Berkemah di Camping Ground Barubereum, Lebih Dekat Menuju Puncak Gunung Manglayang

"Biasanya weekday ada sekitar 30 hingga 50 pengunjung, kalau weekend bisa sampai 200 orang. Gak jarang juga ada rombongan gathering"

Tribun Jabar/Shania Septiana
Sungai kecil di kawasan camping ground Barubereum di Ciloa, Sindangsari, Sukasari, Kabupaten Sumedang 

MASA PPKM saat sekolah dan kuliah diliburkan digunakan kesempatan bagi kawula muda untuk berkunjung ke objek wisata yang masih mungkin tercapai dengan syarat-syarat protokol kesehatan. Satu di antara objek wisata alternatif  adalahg Barubereum.

Barubereum merupakan salah satu jalur pendakian menuju puncak Gunung Manglayang yang paling populer. Lokasinya ada  di Ciloa, Sindangsari, Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Bagi yang memiliki hobi mendaki gunung kususnya ke Gunung Manglayang, Barubereum termasuk jalur yang lumayan menguras tenaga, dibanding jalur Batu Kuda atau Palintang.

Suasana di camping ground Barubereum di Ciloa, Sindangsari, Sukasari, Kabupaten Sumedang
Suasana di camping ground Barubereum di Ciloa, Sindangsari, Sukasari, Kabupaten Sumedang (Tribun Jabar/Shania Septiana)

Menuju Barubereum memiliki dua pilihan jalan, yang pertama melalui Kiara Payung yang kedua melalui Cikuda, Jatinangor.

Mulai dari akses jalan menuju basecamp yang penuh bebatuan sejauh satu kilometer, hingga jalur pendakian yang memiliki kemiringan hingga 70 derajat

Baca juga: Memancing di Pemancingan Rineh di Kaki Gunung Manglayang, Sejuk, Tenang, dan Asri

Sampai puncak sana jangan berharap ada jalur landai apalagi bonus. Jurang sepanjang lajur pendakian, jalur licin jika tanah basah apalagi hujan dan banyak akar besar serta pohon tumbang.

Membayangkan proses pendakiannya saja tentu sangat melelahkan, tapi tidak perlu khawatir, Kalian masih bisa menikmati camp ground Barubereum yang memiliki aliran sungai kecil nan Indah.

Baca juga: Segarnya Berenang di Kolam Renang Panorama di Kaki Gunung Manglayang, Tiket Hanya Rp 20 Ribu

Hamparan rumput hijau bak karpet yang sangat luas sangat memanjakan mata.

Rombongan anak muda yang ingin menikmati suasana alam yang asri dan jauh dari kebisingan kota, kerap memenuhi camp ground Barubereum.

Camping ground Barubereum di Ciloa, Sindangsari, Sukasari, Kabupaten Sumedang
Camping ground Barubereum di Ciloa, Sindangsari, Sukasari, Kabupaten Sumedang (Tribun Jabar/Shania Septiana)

"Biasanya weekday ada sekitar 30 hingga 50 pengunjung, kalau weekend bisa sampai 200 orang. Gak jarang juga ada rombongan gathering, biasanya dari universitas," ucap Dana, tim pengelolaan Barubereum saat ditemui di tempat registrasi Barubereum, Minggu (22/8/2021).

Biaya registrasi untuk kemping di Barubereum atau mendaki ke Gunung Manglayang sangat murah yaitu, Rp 5.000 dan biaya parkir Rp 5.000 per motor.

Baca juga: Piknik Bersama Keluarga Menikmati Akhir Pekan dengan Aneka Permainan di Manglayang Jungle Place

"Hasil dari registrasi itu digunakan untuk mengurus fasilitas di basecamp dan camp ground," ujarnya.

Fasilitas yang tersedia sangat lengkap, mulai dari toilet yang bersih dengan sumber air langsung dari Gunung Manglayang.

Musala yang luas, warung yang menyediakan banyak makanan dan ada juga tempat penyewaan alat mendaki gunung, mulai dari tenda, nesting, kompor, gas, treking pol dan masih banyak lagi.

Baca juga: Pendaki Gunung Ramai-ramai Booking Jalur Pendakian ke Gunung Ciremai, Ingin Rayakan HUT RI

"Gak cuma buat fasilitas, hasil registrasi kita kasih juga buat warga terdekat sebagai bantuan sosial," ujarnya.

Menurut Dana, ada rencana dari pemerintah untuk membetulkan akses jalan menuju Barubereum, sekitar akhir 2021 atau awal  2022.

Deretan tenda saat akhir pekan di camping ground Barubereum di Ciloa, Sindangsari, Sukasari, Kabupaten Sumedang
Deretan tenda saat akhir pekan di camping ground Barubereum di Ciloa, Sindangsari, Sukasari, Kabupaten Sumedang (Tribun Jabar/Shania Septiana)

Rio Hermawan (23), salah satu mahasiswa universitas negeri di Bandung, sudah sering mendaki gunung Manglayang dan menginapnya di camp ground Barubereum

"Lumayan sering ke puncak lewat Barubereum, soalnya lebih pendek jadi cepat. Satu malam di puncak atau puncak bayangan dan satu malam lagi di Barubereum jadi total dua malam," ucapnya.

Baca juga: Menghikmati Angin Lembah di Koffie Tandjoeng Sumedang Sambil Menyeruput Kopi Spesial Olahan Kaum Ibu

Rio mengaku, Barubereum lebih sepi dibandingkan jalur Batu Kuda, karena itu yang dia cari setiap mendaki gunung.

"Jalurnya sepi, camp ground juga sepi. Jadi beneran kaya di hutan. Ditambah lagi ada sungai," katanya. (Tribun Jabar/Shania Septiana)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved