Pemkab Majalengka Belum Izinkan Objek Wisata Buka, Masih Menunggu Instruksi dari Pemerintah Pusat

"Sampai saat ini sekitar 2.000 (daya tarik wisata). Tetapi itu belum validasi. Hari ini menunggu validasi"

Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Suasana sepi di objek wisata Terasering Panyaweuyan Majalengka, Sabtu (24/7/2021) silam. Selama PPKM Level 3 ini, semua objek wisata di Majalengka tutup sementara. 

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Majalengka, Jawa Barat belum mengizinkan buka tempat wisata.Meski masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Majalengka melalui Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Adhi Setya Putra mengatakan, pihaknya mengikuti instruksi dari pemerintah pusat yang mana, sektor pariwisata belum diperbolehkan kembali beroperasi di masa PPKM.

"Pada prinsipnya kan kami sesuai Inmendagri, bahwa Majalengka di level 3, salah satunya objek wisata ditutup sementara," ujar Adhi saat dikonfirmasi, Jumat (20/8/2021).

Petugas pengelola objek wisata Bukit Sanghiyang Dora di Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka mengibarkan bendera putih sebagai tanda frustasi atas kebijakan PPKM yang diperpanjang
Petugas pengelola objek wisata Bukit Sanghiyang Dora di Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka mengibarkan bendera putih sebagai tanda frustasi atas kebijakan PPKM yang diperpanjang (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Ia menyebut, selama penerapan PPKM dengan menutup sektor pariwisata, kasus Covid-19 di Kabupaten Majalengka  terus menurun.

Dengan demikian, pada fase PPKM yang akan berakhir pada 23 Agustus 2021, sektor pariwisata dibuka kembali.

Baca juga: Desa Nunuk Baru dan Bantaragung di Majalengka Masuk 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia

"Tetapi kalau kita melihat, memang ada penurunan kasus. Harapannya, setelah tanggal 23 kita turun level, gitu. Artinya kan objek wisata bisa dibuka. Jangan sampai kita buka, kasus naik. Harapannya level 2, tapi dan PPKM tidak diperpanjang lagi, dengan catatan aman Covid-nya. Ketika wisata dibuka, sektor lain aktif gitu," ucapnya.

Selama tak ada kehidupan di sektor pariwisata, pihaknya tidak tinggal diam. Sesering mungkin, pihaknya berkoordinasi langsung dengan pelaku-pelaku wisata.

Baca juga: Komunitas Drone Siap Promosikan Pariwisata Majalengka Lewat Udara Setelah PPKM Berakhir

"Banyak curhatan-curhatan dari pelaku wisata, kami sedang menunggu Pemprov, dari pemprov uang bagi pelaku wisata sebagai bentuk bantuan," katanya.

Adhi menambahkan, sampai saat ini daya tarik wisata di Majalengka mencapai 2.000 wisata. Namun, baru sekitar ratusan yang memang sudah tervalidasi.

Sejumlah anak sedang bermain air di Mata Air Pantan di Dusun Cigowong, Desa Ganeas, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka
Sejumlah anak sedang bermain air di Mata Air Pantan di Dusun Cigowong, Desa Ganeas, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

"Sampai saat ini sekitar 2.000 (daya tarik wisata). Tetapi itu belum validasi. Hari ini menunggu validasi. Kalau jumlah daya tarik wisata 160, kalau objek wisata di bawah 100, yang dikelola, dimiliki pemda, desa, swasta, taman nasional, juga perhutani," katanya. (Tribun Cirebon/Eki Yulilanto)

Sumber: Tribun Cirebon

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved