Semua Objek Wisata di Kabupaten Ciamis Kibarkan Bendera Putih, Kerugian Mencapai Rp 25 Miliar

Bahkan di 30 objek wisata seharusnya dipasang bendera kuning, karena sudah mati, bangkrut akibat pandemi

dokumentasi Pokdarwis Ciamis
Objek wisata Puncak Harendong Pangangonan, Lumbung, Kabupaten Ciamis kibarkan bendera putih, Selasa (10/8/2021) 

MEWARNAI hari pertama diperpanjangnya lagi PPKM Level 3 di Ciamis, Selasa (10/8), semua objek wisata mengibarkan bendera putih, tanda menyerah.

Tidak hanya menggelar aksi damai mengibarkan bendera putih, perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Ciamis mendatangi Kantor Dinas Pariwisata Ciamis di Komplek Perkantoran Kertasari, Selasa (10/8) siang selepas Zuhur.

Perwakilan Pokdarwis Ciamis tersebut menyampaikan unek-uneknya terlebih setelah PPKM Level 3 Diperpanjang lagi mulai Selasa (10/8).

“Tadi siang pukul 10.00 kami melakukan aksi damai. Memasang benderah putih di seluruh objek wisata di Ciamis. tanda sudah parah dan menyerah. Bahkan di 30 objek wisata seharusnya dipasang bendera kuning, karena sudah mati, bangkrut akibat pandemi,” ujar Ketua Pokdarwis Kabupatem Ciamis, Eko Andryanto saat diterima oleh Kepala Dinas Pariwisata Ciamis, Dr H Wasdi Msi dan jajarannya di Aula Dinas Pariwisata Ciamis Selasa (10/8) siang tersebut.

Menyambut diperpanjangnya kembali PPKM Level 3 mulai Selasa (10/8) objek wisata Puncak Harendong Pangangonan kibarkan bendera putih
Menyambut diperpanjangnya kembali PPKM Level 3 mulai Selasa (10/8) objek wisata Puncak Harendong Pangangonan kibarkan bendera putih (dokumantasi Pokdarwis Ciamis)

Selama masa pandemi sejak 18 bulan lalu, keberadaan objek wisata terguncang. Terlebih selama dua bulan terakhir, sejak awal  Juli menyusul diberlakukannya PPKM yang kemudian terus diperpanjang.

Sejak diberlakukannya PPKM, semua objek wisata ditutup tanpa kecuali. Tidak ada pengunjung yang boleh masuk kawasan wisata guna memutus mata rantai penularan Covid-19.

Baca juga: Menikmati Wisata di Sayang Kaak Ciamis di Bawah Pantauan Satgas Covid-19

Dampaknya tutupnya 78 objek wisata tersebut, sekitar 17.000 orang pekerja di lokasi wisata dan di rumah makan penyedia kuliner kehilangan penghasilan.

Takhanya itu, ada 250 juru kunci dan juru pelihara situs, tempat keramat yang juga terdampak karena objek wisata tujuan khusus tersebut ditutup, tidak boleh dikunjungi peziarah.

Baca juga: Objek Wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis Ditutup untuk Wisatawan dan Peziarah Mulai Senin 21 Juni

Dampaknya juga dirasakan 340 kelompok seni, 2.116 orang pelaku seni, 12 kelompok ekonomi kreatif,  77 pokdarwis (33 pokdarwis ber-SK dan 44 pokdarwis belum ber-SK), serta 30 desa wisata, mengalami kesulitan ekonomi yang amat sangat .

 “Kerugian  menyusul ditutupnya seluruh objek wisata selama dua bulan ini mencapai Rp 25 milyar,” katanya. 

Ketua Pokdarwis Kabupaten Ciamis, Eko Andriyanto
Ketua Pokdarwis Kabupaten Ciamis, Eko Andriyanto (Tribun Jabar/Andri M Dani)
Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved