Pengusaha Pariwisata di Kabupaten Sukabumi Kehabisan Napas Akibat PPKM Berkepanjangan

"Langkah selanjutnya sosalisasi prokes harus digalakan termasuk program CHSE harus berproses dengan baik"

Tribun Jabar/Rizal Jalaludin
Kondisi kolam renang Hotel dan Restaurant Augusta di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi 

ADANYA Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) berdampak kepada pengusaha pariwisata di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (5/8/2021).

Tokoh Pegiat Pariwisata Sukabumi, Dadang Hendar mengatakan, PPKM memang harus dilakukan di tengah meningkatnya kasus Covid-19. Namun, ia juga melihat permasalahan ekonomi tentang usaha pemerintah untuk meningkatkan perokomian masyarakat saat PPKM.

"Kalau melihat masih naiknya grafik angka sebaran Covid-19,  PPKM adalah keniscayaan yang harus dilakukan. Menurut saya masalahnya bukan pada PPKM, tapi pada sejauh mana langkah negara terhadap  ekonomi masyarakat yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dari akibat PPKM dijalankan," kata Dadang yang juga General Manajer Hotel & Restaurant Augusta Palabuhanratu via pesan singkat.

Wisatawan masih datang pada hari pertama pasca penutupan tempat wisata Pantai Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (24/5/2021)
Wisatawan masih datang pada hari pertama pasca penutupan tempat wisata Pantai Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (24/5/2021) (Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin)

Ia juga berharap Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) atau CHSE harus berproses dengan baik.

Baca juga: Masuk PPKM Level 3, Tempat Wisata di Kabupaten Sukabumi Dibuka dengan Penerapan Protokol Kesehatan

"Langkah selanjutnya sosalisasi prokes harus digalakan termasuk program CHSE harus berproses dengan baik, sehingga bagi para pengusaha atau destinasi wisata yang sudah bisa dipastikan melaksanakan prokes atau sudah tersertifikasi CHSE usahanya bisa dibuka atau penyekatannya dilonggarkan," jelasnya.

Ia juga mengatakan, pengusaha pariwisata saat ini sudah kehabisan napas dan sudah pada titik krisis.

Keindahan Teluk Palabuhanratu
Keindahan Teluk Palabuhanratu (Dok Pemprov Jabar)

"Okupansi nol sampai dengan lima persen, repot pengusaha pariwisata sudah kehabisan napas, kali ini sudah pada titik krisis. Semoga saja sebaran Covid-19 segera melandai dan berakhir agar ekonomi segera pulih," ucapnya. (Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved