Ayu Utami Ceritakan Bagaimana Rosalie Cheese Bertahan di Masa Pandemi

"Melihat kebutuhan konsumen, Rosalie Cheese akhirnya mencoba menjangkau market pulau Jawa dan berinovasi membuat berbagai paket keju"

instagram @rosaliecheeseindonesia
Ayu Utami pemilik Rosalie Cheese 

MEREDUPNYA industri pariwisata di masa pandemi berdampak pada sektor kuliner seperti kue yang biasanya dibawa untuk oleh-oleh.

Tidak banyak para pengusaha kue untuk bisa bertahan di masa pandemi.

Dalam sesi webinar kompetisi wirausaha terdepan di Indonesia, Diplomat Success Challenge (DSC) 12, founder Rosalie Cheese Ayu Utami membagikan pengalaman serta tips tentang bagaimana memaksimalkan peluang bisnis di sektor F&B di tengah pandemi saat ini.

Ayu mengatakan pentingnya untuk beradaptasi saat menjalankan bisnis F&B di situasi yang tidak menentu.

"Fokus membuat produk apa yang market butuhkan, bukan produk apa yang bisa dibuat," ujar Ayu, Kamis (13/8/2021).

produk turunan keju dari Rosalie Cheese
produk turunan keju dari Rosalie Cheese (instagram @rosaliecheeseindonesia)

Ayu merasakan dampak pandemi yang berdampak pada industri pariwisata. Rosalie Cheese sebagai produsen keju lokal yang semula fokus pada segmen perhotelan dan restoran, kemudian melakukan market shift. 

Ayu pun mengubah bisnisnya dari B2B menjadi B2C dengan melakukan penjualan langsung kepada pelanggan.

Baca juga: Inovasi Kurma Isi Keju Ala Bandung yang Sedang Hits di Media Sosial

"Melihat kebutuhan konsumen, Rosalie Cheese akhirnya mencoba menjangkau market pulau Jawa dan berinovasi membuat berbagai paket keju dan turunan produk keju," ucapnya.

Ayu pun menghadirkan cheese for baking package, yaitu menyediakan paket berbagai jenis keju yang dibutuhkan pelanggan yang gemar membuat roti dan kue di rumah.

Baca juga: Keju Edamer Jadi Incaran Ibu-ibu untuk Bahan Membuat Kue Lebaran, Harganya Tembus Rp 1 Juta Per Kg

Bahkan Rosalie Cheese pun berinovasi dengan mengadakan experience cheese & tea pairing yang bisa dilakukan di rumah, yaitu experience menikmati keju yang cocok disantap sambil menyesap teh.

Pada akhirnya, kata Ayu, formula agar peluang bisnis dapat maksimal adalah menciptakan peluang sesuai kebutuhan konsumen.

Ayu pun berbagi tips bagi pelaku bisnis F&B saat mengembangkan peluang usaha.

Baca juga: Nachos Gurih Berpadu Pedas dengan Sentuhan Keju Mozarella Jadi Andalan di Kafe Ala Meksiko Ini

“Penting untuk kesiapan people management saat melakukan adaptasi perubahan strategi bisnis. Selain itu perang harga tidak bisa dihindari, yang paling penting adalah pelaku bisnis harus mengetahui value dan keunikan produk yang dimiliki," ucapnya.

Ayu juga mengatakan hal penting lain adalah membangun dan mempertahankan hubungan dengan konsumen sambil mendengar masukan dari mereka.

Baca juga: Gurihnya Daging Ayam dalam Balutan Keju Mozarella, Jadi Favorit Anak Muda, Harga Terjangkau

Sebagai pelaku bisnis F&B, menurut Ayu, harus cepat membaca perubahan perilaku konsumen di tengah kondisi pandemi dan mengubah strategi agar memaksimalkan peluang usaha. (Tribun Jabar/Putri Puspita)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved