Kerugian Hotel dan Restoran di Pangandaran Sekitar Rp 7 Miliar, PHRI Akan Komunikasi dengan Bupati

Jadi kami itu secara substansial saja, bagaimana caranya  berusaha semaksimal mungkin menurunkan tren penularan Covid ini"

Tribun Jabar/Padna
Dedi Kurniadi, karyawan Restoran Karya Bahari 3, Pangandaran sedang menutup restoran, Minggu (4/7/2021) 

KETUA Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana, menyebut, perkiraan kerugian selama PPKM Darurat diberlakukan bulan Juli 2021 itu mencapai Rp 7 miliar.

"Kami hitung saja kerugiannya khusus di akhir pekan karena biasanya di Pangandaran okupasi naik diakhir pekan. Kami coba hitung per akhir pekan saja, untuk per hari biasa dianggap kosong saja," ujar Agus saat dihubungi Tribunjabar.id melalui seluler, Selasa (3/8/2021).

"Jadi, kalau misalkan satu sektor hotel dan restoran per pekan itu dapat Rp 5 juta dikalikan selama sebulan itu empat pekan dan dikalikan lagi 350 anggota Saya. Berarti sudah Rp 7 miliar kan? Itu diambil rata-rata kecilnya," kata Agus 

Aktivitas beberapa buruh perahu wisata yang beralih profesi menjadi nelayan penangkap ikan di Pantai Barat Pangandaran, Sabtu (17/7/2021)
Aktivitas beberapa buruh perahu wisata yang beralih profesi menjadi nelayan penangkap ikan di Pantai Barat Pangandaran, Sabtu (17/7/2021) (Tribun Jabar/Padna)

Ia mengaku, memang anggota sudah meminta mengibarkan bendera putih yang artinya sudah menyerah.

"Tapi Saya bilang jangan dulu, dan itu kan momentumnya sudah lewat serta sudah disampaikan oleh daerah-daerah lain seperti Garut, Sumedang, Bandung dan Yogyakarta. Berarti kan, momentumnya sudah tersampaikan lah," katanya.

Baca juga: Objek Wisata Sepi, Buruh Perahu Pesiar Jadi Nelayan Mencari Ikan di Pantai Barat Pangandaran

Jadi sekarang,PHRI akan bersinergi bersama pemerintah daerah sambil melakukan negosiasi.

"Bagaimana caranya, kami membantu pemerintah untuk menurunkan level Covid ini. Kan subtansinya kalau Covid-nya rendah otomatis semua bisa berjalan dengan baik. Jadi kami itu secara substansial saja, bagaimana caranya  berusaha semaksimal mungkin menurunkan tren penularan Covid ini," katanya.

Pantai Palatar Agung di Dusun Ciawitali, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran
Pantai Palatar Agung di Dusun Ciawitali, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran (Tribun Jabar/Padna)

Agus menambahkan, Ia berencana akan mencoba lagi berkomunikasi dengan Bupati Pangandaran.

Baca juga: Karyawan Hotel dan Restoran di Pangandaran Berharap PPKM Darurat Tidak Lebih dari Tanggal 20 Juli

"Ya nanti kami akan coba ngobrol lagi dengan pak Bupati, ini bagaimana? Tapi kemarin sore juga sudah ngobrol, semoga ada harapan bisa buka meskipun tidak di tanggal-tanggal ini," ucapnya. (Tribun Jabar/Padna)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved