Perekonomian di Objek Wisata Pantai Pangandaran Semakin Terpuruk, Pebisnis Berharap PPKM Berakhir

"Sudah di sini (pasar tradisional Pananjung) sepi, di tempat wisata apalagi lebih sepi kan ditutup. Ini tentu bukan saya saja"

Tribun Jabar/Padna
Suasana di Pangandaran Sunrise Pantai Timur yang sepi sejak diberlakukannya PPKM 

SUASANA objek wisata di Pangandaran sepi, dan aktivitas perekonomian masyarakat setempat juga ikut sepi. bahkan nyaris berhenti

Pantauan Tribunjabar.id, selain cuaca di sekitaran pantai yang diselimuti awan hitam tampak juga suasana sepanjang Pantai Pangandaran yang sepi tanpa wisatawan.

Semua sektor perekonomian di objek wisata mulai dari restoran, hotel, cafe, jasa hiburan wisata, pedagang kaki lima (PKL) serta lainnya semakin terpuruk.

Aktivitas beberapa buruh perahu wisata yang beralih profesi menjadi nelayan penangkap ikan di Pantai Barat Pangandaran, Sabtu (17/7/2021)
Aktivitas beberapa buruh perahu wisata yang beralih profesi menjadi nelayan penangkap ikan di Pantai Barat Pangandaran, Sabtu (17/7/2021) (Tribun Jabar/Padna)

Beberapa diantara pelaku usaha, ada yang sementara mencari sesuap nasi dengan bekerja serabutan menjadi nelayan di sekitar pantai. Ada juga, yang standby menunggu hingga objek wisata di Kabupaten Pangandaran ini dibuka.

Mereka (masyarakat) dan semua pelaku usaha wisata mengatakan hal yang sama yakni tiada lain ingin secepatnya pandemi Covid-19 ini berakhir.

Baca juga: Kerugian Hotel dan Restoran di Pangandaran Sekitar Rp 7 Miliar, PHRI Akan Komunikasi dengan Bupati

Seorang pelaku usaha wisata, Muhamad Arifin (57) mengungkapkan, bahwa Ia ingin wisata Pangandaran ramai seperti sebelumnya.

"Tidak munafik, kami memang butuh bantuan seperti bansos dari pemerintah. Tapi yang paling kami inginkan hanya satu, secepatnya pandemi ini berakhir dan objek wisata dibuka," ujar Muhamad saat ditemui Tribunjabar.id disela-sela kegiatannya di pasar tradisional Pananjung, Rabu (4/8/2021).

Baca juga: Objek Wisata Sepi, Buruh Perahu Pesiar Jadi Nelayan Mencari Ikan di Pantai Barat Pangandaran

Karena, lanjut Ia, selain berjualan pakaian di pasar Ia juga berjualan pakaian wisata di kawasan pantai timur Pangandaran.

"Sudah di sini (pasar tradisional Pananjung) sepi, di tempat wisata apalagi lebih sepi kan ditutup. Ini tentu bukan Saya saja, yang lain juga merasakan hal sama," ucapnya.

Dedi Kurniadi, karyawan Restoran Karya Bahari 3, Pangandaran sedang menutup restoran, Minggu (4/7/2021)
Dedi Kurniadi, karyawan Restoran Karya Bahari 3, Pangandaran sedang menutup restoran, Minggu (4/7/2021) (Tribun Jabar/Padna)

S sebelumnya Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata menyampaikan,  mengenai PPKM dilanjut atau tidak dilanjut itu tergantung kewenangan dari pusat.

Baca juga: Karyawan Hotel dan Restoran di Pangandaran Berharap PPKM Darurat Tidak Lebih dari Tanggal 20 Juli

"Kami hanya menunggu. Untuk objek wisata kalau menurut Kemendagri yang kemarin, di PPKM level 3 itu tetap tidak boleh (tidak dibuka)," ucapnya.  (Tribun Jabar/Padna)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved