Warung Koflok, Harga Kampung Rasa kota, Sejak PPKM Pengunjung Hilang 90 Persen

"Sejak PPKM terjun payung, tak ada pengunjung padahal sebelumnya tempat nongkrong komunitas,"

Tribun Jabar/Tiah SM
Rindu (kiri), pengelola Warung Koflok saat ditinjau anggota DPRD Kota Bandung Kristian Julianto dan Lurah Panjunan, Sabtu (7/8/2021) 

SEJAK ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyatakat (PPKM) dengan dilarang nya dine in atau makan di tempat  membuat  resto dan kafe di Kota Bandung sepi pembeli.  Hal itu pun dialami Warung Koflok di Jalan KH Wahid Hasyim (Kopo) No 25 Bandung.

Warung Koflok yang berlokasi di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar  menyajikan berbagai minuman  dan makanan Nusantara. Pengelola  mengaku pendapatan turun dratis,  pengunjung pun  90 persen hilang.

"Sejak PPKM terjun payung, tak ada pengunjung padahal sebelumnya tempat nongkrong komunitas," ujar Rindu pengelola Warung Koflok, Sabtu (7/8/2021).

suasana Warung Koflok di Jalan Kopo, Bandung
suasana Warung Koflok di Jalan Kopo, Bandung (traveloka.com)

Rindu berhatap Covid-19 segera berlalu agar bisa berjualan normal, tidak seperti saat ini segala dibatasi.  Walaupun  cukup berat tapi ia harus patuhi aturan.

Rindu mengatakan ia memberi nama Warung Koflok agar mudah diingat. Nama ini diambil dari kopi tamflok (tumpah ) salah satu menu andalan, kopinya disajikan tamflokin.

Baca juga: Warung Makan Berkonsep Tradisional Kian Digemari Masyarakat, Bupati Kuningan Ikut Meresmikan

Menurut Rindu, menu yang disediakan berbagai macam namun harganya terjangkau sehingga jargon yang dipakai "Harga Kampung Rasa Kota ".

Menu andalan yang banyak disukai anak muda adalah makanan khas Jepang yang hanya dibanderol Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu. Sop bakar iga juga ditawarkan terjangkaum, Rp 35 rib.

“Kami pun jual nasi goreng Bali, nasi goreng seafood,  dan nasi goreng kambing hanya Rp 25 ribu," ujar Rindu.

Baca juga: Di Warung Abah Wardja Pengunjung Bisa Langsung Melihat Proses Pembuatan Makanan Tradisional

Untuk menyambut Kemerdekaan RI ada diskon sampai 76 persen maksimum Rp 45 ribu berlaku untuk 17 orang pendatang  pertama mulai 10-17 Agustus dengan pembayaran melalui debit Bank BJB.

Warung Koflok juga menerima pesanan untuk  event,  catering,  lunch box, nasi tumpeng, nasi liwet sampai layanan food truck.

Baca juga: Makanan Rumahan di Warung Kopi Imah Babaturan Bikin Ketagihan

Saat anggita DPRD Kota Bandung Kristian Julianto meninjau lokasi tak satu pun pengunjung datang,  kursi yang disediakan kosong.

Kristian mengatakan  usaha rumah makan, cafe dan restoran, pandemi ini jelas sangat berdampak pada PPKM ini. Karena itu para pelaku usaha kuliner harus superkreatif mengingat dalam PPKM ini kerumunan sangat dibatasi.

Menu di Warung Koflok Bandun
Menu di Warung Koflok Bandun (traveloka.com)

Menurut Kristian, beberapa saat lalu juga banyak pelaku kuliner yang mengibarkan bendera putih. Padahal banyak pelaku usaha tersebut sungguh-sungguh menerapkan prokes. Bahkan banyak juga yang sudah tersertifikasi CHSE.

Baca juga: Bosan Dengan Makanan Kekinian? Yuk Ke Warung Ayakan, Hadirkan Makanan Khas Otentik Sunda

"Kalau semua harus tutup, no dine in, lalu apa gunanya sertifikasi? Kami harap masukan dari para pelaku usaha juga menjadi bahan pertimbangan bagi pemkot," kata Kristian. (Tribun Jabar/Tiah SM)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved