PHRI Minta Objek Wisata di KBB Dibuka Setelah PPKM Level 4 Berakhir Karena Kondisi Kritis

"Jalan mulai ramai, mungkin masyarakat sudah bosan, mulai keluar rumah dan mulai ada kehidupan"

TribunJabar/Wildan Noviansah
Gerbang masuk Floating Market Lembang 

PENGUSAHA bisnis pariwisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta objek wisata dibuka kembali setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 berakhir pada 2 Agustus 2021.

Pasalnya, penutupan objek wisata selama sebulan terakhir sangat berpengaruh terhadap bisnis sejenisnya seperti perhotelan dan restoran yang ada di KBB.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) KBB, Eko Supriyanto, mengatakan, jika objek wisata dibuka kembali, seluruh pelaku bisnis pariwisata akan mendukung pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Suasana objek 2isata The Great Asia Africa Lembang yang sepi karena ditutup sementara akibat zona merah Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat, Kamis (17/6/2021)
Suasana objek 2isata The Great Asia Africa Lembang yang sepi karena ditutup sementara akibat zona merah Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat, Kamis (17/6/2021) (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

"Terutama disiplin dalam menerapkan Protokol Kesehatan. Jadi, harapannya iya dibuka kembali, tinggal pemerintahnya mau bagaimana," ujarnya saat dihubungi, Minggu (1/8/2021).

Menurutnya, saat ini masyarakat sudah mulai jenuh dengan aktivitas terbatas yang dilakukan selama PPKM Darurat , sehingga mereka sudah merindukan kegiatan di luar rumah seperti berwisata.

Baca juga: Bisnis Objek Wisata di KBB Babak Belur, Pelaku Wisata Diusulkan Dapat Bantuan Selama PPKM Darurat

Hal itu, kata Eko, bisa dibuktikan ketika ada peningkatan aktivitas yang terlihat di kawasan objek wisata Lembang saat akhir pekan, meskipun objek wisata belum dibuka. 

Menurutnya, kondisi di sekitar objek wisata yang terlihat seperti akhir pekan ini belum pernah terlihat selama PPKM yang sudah diterapkan sejak sebulan terakhir.

Baca juga: Semua Objek Wisata di Kabupaten Bandung Barat Ditutup, Disparbud KBB Sebar Surat Edaran

"Jalan mulai ramai, mungkin masyarakat sudah bosan, mulai keluar rumah dan mulai ada kehidupan," kata Eko.

Diberitakan sebelumnya, kondisi pariwisata di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) lumpuh setelah dihantam pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari 1,5 tahun dan hingga kini tak kunjung berakhir.

Baca juga: Benteng Gedong Delapan Peninggalan Belanda Ini Oleh Pemda KBB Akan Dijadikan Cagar Budaya

Kondisinya bisa dibilang mati suri setelah adanya kebijakan penutupan objek wisata karena para pelaku usaha hotel juga turut terpuruk, apalagi ditambah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bandung Barat (KBB), Heri Partomo
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bandung Barat (KBB), Heri Partomo (Tribun Jabar/Wildan Noviansah)

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, Heri Partomo mengakui jika sektor pariwisata saat ini memang sedang berada dititik nadir paling rendah akibat terdampak pandemi Covid-19.

"Imbasnya banyak pelaku wisata yang menutup usahanya atau merumahkan sebagian karyawan. Jelas prihatin dengan kondisi ini, tapi mau bagaimana lagi? Kondisinya serba sulit akibat Covid-19," ujarnya. (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved