Komunitas Drone Siap Promosikan Pariwisata Majalengka Lewat Udara Setelah PPKM Berakhir

drone ini bisa dimanfaatkan lebih untuk menampilkan visual Majalengka dari sudut yang berbeda yang selama ini tidak bisa dijangkau foto konvensional

Tribunnews
Ilustrasi drone yang siap diterbangkan 

SEKTOR pariwisata saat ini sedang mati suri lantaran terimbas dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 9 Agustus 2021 mendatang.

Hal itu juga terjadi di Kabupaten Majalengka yang mana semua pengelola objek wisata tidak memiliki pemasukan akibat Covid-19.

Namun, komunitas drone asal Kabupaten Majalengka menyatakan kesiapannya jika PPKM tak lagi diperpanjang, sektor pariwisata akan kembali digairahkan.

Keindahan di objek wisata terasering Panyaweuyan, Kabupaten Majalengka
Keindahan di objek wisata terasering Panyaweuyan, Kabupaten Majalengka (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Salah satunya dengan mempromosikan pariwisata melalui udara atau dengan alat drone (pesawat tanpa awak).

Pembina Komunitas Drone Skuad Majalengka, Adhi Setya Putra, mengatakan, pembentukan komunitas drone salah satunya meningkatkan kualitas dan menertibkan para pilot drone yang ada di Kabupaten Majalengka

Apalagi di Kabupaten Majalengka saat ini terdapat aktivitas penerbangan Internasional dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dan dikhawatirkan jika tidak ditertibkan, aktifitasnya akan terganggu.

Baca juga: Fasilitas Musala Sedang Dibangun di Objek Wisata Terasering Panyaweuyan Kabupaten Majalengka

"Untuk itu, komunitas drone yang saat ini anggotanya telah mencapai puluhan tersebut, telah dibentuk," "ujar Adhi Setya Putra, Sabtu (7/8/2021).

Menurut pria yang saat ini juga menjabat Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Majalengka itu, pembentukan sebuah komunitas drone juga dalam upaya membuat standarisasi dan legalitas bagi para pilot drone.

Sekaligus memberikan bantuan untuk mengexplore keindahan pariwisata yang ada di Kabupaten Majalengka. 

Kolam renang di Curug Kiara Danu Majalengka
Kolam renang di Curug Kiara Danu Majalengka (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

"Karena drone ini bisa dimanfaatkan lebih untuk menampilkan visual Majalengka dari sudut yang berbeda yang selama ini tidak bisa dijangkau dengan memotret konvensional," ucapnya.

Ditambah lagi, menurut Adhi, saat ini pariwisata terdampak, oleh karena itu para komunitas drone skuad diharapkan bisa mengexplore keindahan Majalengka ke publik kembali. Tentunya, setelah PPKM diharapkan ada kelonggaran aktivitas pariwisata bisa lebih aktif.

Baca juga: Pengelola Objek Wisata Bukit Sanghyang Dora Majalengka Kibarkan Bendera Putih Sebagai Tanda Frustasi

Ketua Komunitas Drone Skuad, Lensa Kelvin menambahkan, bahwa setelah terbentuknya komunitas drone skuad, para pengurus akan segera berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara (AU) di Lanud S Sukani karena TNI AU merupakan instansi yang memiliki kebijakan dalam dunia kedirgantaraan. 

Suasana Objek Wisata Curug Cipeuteuy di Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Jumat (14/5/2021).
Suasana Objek Wisata Curug Cipeuteuy di Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Jumat (14/5/2021). (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Dalam kordinasi tersebut, lanjut dia, dilakukan dalam rangka membuat tata tertib dalam penerbangan drone di Kabupaten Majalengka dan diharapkan para anggota bisa semakin kompak.

Baca juga: Kabupaten Majalengka Segera Memiliki Peraturan Daerah Pariwisata untuk Tingkatkan Pendapatan

"Bahkan bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kemampuan dalam menerbangkan drone bisa bergabung dan kita dari komunitas Drone Skuad ini terbuka untuk umum," katanya. (Tribun Cirebon/Eki Yulianto)

Sumber: Tribun Cirebon

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved