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran
Objek wisata Citumang di blok Sukamanah, Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran (Tribun Jabar/Padna)

Sekarang ini, kata Untung, Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud)'>Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran tinggal menunggu hasil sertifikatnya.

"Ya kalau dilihat hasil audit, kita dinyatakan lulus memuaskan dengan nilai diatas 85 persen. Dan itu semua, persiapan-persiapan kita untuk membuka objek wisata," kata Untung. (Tribun Jabar/Padna)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved