Sandiaga Uno Minta Semua Mewaspadai Aksi Balas Dendam Berwisata Akibat PPKM yang Terlalu Lama

"Kita harus waspada jika seandainya nanti terjadi ledakan jumlah wisatawan saat PPKM dilonggarkan"

Tribun Jabar/Syarif Abdussalam
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 Ganesha di Sasana Budaya Ganesha, Kota Bandung, Senin (23/8/2021). 

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pihaknya mendukung penggunaan kartu vaksin dengan aplikasi Peduli Lindungi untuk masyarakat yang hendak masuk ke destinasi parwisata.

"Saya mendukung rencana pemerintah untuk menggunakan kartu vaksin yang terkoneksi dengan aplikasi Peduli Lindungi, di berbagai destinasi wisata ataupun sentra ekonomi kreatif," kata Sandiaga di Sekolah Tinggi Patiwisata Bandung (STPB), Senin (23/8/2021).

Upaya ini, katanya, dapat menjadi solusi agar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif bisa tetap bertahan di tengah pandemi dan masyarakat dapat berlibur dengan aman. Sehingga kartu vaksin ini nantinya bisa menjadi gold standard dalam berkegiatan.

Suasana sepi di objek wisata Terasering Panyaweuyan Majalengka, Sabtu (24/7/2021) silam. Selama PPKM Level 3 ini, semua objek wisata di Majalengka tutup sementara.
Suasana sepi di objek wisata Terasering Panyaweuyan Majalengka, Sabtu (24/7/2021) silam. Selama PPKM Level 3 ini, semua objek wisata di Majalengka tutup sementara. (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

"Nantinya setelah vaksinasi Covid-19 mencapai 70-75 persen, yang perlu disiapkan adalah penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin di tiap destinasi dan sentra ekonomi kreatif," katanya.

Pemerintah, ujar Sandiaga, menjamin kesediaan vaksin terhadap seluruh masyarakat Indonesia. Namun penyediaan vaksin memang dilakukan secara bertahap sehingga vaksinasi dijalankan secara bertahap, dimulai dari kelompok-kelompok prioritas.

Baca juga: Fasilitas Penginapan dan Kuliner di Terminal Wisata Grafika Cikole Buka Tapi Wahana Rekreasi Tutup

Data Kemenkes per tanggal 22 Agustus 2021 tercatat sebanyak 57.340.729 dosis vaksin dosis pertama (27,53%) telah disuntikkan ke masyarakat. Sementara untuk vaksinasi dosis kedua telah mencapai 31.602.633 atau 15.17%.

Saat ini, katanya, Kemenparekraf tengah memperluas sertifikasi Indonesia Care berbasis CHSE. Sampai dengan 13 Agustus 2021 pendaftaran yang masuk sebanyak 5.497 usaha, terdiri dari 829 usaha yang belum terverifikasi dan 4.668 usaha yang sudah diverifikasi. 

Baca juga: Wisata Religi Masjid Baiturrahman Gegerbitung Sukabumi Ditutup, Pedagang Tak Dapat Pemasukan

"Selanjutnya kondisi Covid-19 di wilayah masing-masing harus diperhatikan, apabila situasinya
sudah melandai, maka destinasi wisata dan sentra ekraf dapat dibuka secara bertahap, nantinya akan kita lakukan monitoring dan evaluasi," katanya.

Ia mengatakan ketika PPKM dilonggarkan, tentu menjadi harapan dan angin segar bagi para pelaku parekraf. Pelonggaran untuk bisnis restoran, kapasitas mal dan pusat belanja bertambah menjadi maksimal 50 persen setelah pada pekan lalu hanya diperbolehkan buka dengan kapasitas 25 persen.

PHRI Purwakarta memasang poster serta mengibarkan bendera putih sebagai bentuk kekecewaan di Hotel Grand Situ Buleud Jalan Siliwangi, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta Kota, Selasa (10/8/2021).
PHRI Purwakarta memasang poster serta mengibarkan bendera putih sebagai bentuk kekecewaan di Hotel Grand Situ Buleud Jalan Siliwangi, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta Kota, Selasa (10/8/2021). (Tribun Jabar/Dwiky Maulana Vellayati)

Sedangkan untuk jam operasional, pusat belanja diizinkan untuk beroperasi mulai pukul 10.00 sampai dengan 20.00. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memperkirakan di awal minggu lalu, pelonggaran ini dapat membantu pertumbuhan pendapatan bisnis restoran sebesar 30-40 persen.

Sandiaga mengatakan sama halnya dengan pelonggaran PPKM di pusat perbelanjaan dan restoran, turunnya harga PCR juga menjadi salah satu angin segar bagi pariwisata. Ia mengharapkan ini menjadi salah satu upaya reaktivasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang selama 1,5 tahun ini mengalami dampak yang luar biasa akibat pandemi.

Baca juga: Uji Coba Pembukaan Mal, Pengunjung Bandung Indah Plaza (BIP) Harus Ikuti Prosedur Ini Sebelum Masuk

Namun demikian, Sandiaga meminta semua pihak mewaspadai aksi "balas dendam" setelah pelonggaran PPKM. Peningkatan permintaan terhadap usaha seperti hotel, restoran, dan tempat-tempat wisata lainnya tentu menjadi perhatiannya, karena apabila PPKM dilonggarkan maka diprediksi akan ada revenge tourism. 

"Di mana masyarakat yang sudah jenuh akibat pembatasan mobilitas, ingin segera berpergian. Kita harus waspada jika seandainya nanti terjadi ledakan jumlah wisatawan saat PPKM dilonggarkan. Hal tersebut harus kita sikapi sesuai dengan pilar Kemenparekraf yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi," katanya.

Petugas pengelola objek wisata Bukit Sanghiyang Dora di Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka mengibarkan bendera putih sebagai tanda frustasi atas kebijakan PPKM yang diperpanjang
Petugas pengelola objek wisata Bukit Sanghiyang Dora di Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka mengibarkan bendera putih sebagai tanda frustasi atas kebijakan PPKM yang diperpanjang (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Inovasi yaitu pelaku usaha memaksimalkan platform digital untuk memberikan layanan yang prima. Adaptasi yakni menerapkan protokol kesehatan yang berlaku di era kenormalan baru. Dan kolaborasi yakni bekerja sama dengan seluruh unsur pentahelix, agar berbagai upaya dan kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan sektor pariwisata dapat terwujud. (Tribun Jabar/Syarif Abdussalam)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved