Kartu Vaksin Belum Jadi Syarat Tapi Pengelola Objek Wisata Wajib Tandatangani Pakta Integritas

"Kami buat pakta integritas kepada para pengelola yang isinya aturan sesuai Inmendagri dan SE Bupati"

TribunJabar/Eki Yulianto
Objek wisata Situ Cipanten di Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka 

SERTIFIKAT atau kartu vaksin masih belum menjadi syarat wajib masuk objek wisata di Kabupaten Majalengka.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Majalengka, Iding Solehudin melalui Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Adhy Setya Putra, Rabu (25/8/2021).

Kendati demikian, Adhy mengimbau kepada para pengelola wisata agar mempersiapkan segala sesuatunya yang berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan. Sebagai bukti, para pengelola mewajibkan untuk menandatangani pakta integritas.

Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Disparbud Kabupaten Majalengka, Adhy Setya Putra
Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Disparbud Kabupaten Majalengka, Adhy Setya Putra (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Pakta integritas itu berisikan poin-poin yang mewajibkan semua pengelola wisata di Kabupaten Majalengka harus benar-benar menjaga protokol kesehatan dan aturan yang sudah ditetapkan baik terkait pembukaan wisata.

"Belum perlu ya (menunjukkan kartu vaksin). Tapi, kalau melihat SE Bupati betul di level 2 ini ada kelonggaran, jadi bukan berarti dibuka full ya, ada batasan 25 persen itu," ucapnya

Baca juga: Objek Wisata di Empat Kabupaten di Jabar Sudah Boleh Dibuka Karena Masuk PPKM Level 2

"Pengelola juga harus bisa menjaga aturan dengan harapan kita tidak naik level lagi sehingga objek wisata kembali ditutup. Kami buat pakta integritas kepada para pengelola yang isinya aturan sesuai Inmendagri dan SE Bupati," ujarnya.

Selain itu, masih kata Adhy, pihaknya juga meminta pengelola wisata untuk menyiapkan segala fasilitas penunjang keselamatan dan keamanan pengunjung.

Baca juga: Majalengka Masuk PPKM Level 2, Peengelola Wisata Gembira dan Optimistis untuk Membuka Objek Wisata

"Meski SE sudah dikeluarkan kemarin, kami wanti-wanti ke pengelola jika belum siap betul fasilitasnya jangan dulu buka karena demi keselamatan, kenyamanan pengunjung," jelas dia.

Keputusan dibuka kembali objek wisata membuat para pelaku dan pengelola wisata melakukan perbaikan dan bersih-bersih sejumlah fasilitas.

Baca juga: Komunitas Drone Siap Promosikan Pariwisata Majalengka Lewat Udara Setelah PPKM Berakhir

Sebab, sejak PPKM Darurat diberlakukan 3 Juli 2021, tempat wisata di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pun tutup. Artinya, sudah sebulan lebih pelaku wisata di kota angin ini tanpa penghasilan.

Aktivitas paralayang di Gunung Panten Majalengka yang banyak dilakukan sebelum pandemi Covid-19
Aktivitas paralayang di Gunung Panten Majalengka yang banyak dilakukan sebelum pandemi Covid-19 (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Seperti yang dilakukan oleh pengelola objek wisata Paralayang Gunung Panten di Kelurahan Munjul, Kecamatan/Kabupaten Majalengka.

Baca juga: Desa Nunuk Baru dan Bantaragung di Majalengka Masuk 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia

Pihak pengelola membersihkan dan memperbaiki sejumlah fasilitas yang ada. Seperti kembali mempersiapkan sarana prasarana protokol kesehatan dan membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh di area wisata. (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved