Ada 55 Desa di Garut yang Akan Menjelma Menjadi Desa Wisata Demi Menggaet Wisatawan

"jadi pengembangan wisata itu merata di 42 kecamatan, dan sekarang itu ada pengembangan dengan badan pariwisata kabupaten"

instagram@ridwankamil/kompas.com
Gambar rencana pengembangan Situ Bagendit Garut. Pembangunan ekowisata Situ Bagendit akan terealisasikan pada 2021 

SEBANYAK  55 Desa di Kabupaten Garut menjelma jadi Desa Wisata untuk menggaet pengunjung yang datang ke Garut.

Menurut Bupati Garut, Rudy Gunawan, pada tahun 2025 mendatang Garut akan menjadi tujuan wisata dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Semarang dan kota-kota besar lainnya.

"Nantinya akan ada klaster-klaster baru yaitu klaster yang ada hubungannya dengan kepariwisataan di tiap desa atau pariwisata desa, ini sangat luar biasa bagi peningkatan ekonomi warga desa," kata Bupati saat menghadiri workshop Peningkatan Mutu Aparatur Desa dan Pengelola BUMDes, UMKM, dan IKM di Desa Jati Kecamatan Tarogong Kaler,  Garut, Selasa (10/8/2021).

Bupati Garut, Rudy Gunawan
Bupati Garut, Rudy Gunawan (TribunJabar)

Rudy menyebutkan saat ini perkembangan desa wisata di Garut terbilang sangat pesat juga merata tersedia di 42 kecamatan, nantinya diharapkan setiap desa mampu menjadi penyempurna Garut sebagai Kabupaten Wisata.

"Kita pengembangannya pesat sekali, jadi pengembangan wisata itu merata di 42 kecamatan, dan sekarang itu ada pengembangan dengan badan pariwisata kabupaten , dilakukan dengan kerja sama pentahelix atau strategi pentahelix," ucapnya.

Baca juga: Lokasi Isolasi Mandiri di Desa Bentar Peundeuy, Banjarwangi, Garut Berada di Kawasan Wisata Tubing

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Rahmat Hadi mengatakan ada perbedaan antara istilah wisata desa dengan desa wisata. Menurutnya wisata desa merupakan objek wisata yang ada di desa.

"Sementara desa wisata adalah persatuan semua komponen masyarakat desa dalam mengembangkan misalnya hasil tani, UMKM dan lain-lain yang dikelola oleh  BUMdes," ungkapnya.

Baca juga: Taman Wisata Alam Gunung Papandayan Garut Ditutup Sementara Hingga Waktu yang Belum Ditentukan

Rahmat menjelaskan saat ini ada lima desa baru yang mendaftar menjadi desa wisata, yakni Desa Mekarjaya, Desa Rancabango, Desa Jati, Desa Sukajadi, dan Desa Pasawahan.

"Lima desa tersebut berada di Kecamatan Tarogong Kaler dan memang ada potensi sebagai daya tarik, baik itu agro maupun pegunungan," katanya.

Kepala Badan Promosi Kabupaten Garut, Rahmat Hadi
Kepala Badan Promosi Kabupaten Garut, Rahmat Hadi (Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari)

Menurutnya syarat menjadi desa wisata adalah desa mempunyai potensi yang sudah tertata dan terkelola, indikator masyarakat seperti gotong royong terbangun dan mempunyai media online yang terkelola dengan baik.

"Masyarakat desa nya itu juga harus sangat ramah apabila berpapasan dengan tamu atau wisatawan yang datang," ucapnya.

Baca juga: Kemendikbud Ristek Dorong Terbentuknya Komunitas Usaha Kuliner di Garut

Kepala Desa Mekarjaya, Asep Setiawan mengatakan konsep desa wisata ini sangat menguntungkan karena sebagai wadah untuk mempromosikan keunggulan yang ada di desa.

Kepala Desa Mekarjaya Kecamatan Tarogong Kaler, garut, Asep Setiawan
Kepala Desa Mekarjaya Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Asep Setiawan (Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari)

"Desa saya kan berada di Tarogong Kaler, itu sebagai gerbang masuk Garut, jadi nanti wisatawan yang datang ke Garut bisa ditampung dulu di gerbang utama, yakni desa kami salah satunya, kami juga punya paralayang dan wisata religi," ucapnya.  (Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved