Ratusan Hotel dan Restoran di Jawa Barat Tutup Akibat Pandemi, Okupansi Hotel Hanya 5 Persen

"Tamu hotel pun paling banyak isinya tiga. Menutupi keadaan minus enam bulan masih mending, kalau sekarang sudah satu setengah tahun"

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Ketua PHRI Jabar, Herman Muchtar 

KETUA Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Herman Muchtar menanggapi kejadian yang sempat ramai akan anggota Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) yang melakukan aksi melukai diri. 

Dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Herman mengungkapkan ia tidak tahu rencana yang dilakukan oleh Gan Bondillie atau lebih akrab disapa Bonbon. 

"Kalau seandainya pengurus PHRI dan AKAR tahu rencana Bonbon, pasti sudah kita larang. Nggak ada yang tahu, tahunya malah setelah kejadian," ujar Herman, Kamis (5/8/2021). 

Ketua PHRI Jabar, Herman Muchtar
Ketua PHRI Jabar, Herman Muchtar (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Ia pun menyesalkan dengan adanya kejadian ini karena banyak orang yang mengalami hal sama. 

Namun Herman menegaskan bahwa Tuhan tidak akan memberikan kesulitan sesuai kemampuan. 

Baca juga: Objek Wisata Hidden Valley Hills Terpaksa Rumahkan 50 Persen Karyawannya Akibat PPKM Level 4

Adanya kejadian tersebut, dikatakan Herman pun menjadi sebuah kegamangan yang menggambarkan terpuruknya kondisi para pengusaha saat ini. 

"Pada bulan Mei, kami semua dalam rapat menyatakan bahwa daya tahan pengusaha bisa bertahan hingga Juli 2020 dengan dana secukupnya," ucap Herman. 

Baca juga: Pengusaha Pariwisata di Kabupaten Sukabumi Kehabisan Napas Akibat PPKM Berkepanjangan

Hal ini pun berdampak pada karyawan yang dirumahkan dan pengusaha kebingungan mau membayar pakai apa. 

Ia pun mengungkapkan kondisi karyawan hotelnya yang mulanya ada 80 kini tersisa 26 dan mereka jam kerjanya harus dibagi-bagi. 

Hotel Pondok Gembyang di Rancabali, Kabupaten Bandung yang ditawarkan kepada pembeli karena beratnya beban operasional.
Hotel Pondok Gembyang di Rancabali, Kabupaten Bandung yang ditawarkan kepada pembeli karena beratnya beban operasional. (Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin)

"Tamu hotel pun paling banyak isinya tiga. Menutupi keadaan minus enam bulan masih mending, kalau sekarang sudah satu setengah tahun," ujarnya. 

Herman pun mengungkapkan bagaimana keadaan hotel dan restoran saat ini. 

Baca juga: Sejumlah Objek Wisata Andalan Bersiap Dibuka Menyusul Kabupaten Tasik Masuk PPKM Level 2

"Pada Juni 2020 ada 560 hotel dan 280 restoran yang tutup. Kemungkinan keadaannya lebih besar bulan Juni 2021 karena saat ini keadaan hotel di Jalan Cihampelas saja sudah ada enam yang tutup dengan okupansi hotel di bawah lima persen," ucapnya.  (Tribun Jabar/Putri Puspita)

 

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved